Alang-Alang

Imperata cylindrica (L.) P.Beauv.

Poaceae

Lokasi di kebun Gulma

Ringkasan

Alang-alang (Imperata cylindrica) adalah herba setinggi hingga 120 cm dari famili Poaceae, tumbuhan asli Asia Tenggara yang tersebar di seluruh kawasan tropis dan subtropis. Meski umumnya dianggap gulma, akarnya berperan sebagai pengendali erosi alami dan bioherbisida, sementara tunas mudanya dapat dimasak. Akar alang-alang secara tradisional dipercaya meluruhkan batu ginjal dan meredakan hepatitis.

Agroekologi

Tumbuhan ini hidup di daerah tropis sampai subtropis. Sangat baik tumbuh di daerah dengan ketinggian hingga 2.000 m dpl, suhu 20-40 °C, curah hujan 500-3.500 mm/th, pH 4-7,5, banyak disinari matahari sampai agak teduh.

Morfologi

  • Akar keras berbentuk rimpang yang menjalar dan berbuku-buku.
  • Batang pendek menjulang naik ke atas tanah dan berbunga, sebagian merah keunguan.
  • Daun berbentuk garis (pita panjang) lanset berujung runcing dengan pangkal yang menjepit dan berbentuk talang panjang 12-80 cm.
  • Bunga majemuk berbentuk malai dengan panjangnya 6-28 cm, anak bulir berambut panjang putih berukuran 1 cm.

Budidaya

  • Perbanyakan tanaman dengan biji dan rhizoma. Biji alang-alang yang sangat ringan dapat menyebar ke tempat lain dibawa angin.
  • Akar rimpang mampu membangun jalinan kokoh di bawah tanah dan sewaktu-waktu tunasnya akan menembus ke atas menumbuhkan generasi baru.

Kandungan Kimia

Manitol, glukosa, sacharosa, citric acid, malic acid, cylindrin, fernenol, coixol, arundoin, amemonin, semiarenol, asam kersik.

Khasiat

Mengobati batu ginjal, infeksi ginjal, hepatitis, kencing batu, buang air kecil tidak lancar, keputihan.

Simplisia

  • Akar alang-alang dipisahkan dari kotoran dan dicuci hingga bersih dengan air mengalir.
  • Lakukan pengeringan pada suhu 40 °C selama 5-7 hari dengan kadar air diperoleh 8%. Setelah kering haluskan dengan blender kemudian ayak.
  • Simpan dalam wadah steril dan kedap udara.

Nama Lokal

Eurih (Sunda), Ambengan, Halalang (Minangkabau), Lalang (Madura dan Bali), Jih (Gayo), Kusu-kusu (Manado), Wusu (Sumba).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Peluruh air seni dari Alang-Alang

1. Peluruh air seni

  • Cuci bersih ± 10 g akar segar alang-alang.
  • Rebus dengan 3 gelas air, hingga airnya tinggal 1 gelas kemudian saring.
  • Hasil saringan diminum sekaligus.
Ramuan tradisional Hepatitis dari Alang-Alang

2. Hepatitis

  • Ambil akar alang-alang yang sudah dikeringkan sebanyak 60 g.
  • Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan air berkurang hingga 1 gelas.
  • Minum 2 kali sehari.

Sumber Referensi

  1. Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Imperata cylindrica. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Imperata+cylindrica 15-01-2021
  2. Referensi Asosiasi Herbalisnusantara (pusat pelatihan dan pengobatan herbal indonesia). Download 699 ebook tanaman obat indonesia, herbalisnusantara.com (Peluruh air seni ). 30-10-2020
  3. Deherba.com. Alang-alang: Penggunaan, Pengolahan dan Efek Sampung (Hepatitis). https://www.deherba.com/info-tanaman-alang-alang.html 30-10-2020