Angsana
Ringkasan
Angsana (Pterocarpus indicus) adalah pohon besar setinggi hingga 40 meter dari famili Fabaceae yang tersebar dari Burma bagian selatan hingga Kepulauan Solomon, meliputi Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua Nugini. Kayunya yang bernilai tinggi lazim dipakai sebagai bahan furnitur, sementara pohonnya sendiri populer sebagai peneduh jalan. Secara tradisional, angsana juga dipercaya mengobati sariawan, batu ginjal, dan luka bakar.
Agroekologi
Ditemukan di dataran rendah hutan primer dan sekunder, hutan pantai, pasir karang. Tumbuh baik pada berbagai tipe tanah dari yang subur sampai berbatu pada pH 5,5-6,5, ideal di wilayah tropis ketinggian 0-750 m dpl, pada suhu 24-32 °C, curah hujan 2.000-3.000 mm/th.
Morfologi
- Akar dikenal dengan akar papan (akar banir), akarnya menonjol dan menjorok keluar.
- Batang berbentuk silindris kulit kayu abu-abu kecokelatan, bersisik halus, bergetah bening kemerahan.
- Daun majemuk, 5-13 anak daun, berseling pada poros daun, bulat telur hingga agak jorong, pangkal bulat dan ujung meruncing, hijau terang, gundul, dan tipis.
- Bunga harum, majemuk‚ malai, kuning terang hingga kuning-oranye, kelopak lonceng, mahkota daun panjang 16-18 mm.
- Buah polong pipih, matang waktu 4-6 bulan, kecokelatan (kering), diameter 1,5–3 cm, tebal 6–9 mm.
Budidaya
- Perbanyakan generatif (biji).
- Perbanyakan vegetatif menggunakan stek batang atau ranting.
Kandungan Kimia
Daun: loliolide, paniculata diol, asam polipeptida. Bunga: lupeol dan phytol ester. Batang: formononetin, iso liquiritigenin, hydroxy hydra topic acid, dan aryl benzofuran.
Khasiat
Mengobati sariawan, diare, bisul, batu ginjal, sakit gigi, melancarkan haid, melancarkan pencernaan, luka bakar, antiinflamasi, antialergi, antitumor, antibakteri, diabetes.
Simplisia
- Siapkan daun angsana, cuci bersih dengan air mengalir agar terhindar dari kotoran yang menempel.
- Keringkan daun sampai tercapai kadar air 10%.
- Haluskan dengan menggunakan blender.
- Simpan dalam wadah kedap udara dan steril.
Nama Lokal
Asan (Aceh), Sena, Sona, Hasona (Batak), Asana, Sana, Langsano, Lansano (Min.), Babaksana (Betawi), Sonokembang (Jawa), Nara (Bima, Seram) Nar na, Ai na (Tim.), Nala (Seram, Haruku), Lana (Buru), Ligua (Ternate, Tidore, Halm.), Linggua (Maluku).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Diare dan sariawan
- Ambil 250 g (1 potong) kulit batang angsana dan 2 gelas air.
- Rebus kulit batang hingga tersisa 1 gelas air.
- Minum 1 kali sehari, masing-masing 1 gelas setiap hari hingga sembuh.
2. Bisul
- Remas daun angsana secukupnya dan tempelkan pada bagian tubuh yang terkena bisul.
- Tunggu sampai ramuan tersebut mengering. Ganti ramuan tiap 3 jam sekali.
- Lakukan pengobatan ini sampai bisul mengering dan perlahan mengempes.