Asam Jawa
Ringkasan
Asam jawa (Tamarindus indica) adalah pohon setinggi hingga 30 meter dari famili Fabaceae yang diperkirakan berasal dari sabana Afrika Timur, khususnya Sudan, sebelum menjelajah ke Asia tropis ribuan tahun lalu. Daging buahnya yang asam menjadi bumbu dan campuran jamu paling ikonik di Nusantara. Asam jawa secara tradisional juga dipercaya meredakan sariawan, radang sendi, dan meningkatkan nafsu makan.
Agroekologi
Tumbuhan tropis, selalu hijau (tidak mengalami masa gugur daun). Tumbuh baik hingga ketinggian sekitar 1.000-1.500 m dpl, pada tanah berpasir atau tanah liat, khususnya di wilayah yang musim keringnya cukup panjang.
Morfologi
- Akar tunggang.
- Batang berdiameter hingga 2 m, pangkal, kulit berwarna cokelat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, melebar dan membulat.
- Daun majemuk menyirip genap, panjang 5-13 cm, bertepi rata, berwarna hijau, Daun akan berguguran menjelang keluarnya bunga.
- Bunga berwarna kekuningan, tersusun dalam tandan renggang dan tumbuh di ketiak daun atau di ujung ranting.
- Buah bentuk polong menggelembung, hampir silindris, kulit buah (eksokarp) keras berwarna kecokelatan, daging buah (mesokarp) putih kehijauan (muda) dan merah kecokelatan (tua).
- Biji cokelat kehitaman, mengkilap dan keras bentuknya agak persegi.
Budidaya
Perbanyakan dengan biji dan stek batang. Hasil perbanyakan ditanam dengan jarak tanam 8-10 m dan pada awal musim hujan.
Kandungan Kimia
Tanin, saponin, steroid, flavonoid, alkaloid, β-sitosterol, cycloartanol, limonene, malic acid, longifolene, crytopinone, tartaric acid.
Khasiat
Obat sariawan, mengurangi radang dan sakit di persendian, obat batuk, demam, diare, asma, luka dan bisul, meningkatkan nafsu makan, menghaluskan kulit.
Simplisia
- Keluarkan biji asam jawa buah lalu cuci bersih dengan air mengalir dan tiriskan.
- Timbang sebanyak 1 kg dan keringkan dengan menggunakan kertas alas perkamen di dalam lemari pengering dengan suhu 40 °C sampai kering.
- Timbang kembali dan haluskan dengan blender sampai menjadi serbuk kasar (simplisia) dan letakkan dalam wadah tertutup.
Nama Lokal
Tangkal Asem (Sunda), Asang jawi (Sulawesi), Camba (Makasar), Cumalagi (Minangkabau), Mangga (Bima).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Menghaluskan kulit
- Ambil 20 g buah asam jawa, 100 g pulut (ketan) hitam, air secukupnya
- Haluskan pulut hitam dengan blender, tambahkan asam jawa dan air secukupnya, aduk rata sampai tekstur kental untuk lulur
- Gunakan sebagai lulur saat mandi, oleskan rata keseluruh tubuh, biarkan lulur sedikit menggering, lalu gosok-gosok lulur tersebut
- Setelah selesai bilas dengan air lalu lanjutkan mandi seperti biasanya, untuk menghasilkan kulit sehat dan cerah, lulur dapat digunakan seminggu sekali.