Bamban

Donax canniformis (G.Forst.) K.Schum.

Marantaceae

Lokasi di kebun Akuatik

Ringkasan

Bamban (Donax canniformis) adalah herba berumpun setinggi 1,5-4 meter dari famili Marantaceae yang menyebar dari India melalui Asia Tenggara hingga Taiwan dan Polinesia, umumnya tumbuh subur di kawasan rawa. Kulit batangnya yang keras menjadi bahan baku anyaman kerajinan tangan bagi masyarakat setempat. Selain itu, tanaman ini secara tradisional dipakai untuk meredakan bengkak, bisul, dan gigitan ular.

Agroekologi

Bamban sering ditemukan tumbuh liar di tepi-tepi air atau tempat yang basah, juga hutan-hutan bambu. Tumbuh baik hingga ketinggian 1.000 m dpl. Menyukai tempat-tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Morfologi

  • Akar serabut dengan rimpang berwarna cokelat cerah.
  • Batang bulat torak berwarna hijau tua, beruas panjang-panjang.
  • Daun tunggal bertangkai dengan helaian bulat telur lebar hingga jorong.
  • Bunga memiliki perbungaan yang sering bercabang di pangkal, panjangnya hingga 20 cm. Kelopak berwarna putih, bulat telur menyegitiga, gundul, putih hingga krem pucat, kering tidak memecah.
  • Biji berwarna cokelat, terdiri 1-2 biji per buah.

Budidaya

Perbanyakan secara generatif dengan anakan dan biji (biji disemai terlebih dahulu) dan secara vegetatif dengan stek batang.

Kandungan Kimia

Saponin, flavonoid, kardiak glikosida, polifenol, tanin, phytosterol, terpenoids, steroid, alkaloid.

Khasiat

Obat diabetes, bisul, mata, mengempeskan bengkak, menyembuhkan gigitan ular, memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan.

Simplisia

  • Ambil akar segar kemudian bersihkan dengan air mengalir.
  • Tiriskan dan keringkan di bawah sinar matahari langsung atau dengan oven suhu 40 ËšC hingga kadar air kurang dari 10%.
  • Setelah kering simpan dalam plastik yang bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Mbamban (Madura), Bomban, Banban (Batak), Bangban (Sunda), Wuwu (Jawa), Kelangisan (Bali), Burung, Borong (Sulsel), Mundung, Wuwudu (Gorontalo), Moa (Manado, Ternate, Ambon), Biawa, Biara (Halmahera).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Mengobati bisul, bengkak, sakit karena gigitan ular dari Bamban

1. Mengobati bisul, bengkak, sakit karena gigitan ular

  • Siapkan batang bamban yang masih muda secukupnya.
  • Batang dipotong dan cairan yang keluar dioleskan pada luka bekas gigitan ular atau bisul lalu dibalut dengan kain bersih.
Ramuan tradisional Mengobati bisul, bengkak, sakit karena gigitan ular dari Bamban

2. Mengobati bisul, bengkak, sakit karena gigitan ular

  • Siapkan batang bamban yang masih muda secukupnya.
  • Batang dipotong dan cairan yang keluar dioleskan pada luka bekas gigitan ular atau bisul lalu dibalut dengan kain bersih.

Sumber Referensi

  1. Globin Med. (No date). Donax canniformis (G. Forster) K. Schumann. https://www.globinmed.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62912:donax-canniformis-g-forster-k-schumann. 21-12-2020
  2. StuartXchange. (2016). Philippines Medicinal Plants: Donax cannaeformis. http://www.stuartxchange.org/Bamban.html. 21-12-2020
  3. Bharti R, Ahuja G, Sujan Ganapathy PS, Dakappa SS. 2012. A review on medicinal plants having Antioxidant potential. J. Pharm. Res. 5(8): 4278-4287.
  4. Hidayatullah, Anam S, Tandah MR. 2015. Profil kandungan kimia dan aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun bamban (Donax canniformis (G. Forst.) K. Schum) terhadap Staphylococus aureus. GALENIKA Journal of Pharmacy 1(2): 141-148.
  5. PlantUse. Donax canniformis (PROSEA). https://uses.plantnet-project.org/en/Donax_canniformis_(PROSEA). 13-01-2021