Bambu Kuning
Ringkasan
Bambu kuning (Bambusa vulgaris) adalah bambu setinggi 5-10 meter dari famili Poaceae yang berasal dari Asia Tenggara, China, dan Jepang, dengan persebaran di Indonesia terpusat di Jawa Barat. Batangnya yang berwarna kuning cerah menjadi bahan favorit pembuatan mebel dan kerajinan. Secara tradisional, bambu kuning juga dipercaya mengobati penyakit kuning, kencing batu, dan menurunkan demam.
Agroekologi
Tumbuh subur di lahan terbuka dan terkena matahari langsung. Suhu optimal 8,8-36 °C, curah hujan minimal 1.020 mm/th. Toleran dengan iklim tropis, namun semakin basah tipe iklimnya pertumbuhan bambu semakin baik, sebab bambu membutuhkan banyak air. Menyukai jenis tanah yang berpasir.
Morfologi
- Akar serabut, terdapat di bawah permukaan tanah membentuk sistem percabangan.
- Batang muncul dari akar, berbentuk silinder memanjang, mengeras, dan berongga. Batang bambu diselimuti daun, berwarna kuning ketika sudah tua, tetapi saat muda berwarna hijau.
- Daun berbentuk lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul. Pertulangan daun sejajar, permukaan atas daun berbulu sedangkan bawah kasar, berwarna hijau.
Budidaya
Perbanyakan tanaman dilakukan menggunakan rhizoma, stek rumpun atau batang, cangkok, dan kultur jaringan.
Kandungan Kimia
Flavonoid, fitosterol, phitophenol, holocellulose, alpha cellulose, lignin, asam fenolik, lactones, triterpenoid, alkaloid.
Khasiat
Mengobati kencing batu, pencegah penyakit hepatitis, menurunkan demam, mengobati radang paru-paru, batuk, antiracun hati dan mengontrol kolesterol jahat atau LDL.
Simplisia
- Siapkan rebung bambu kuning, cuci bersih dari kotoran yang menempel dan bahan asing yang tidak diinginkan dengan air bersih yang mengalir.
- Potong kecil rebung lalu keringkan di bawah sinar matahari (secara tidak langsung) dengan dilapisi kain berwarna hitam atau dikeringanginkan di atas bejana dalam ruangan hingga kering (sekitar 7 hari). Sortasi kering.
- Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.
Nama Lokal
Trieng gading (Aceh), Huo adulo (Nias), Awi ampel (Sunda), Pring ampel (Banyuwangi), Tieng ampel (Bali), Pereng ampef (Madura), Taaki (Minahasa), Gading (Makasar), Awo logading (Bugis).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Demam
- Cuci bersih 1 genggam rebung bambu lalu parut. Remas dengan madu 1 sdm lalu saring.
- Ramuan diminum 2 kali sehari, masing-masing 2 sendok makan.
2. Batuk
- Potong bambu seperlunya. Ambil air bambu kuning 4-5 tetes,diamkan 1 hari.
- Minum 1 kali sehari.
Sumber Referensi
- Ulung Gagas. 2014. Pusat Studi, Sehat Alami dengan Herbal: 250 tanaman berkhasiat obat. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.