Baru Cina

Artemisia vulgaris L.

Asteraceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Baru cina (Artemisia vulgaris) adalah herba tegak setinggi 60-160 cm dari famili Asteraceae yang berasal dari China serta daerah beriklim sedang di Eropa dan Afrika Utara. Daunnya yang beraroma khas dapat disantap sebagai lalapan atau bumbu penyedap masakan. Baru cina secara tradisional dipercaya menyehatkan reproduksi wanita dan membantu meredakan nyeri haid.

Agroekologi

Tumbuh baik di tanah lembap, kaya akan humus dan pupuk organik, tanah nitrogenous (mengandung banyak nitrogen), serta dapat hidup di daerah dengan ketinggian hingga 3.000 m dpl.

Morfologi

  • Akar tunggang, warna kuning kecokelatan.
  • Batang memiliki percabangan yang banyak, beralur, dan berambut.
  • Daun berbentuk bulat telur, tepi berbagi menjari, ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus, berwarna hijau, bagian bawah berwarna lebih putih.
  • Bunga majemuk kecil kuning muda, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, bentuk bongkol, tumbuh menunduk.
  • Buah kecil, warna cokelat, berbentuk jarum.

Budidaya

Perbanyakan dilakukan secara vegetatif (stek basal/stek akar) maupun generatif (biji).

Kandungan Kimia

Minyak atsiri, alfa-amirin, fernenol, dehydeomatricaria ester, cinelo, terpinen- 4-ol, 1-kuebrasitol, inulin (artemose), tanin, oxytocin, yomogialkohol, ridentin, skopoletin, isoskopoletin.

Khasiat

Menyehatkan reproduksi wanita, obat epilepsi, mengatasi nyeri haid, keputihan, kelelahan yang berkepanjangan, depresi, gelisah, insomnia, kecemasan, mengobati luka, pembengkakan, sariawan, lemah syahwat. Memiliki aktivitas sebagai antikanker, antimalaria, dan antiinflamasi.

Simplisia

  • Cuci bersih daun baru cina dengan air mengalir lalu tiriskan.
  • Keringkan di lemari pengering (suhu ±50 °C), hingga kering.
  • Setelah kering haluskan sehingga menjadi serbuk.
  • Masukkan simplisia ke dalam wadah tertutup dan simpan pada suhu kamar.

Nama Lokal

Daun sundamala, Daun manis (Melayu), Beungkar, Kucicing (Sunda), Suket gajahan, Rumput gajah (Jawa Tengah), Kolo (Halmahera), Goro-goro cina (Ternate).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Lemah syahwat dari Baru Cina

1. Lemah syahwat

  • Diambil 15–45 g biji baru cina.
  • Giling biji hingga halus.
  • Konsumsi langsung.
Ramuan tradisional Ayan (epilepsi) dari Baru Cina

2. Ayan (epilepsi)

  • Siapkan 1 genggam akar baru cina, 1 ibu jari jahe, 1 ibu jari gula enau, 4 gelas air.
  • Rebus semua bahan hingga mendidih dan tersisa 2 gelas air.
  • Minum 2 kali 1 gelas sehari.

Sumber Referensi

  1. Chevallier, Andrew. (2016). Encyclopedia of Herbal Medicine, Third Edition. United State. 173.
  2. Nyis.info (2019). Mugwort. http://nyis.info/invasive_species/mugwort-draft/ 16-07-2020.
  3. El-Sahhar,K.F., Nassar, Rania M,& Farag, Hend M., (2010), MORPHOLOGICAL AND ANATOMICAL STUDIES OF Artemisia vulgaris L. (ASTERACEAE).http://www.jofamericanscience.org/journals/am-sci/am0609/91_3639am0609_806_814.pdf 16-07-2020.
  4. StuartXchange. (2016). Philippine Medicinal Plants. Damong maria. http://stuartxchange.com/Damong.html 05-02-2021.
  5. GlobinMed. (No date). Artemisia vulgaris L. https://www.globinmed.com/index.php?option=com_content&view=article&id=106288:artemisia-vulgaris-l&catid=286&Itemid=357 05-02-2021.
  6. Halina Ekiert 1, al. (2020). Significance of Artemisia vulgaris L. (Common Mugwort) in the History of Medicine and Its Possible Contemporary Applications Substantiated by Phytochemical and Pharmacological Studies.pdf 16-07-2020.
  7. Badrunasar Anas, Santoso Harry Budi . 2017. Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat. Forda Press, Jakarta.