Belimbing Wuluh

Averrhoa bilimbi L.

Oxalidaceae

Lokasi di kebun Buah

Ringkasan

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) adalah pohon setinggi hingga 10 meter dari famili Oxalidaceae yang diduga berasal dari Kepulauan Maluku, India, dan Sri Lanka, kini dibudidayakan secara komersial hingga Florida Selatan dan Hawaii. Buahnya yang masam lazim dipakai sebagai penyedap rasa dalam masakan Nusantara. Selain itu, air rebusan atau perasannya secara turun-temurun dipercaya meredakan batuk, demam, dan sakit gigi.

Agroekologi

Tanaman ini tumbuh pada dataran rendah dengan ketinggian hingga 500 m dpl. Menyukai tempat yang tidak ternaungi dan cukup lembap.

Morfologi

  • Batang bergelombang dan tidak rata.
  • Daun majemuk sepanjang 30-60 cm dengan 11-45 pasang anak daun, warna hijau, tangkai pendek, bentuk bulat telur hingga jorong dengan ujung agak runcing, pangkal membulat.
  • Bunga majemuk, tersusun dalam malai, keluar dari batang.
  • Buah berupa buni berbentuk lonjong dengan panjang 4-6 cm, warna hijau kekuningan, dan berair.

Budidaya

  • Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek, cangkok, sambung pucuk).
  • Tanam bibit pada lubang dengan diameter sekitar 25 cm dan kedalaman sekitar 30-40 cm.

Kandungan Kimia

Asam format, glukosida, peroksida, tanin, saponin, asam amino, asam sitrat, senyawa fenolik, cyaniding 3-o-h-D-gluosude, flavonoid, triterpenoid, asam oksalat.

Khasiat

Mengobati batuk, pilek, demam, flu, infeksi gigitan serangga, gondongan, diabetes, mengatasi alergi dan panu, menghilangkan bau mulut (halitosis), obat rematik, sariawan, jerawat, darah tinggi, dan sakit gigi.

Nama Lokal

Limeng ungkot, Bohlimeng (Aceh), Selemeng (Gayo), Asom, Balimbingan (Batak), Malimbi (Nias), Balimbieng (Minangkabau), Calincing (Sunda), Bhalingbhing bulu (Madura), Blingbing buloh (Bali), Limbi (Bima), Balimbeng (Flores).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Batuk dari Belimbing Wuluh

1. Batuk

  • Siapkan 10 g bunga belimbing wuluh, 5 g gula batu, 500 ml air, 2 sdm madu (bisa ditiadakan).
  • Cuci bersih bunga belimbing lalu masukkan ke wadah, tambahkan gula batu.
  • Panaskan kukusan yang berukuran kecil lalu masak bunga selama 25 menit. Setelah mendidih angkat dan saring sambil di tekan agar air sarinya keluar.
  • Minum 3 kali sehari.
Ramuan tradisional Bau mulut (heliostosis) dari Belimbing Wuluh

2. Bau mulut (heliostosis)

  • Siapkan 15 g bunga belimbing wuluh, 20 g lengkuas (memarkan), 4 butir kapulaga.
  • Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600 ml air hingga air tersisa 200 ml, saring.
  • Minum hangat-hangat.

Sumber Referensi

  1. Lim, T.K. (2012). Edible Medicinal and Non-Medicinal Plants: Vol. 1, Fruits. Springer. DOI 10.1007/978-90-481-8661-7_3. (pp.448-453).
  2. Stuart Xchange. (2017). Philippines Medicinal Plants. Averrhoa bilimbi L. http://www.stuartxchange.com/Kamias.html 20-07-2020
  3. Widyaningrum Herlina, Tim Solusi Alternatif. 2019. Kitab Tanaman Obat Nusantara.Penerbit Media Pressindo, Jakarta.
  4. Wiradimadja R., Tanwiriah W., Rusmana D. 2015. Efek penambahan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam ransum terhadap performan, karkas dan income over feed cost ayam kampung. ZIRAA'AH, 40(2): 86-91. 25-03-2021.