Bidara Arab

Ziziphus spina-christi (L.) Desf.

Rhamnaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Bidara arab (Ziziphus spina-christi) adalah perdu setinggi hingga 15 meter dari famili Rhamnaceae yang tersebar dari Afrika Utara hingga Timur Tengah dan Asia Selatan. Buahnya yang manis diolah menjadi tepung atau pasta, sementara bunganya menjadi sumber nektar madu berkualitas tinggi di Timur Tengah. Bidara arab telah lama dipakai dalam pengobatan tradisional Iran dan Afrika untuk sakit kepala, demam, dan gigitan ular.

Agroekologi

Bidara arab merupakan tanaman yang tahan terhadap kekeringan dan suhu tinggi, biasanya ditemukan di daerah kering, gurun, semi gurun, lembah dan sabana, dengan curah hujan tahunan rata-rata dari 50 mm hingga 500 mm dan suhu tahunan rata-rata dalam kisaran 19–28 °C. Tanaman ini lebih menyukai dataran aluvial dengan tanah yang dalam, tetapi juga mampu tumbuh di tanah liat (di mana air tersedia) serta di tanah yang cukup asin, biasanya pada ketinggian antara permukaan laut hingga 2000 m dpl. Berdasarkan studi ekologi, dilaporkan bahwa tegakan terbesarnya terlihat pada dataran aluvial dengan tanah lempung, lempung berpasir dan berlumpur, dan sedikit basa (pH 7-8,2) serta menyukai posisi yang cerah. Species ini juga dapat mentolerir musim kemarau 8-10 bulan dan mampu menahan genangan air hingga 2 bulan.

Morfologi

  • Akar memiliki akar tunggang yang sangat dalam dan akar lateral yang menyebar.
  • Batang berduri berpasangan (satu lurus dan yang lain melengkung) atau kadang-kadang duri tidak ada, kulit kayu berwarna abu-abu sampai cokelat, pecah-pecah, bersisik, cabang berwarna keputhan hingga berwarna jerami.
  • Daun sederhana, berseling, berbentuk bulat telur-lanset atau elips, tepi bergerigi halus atau crenulate, ujung daun lancip hingga membulat, kasar pada bagian pangkal, bulat hingga hampir berbentuk hati pada pangkalnya, tepi daun rata, gundul di permukaan atas, puber halus di bawah, vena lateral mencolok.
  • Bunga berukuran kecil, berwarna kuning-hijau dan hermaprodit, beraroma manis. Mahkota dan kelopak berlobus 5. Benang sari berjumlah lima. Perbungaan berupa cyme, berkelompok padat di ketiak daun.
  • Buah berbentuk bulat, berbiji, berwarna kuning kemerahan.
  • Biji keras, tidak dapat dipisahkan dan dikelilingi oleh daging buah.

Budidaya

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan secara generatif (biji).

Kandungan Kimia

Flavonoid, saponin, polifenol, riboflavin, tanin, sterol, triterpenoid, glikosida, minyak atsiri (geranyl acetone, methyl hexadecanoate, methyl octadecanoate, farnesyl acetone, hexadecanol, dan ethyl octadecanoate), alkaloid (ziziphine, jubanine, amfibi, alpha terpinol, dan linalol).

Khasiat

Mengobati sakit kepala, sakit perut, campak, nyeri dada dan masalah pernapasan, mengatasi gigitan ular, mengurangi abses dan bisul, berbagai luka permukaan, mengurangi radang mata, meredakan demam dan sakit gigi, rematik, menyuburkan rambut, obat penenang, pencahar, obat aborsi, memiliki sifat anthelmintik dan antidiare, antioksidan, emolien (pencegah kekeringan pada kulit) dan astringen, antihiperglikemik, antibakteri, antioksidan, dan antijamur.

Simplisia

  • Siapkan daun bidara arab segar, cuci bersih dengan air mengalir lalu tiriskan.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Widara, Dara, Bukol (Jawa), Bekul (Bali), Sawu, Rote, Kom (NTT).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Luka dari Bidara Arab

1. Luka

  • Ambil daun bidara arab segar secukupnya lalu cuci hingga bersih.
  • Rebus daun sampai lunak kemudian haluskan hingga menjadi pasta.
  • Oleskan pasta pada kulit yang luka.
Ramuan tradisional Diare dari Bidara Arab

2. Diare

  • Siapkan daun bidara arab segar secukupnya lalu cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Peras pasta daun ambil ekstaknya.
  • Minum ekstak daun untuk meringankan diare.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Ziziphus spina-christi (L.) Desf. http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:719427-1. 30-10-2021.
  2. Useful Tropical Plants Database. 2021. Ziziphus spina-christi. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Ziziphus+spina-christi. 30-10-2021.
  3. CAB International. 2021. Invasive Species Compendium: Ziziphus spina-christi (Christ's thorn jujube). https://www.cabi.org/isc/datasheet/57569#todescription. 30-10-2021.
  4. Hakim A.R., Syafnir L., Maulana I.T. 2020. Potensi Daun Bidara Arab (Ziziphus Spina-Christi L.) Sebagai Penyubur Rambut. Prosiding Farmasi 6(2). http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.23997.
  5. Asgarpanah J., Haghighat E. 2012. Review: Phytochemistry and pharmacologic properties of Ziziphus spina christi (L.) Willd. African Journal of Pharmacy and Pharmacology Vol. 6(31): 2332-2339. DOI: 10.5897/AJPP12.509.
  6. Saied S.A., Gebauer J., Hammer K. 2008. Ziziphus spina-christi (L.) Willd.: a multipurpose fruit tree. Genet Resour Crop Evol, 55:929–937. DOI 10.1007/s10722-007-9299-1.