Blustru

Luffa aegyptiaca Mill.

Cucurbitaceae

Lokasi di kebun Sayuran

Ringkasan

Blustru atau oyong (Luffa aegyptiaca) adalah tumbuhan merambat semusim sepanjang hingga 10 meter dari famili Cucurbitaceae yang diduga berasal dari China dan kini banyak ditanam di kebun-kebun Jawa maupun kawasan Asia Tenggara lainnya. Buah, daun muda, dan kuncup bunganya lazim diolah sebagai sayuran sehari-hari. Hampir seluruh bagian tanaman ini dipakai sebagai obat tradisional, mulai dari buahnya untuk demam hingga sabutnya untuk meredakan rematik dan pegal linu.

Agroekologi

Blustru tumbuh baik di daerah tropis. Hidup pada ketinggian 500-1.500 m dpl, memerlukan iklim kering dengan persediaan air yang cukup sepanjang musim. Suhu yang diperlukan sekitar 18-24°C dengan kelembapan kira-kira 50-60%. Curah hujan 50-100 mm/bulan, pH tanah 5,5-6,5.

Morfologi

  • Akar tunggang yang memiliki serabut akar.
  • Batang memanjat dengan sulur-sulur, bersudut lima, berwarna hijau.
  • Daun tunggal, panjang tangkai 4-9 cm, letak berseling.
  • Bunga berkelamin tunggal, mahkota berwarna kuning.
  • Buah silindris 10-50 cm, bagian dalam terdapat anyaman sabut yang rapat.
  • Biji gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, berwarna hitam.

Budidaya

  • Perkembangbiakan dengan biji.
  • Tanam bibit pada lubang tanam 25 cm x 20 cm dengan jarak tanam 50-60 cm x 200 cm.

Kandungan Kimia

Saponin, asam kumarik, apigenin, luteolin, alkaloid, tanin, asam oleanolik, karotenoid, flavonoid, terpenoid, kardiak glikosida, phlobatannins, steroid.

Khasiat

Buah: demam, batuk sesak, keputihan, haid tidak teratur, ASI tidak lancar, sukar buang air besar, pendarahan. Biji: edema, batu saluran kencing, cacingan, sakit pinggang. Daun: sesak napas, radang testis (orkitis), luka bakar, bisul, wasir, kurap, dan digigit ular. Kulit buah: abses daerah rektum (ujung usus besar) dan luka. Bunga: batuk sesak, sakit tenggorokan, sinusitis, wasir, dan bisul. Sabut: rematik sendi, pegal linu, batuk berdahak, payudara bengkak.

Simplisia

  • Siapkan dan cuci akar blustru sampai bersih.
  • Bakar dengan alas genting sampai kering
  • Setelah kering giling/haluskan akar sampai menjadi serbuk dan simpan ke dalam kemasan yang tertutup rapat dan kedap udara.

Nama Lokal

Hurung jawa, Ketola, Timput (Palembang), Lopang, Oyong (Sunda), Bestru, Blestru (Jawa), Dodahala (Halmahera), Gambas belut.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Wasir dari Blustru

1. Wasir

  • Siapkan 20 lbr daun blustru lalu cuci dan rajang-rajang. Masukkan ke dalam 8 â„“ air dan rebus selama10 menit kemudian saring.
  • Pasien wasir duduk berendam dalam air rebusan tersebut selagi hangat. Ulangi beberapa kali hingga wasir benar-benar hilang.
Ramuan tradisional Haid tidak teratur dari Blustru

2. Haid tidak teratur

  • Cuci buah blustru sebesar 5 cm sampai bersihl alu parut.
  • Tambahkan ½ cangkir air masak dan seujung sdt garam halus sambil diperas.
  • Setelah rata campuran tersebut diperas dan disaring.
  • Air perasan tersebut diminum sekaligus.
  • Lakukan sehari 3 kali.

Sumber Referensi

  1. Al-Snafi, A.E. (2019). Constituents and pharmacology of Luffa cylindrica- A review. IOSR Journal Of Pharmacy. Vol.9: 68-79.
  2. CABI. (No date). Invasive Species Compendium. Luffa aegyptiaca. https://www.cabi.org/isc/datasheet/31693. 20-07-2020
  3. Fern, Ken. (2014). Useful Tropical Plants Database. Luffa aegyptiaca. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Luffa+aegyptiaca. 20-07-2020
  4. Lim, T.K. (2012). Edible Medicinal And Non-Medicinal Plants: Vol. 2, Fruits. Springer. pp.320-330.
  5. StuartXchange. (2018). Philippines Medicinal Plants: Patolang bilog. http://www.stuartxchange.org/PatolangBilog.html. 17-12-2020