Buak cau
Ringkasan
Buak cau (Ohwia caudata) adalah perdu setinggi 1-2 meter dari famili Fabaceae yang tersebar dari China dan Jepang hingga Indonesia. Dalam pengobatan tradisional China, akar atau seluruh tanaman ini dipakai mengatasi demam dan gastroenteritis, dengan studi farmakologi modern turut membuktikan sifat analgesik dan antiinflamasinya. Akar dan daun buak cau juga dipakai sebagai pestisida alami.
Agroekologi
Buak cau dapat tumbuh dengan baik di tanah yang lembap, tetapi dikeringkan dengan baik, berdrainase baik. Pertumbuhannya menghendaki sinar matahari penuh (6-8 jam) dengan tingkat kebutuhan air moderat atau sedang. Di China, tanaman ini dapat ditemukan tumbuh di lereng gunung, tepi jalan, padang rumput, tepi sungai, dan tepi hutan, pada ketinggian 100-1.000 m dpl. Tanaman Ini membentuk hubungan simbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen dan memungkinkannya tumbuh di tanah yang tidak subur.
Morfologi
- Akar memiliki bintil untuk mengikat nitrogen.
- Batang memiliki kulit luar berwarna cokelat keabu-abuan, bercabang banyak, tegak, berkayu.
- Daun majemuk, beranak daun tiga (trifoliate), helai daun berbentuk lanset hingga lonjong, ujung daun meruncing, pangkal daun runcing, kasar, puber (berbulu pendek dan halus) di kedua sisi, tepi daun halus atau rata, tulang daun menyirip. Permukaan atas berwarna hijau, dan bagian bawahnya berwarna abu-abu.
- Bunga berwarna putih kehijauan hingga kekuningan, rachis (tangkai perbungaan) rapat ditutupi bulu lembut, bunga disusun berpasangan di sepanjang rachis. Tipe perbungaan tersusun dalam bentuk tandan (raceme).
- Buah polong, linier, sempit dan pipih, berwarna hijau dan menjadi cokelat ketika matang, berbulu, polong terbagi menjadi 4-8 segmen.
- Biji berbentuk bulat telur, pipih.
Budidaya
- Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek batang dan stek akar).
- Benih biasanya berkecambah dalam waktu 1-4 bulan pada suhu 25 °C.
Kandungan Kimia
Caudatan A dan caudatan B, flavonoid (2'-hydroxyl yokovanol, 2'-hydroxyl neophellamuretin, yokovanol, swertisin, spinosin, 7-methyl-apigenin-6-C-β-glucopyranosyl 2″-O-β-d-xylopyranoside), triterpenoid, dan alkaloid.
Khasiat
Mengobati rematik punggung, diare, pilek, demam, gastroenteritis (infeksi usus atau perut yang disebabkan oleh virus), disentri, rheumatic arthritis. Memiliki aktivitas sebagai analgesik, antipiretik, antiseptik, diuretik, dan depuratif (pembersih darah).
Nama Lokal
Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Demam
- Cuci seluruh bagian tanaman buak cau hingga bersih.
- Rebus seluruh tanaman dengan air sampai mendididh.
- Saring hasil rebusan.
- Minum.
Sumber Referensi
- Useful Tropical Plants Database. 2014. Ohwia caudata. https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Ohwia+caudata. 18-09-2021.
- Flora Fauna Web. 2019. Desmodium caudatum (Thunb.) DC. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/9/3915. 18-09-2021.
- Kwon EB, Yang HJ, Choi JG, Li W. 2020. Protective Effect of Flavonoids from Ohwia caudata against Influenza a Virus Infection. Molecules 25. doi:10.3390/molecules25194387.
- Li J et al. 2018. Pharmacognostical study of Desmodium caudatum. Annals of the Brazilian Academy of Sciences 91(2): e20180637.
- Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Ohwia caudata (Thunb.) H.Ohashi. http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:1008958-1. 18-09-2021.