Bunga Daylili

Hemerocallis fulva (L.) L.

Asphodelaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Hemerocallis fulva atau bunga daylili adalah tumbuhan berbunga asal Asia Timur, terutama Tiongkok, yang telah dibudidayakan luas di kawasan beriklim sedang dan subtropis sebagai tanaman hias berkat warna bunganya yang mencolok. Selain dimanfaatkan sebagai bahan pangan—bunga dan tunas mudanya populer dikonsumsi di sebagian Asia Timur—rimpangnya memiliki sejarah panjang penggunaan dalam pengobatan tradisional, termasuk untuk penanganan kanker, meski daun dalam jumlah besar diketahui bersifat halusinogen.

Agroekologi

Bunga daylili umumnya dapat ditemukan tumbuh di hutan, semak belukar, padang rumput, tepi sungai, dataran banjir, parit, tepi hutan, pemakaman, perbatasan hutan, area di sepanjang rel kereta api dan pinggir jalan, pada ketinggian 300 - 2.500 m dpl. Spesies ini tahan terhadap suhu sekitar -20 °C. Berhasil tumbuh di sebagian besar tanah, termasuk tanah dengan kondisi kering, tetapi lebih menyukai tanah dengan kondisi lembap, kaya hara, dengan derajat keasaman (pH) tanah antara 6 dan 7, serta tumbuh baik di tanah liat yang berat. Spesies ini menyukai posisi cerah, namun dapat mentoleransi naungan parsial.

Morfologi

  • Akar utama berdaging dengan bagian berbonggol bengkak di dekat ujungnya, memilik rimpang. Akar serabut tumbuh dan membentuk sistem yang padat.
  • Batang halus, bulat, tidak berdaun dan bercabang di bagian atas.
  • Daun basal, berwarna hijau terang, panjang, berbentuk linier seperti pedang, panjangnya sekitar 50 - 90 cm dan lebar 1 - 2,8 cm, melengkung ke tanah, tersusun berpasangan dan hanya tumbuh di pangkal tanaman, permukaan daun tidak berbulu, halus dan sedikit terlipat, dengan punggungan tengah memanjang di bagian belakang daun.
  • Bunga besar dengan ukuran bunga ± 15 cm, berbentuk seperti terompet atau corong. Memiliki 6 tepal (3 petal dan 3 sepal yang bentuknya mirip), yang bersatu di pangkal, tetapi menyebar ke luar dan ke belakang menuju ujungnya, 3 tepal dalam agak lebih lebar dari 3 tepal luar, tepal berbentuk lonjong, halus dan tebal, berwarna oranye, kuning kecokelatan, mekar tanpa bintik dengan garis tengah yang bertahan selama satu hari, tepi setiap tepal digulung. Tenggorokan bunga berwarna kuning, di sekelilingnya terdapat pita merah, sedangkan sisa bunganya berwarna oranye. Batang bunga tak berdaun. Benang sari berjumlah 6, putik berbentuk silindris. Kuncup bunga berwarna hijau hingga oranye kehijauan, lonjong. Perbungaan adalah kelompok terminal bunga bertangkai panjang (cyme) di atas scape. Kelompok (cluster) dapat menghasilkan sebanyak 10 hingga 20 bunga, tetapi bunga dalam cluster terbuka satu per satu, masing-masing hanya untuk satu hari.
  • Buah kapsul ellipsoid, 3-katup, panjangnya sekitar 2–2,5 cm dan lebar 1,2–1,5 cm, pecah saat matang untuk melepaskan biji.
  • Biji sedikit, berwarna hitam.

Budidaya

  • Perbanyakan tanaman melalui biji, rimpang dan pembagian rumpun.
  • Benih harus disimpan pada suhu 15 - 20 °C. Mereka biasanya membutuhkan waktu dua hingga tujuh minggu untuk berkecambah dan tanaman harus ditanam dengan jarak sekitar 40 cm.

Kandungan Kimia

Asam hidroksiglutamat, chrysophanol, colchicine, rhein, antrakuinon, 9 glikosida (sweroside, laganin, picraquassioside C, puerarin, 3'-methoxypuerarin, 7-hydro xylnaphthalide-O-beta-D-glucopyranoside, orcinol-3-O-beta-glucopyranoside, HN saponin F, hederagenin-3-0-beta D-glucopyranosyl-(1-3)-alpha-L-arabinopyranoside-28-O-beta-D-glucopyranosyl ester).

Khasiat

Menurunkan panas, mengobati penyakit kuning, sembelit, pneumonia, membersihkan darah, obat pencahar ringan, obat penenang, menangkal keracunan arsenik, mengobati kanker, wasir, radang paru-paru, pilek serta batuk pada bayi dan anak-anak, batuk, bengkak, haid yang tidak teratur atau tidak normal, keputihan, mengobati edema (pembengkakan akibat retensi cairan), mengobati pendarahan dari panca indera atau jaringan subkutan, mengobati darah dalam tinja. Bersifat anodyne, antimikroba, diuretik, antiemetik, antitumor, antispasmodik, tuberkulostatik, depurative, anthelmintik terhadap cacing parasit penyebab filariasis.

Simplisia

  • Siapkan rimpang bunga daylili, cuci bersih dengan air mengalir.
  • Potong-potong agar mudah kering.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Haluskan menggunakan blender hingga menjadi bubuk.
  • Simpan pada wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Turuta (Maluku).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Kanker dari Bunga Daylili

1. Kanker

  • Ambil rimpang bunga daylili cuci hingga bersih.
  • Rebus rimpang hingga mendidih.
  • Biarkan hangat/dingin saring lalu minum.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. Plants of the World Online: Hemerocallis fulva (L.) L. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:536335-1. 17-04-2022.
  2. Temperate Plants Database, Ken Fern. 2021. Hemerocallis fulva. https://temperate.theferns.info/plant/Hemerocallis+fulva. 17-04-2022.
  3. NC State Extension. Hemerocallis fulva. https://plants.ces.ncsu.edu/plants/hemerocallis-fulva/. 17-04-2022.
  4. Healthbenefitstimes. 2021. Facts about Orange Daylily. https://www.healthbenefitstimes.com/orange-daylily/. 17-04-2022.
  5. Zhong-Duo L Yang, Tao Li, Yuan-Chao Li. 2008. Chemical constituents in root of Hemerocallis fulva. China Journal of Chinese Materia Medica, 33(3): 269-272. https://www.researchgate.net/publication/5320038_Chemical_constituents_in_root_of_Hemerocallis_fulva. 17-04-2022.
  6. Natural Products Research Institute Seoul National University. 1998. Medicinal Plants in the Republic of Korea. Information on 150 commonly used medicinal plants. WHO Regional Publications Western Pacific Series No. 21.