Bunga Pancur
Ringkasan
Bunga pancur (Impatiens platypetala) adalah herba setinggi 30-100 cm dari famili Balsaminaceae yang berasal dari Asia Selatan dan Tenggara, diperkenalkan ke Amerika pada abad ke-19. Tanaman ini umumnya tumbuh di hutan pegunungan tropis dan tersebar luas di Jawa. Secara tradisional, bunga pancur dipercaya membantu meredakan pembengkakan, mempercepat penyembuhan tulang patah, dan meluruhkan haid.
Agroekologi
Tanaman ini dapat hidup di daerah semi tropikal, namun tidak dapat hidup di daerah yang kering dan gersang. Tumbuh secara alami dari ketinggian 0-1.250 m dpl pada lahan basah.
Morfologi
- Akar tunggang.
- Batang basah, lunak, bulat, bercabang warna kehijauan.
- Daun warna hijau muda panjang 6-15 cm lebar 2-3 cm.
- Bunga berbentuk elip, dapat pecah dengan mudah, jika matang akan menjadi 5 bagian yang terpilin, bunga terkumpul 1-3, daun mahkota memanjang berjumlah 5. Bunga berwarna merah, oranye, ungu, dan putih.
- Buah hijau pada saat muda dan kuning setelah tua, bentuk kapsul bulat lonjong.
Budidaya
- Perbanyakan dengan cara menyebar benihnya di media tanam.
- Buat lobang tanah dengan jarak 8-30 cm.
- Kelembapan media tanam selalu dijaga. Pemeliharaan dengan memangkas tanaman supaya batangnya tidak tinggi.
Kandungan Kimia
Flavonoid, antosianin (cyanidin-3-glycoside), kaemferol, senyawa fenolik.
Khasiat
Mengurangi pembengkakan dan radang kulit, mengobati tulang patah, bisul, keputihan, tekanan darah tinggi, peluruh haid, rematik, sakit pinggang, sakit perut, dan sakit kuning.
Nama Lokal
Lahine (Sumatra), Kimhong, Pacar cai (Jawa), Tilanggele duluko (Sulawesi), Bunga jabelu (Maluku)
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Sakit perut pada anak-anak
- Siapkan 20 g daun pancur segar.
- Cuci bahan hingga bersih kemudian tumbuk sampai lumat.
- Tempelkan pada perut anak yang sakit.
2. Iritasi pada kulit
- Petik daun pancur segar secukupnya.
- Cuci hingga bersih kemudian tumbuk daun hingga menjadi pasta.
- Tempelkan pada bagian kulit yang terkena iritasi.
Sumber Referensi
- Globinmed. (No date). Impatiens platypetala Lindley. https://globinmed.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62943:impatiens-platypetala-lindley&catid=8&Itemid=319. 17-11-2020.
- Marina Silalahi, Endang C. Purba, Wendy A. Mustaqim. (2019). Impatiens platypetala. Tumbuhan Obat Sumatera Utara pp. 56-57. UKI Press. http://repository.uki.ac.id/649/1/draft_pt2.pdf. 17-11-2020.
- Taha, Rosna, M . (2016). PROSEA. Impatiens platypetala. https://uses.plantnet-project.org/en/Impatiens_platypetala_(PROSEA) 17-11-2020.
- Fern, Ken. (2019). Useful Tropical Plants. Impatiens platypetala Lindl. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Impatiens+platypetala. 16-02-2021.