Bunga Pukul Empat
Ringkasan
Mirabilis jalapa atau bunga pukul empat diduga berasal dari Meksiko hingga Amerika Tengah, dan telah dibudidayakan sebagai tanaman hias sejak tahun 1500-an ke berbagai benua. Selain bunganya yang indah, tumbuhan ini juga menjadi sumber pewarna alami untuk kosmetik dan kue, daunnya dapat dimakan sebagai makanan darurat, serta bijinya dipakai sebagai pengganti lada. Di beberapa negara, bunga pukul empat justru dianggap invasif, meski secara tradisional tetap dipakai mengobati bisul, diare, dan demam.
Agroekologi
Habitat asli M. jalapa diyakini berada di tepi hutan, semak belukar, dan padang rumput. Spesies ini juga banyak ditemukan tumbuh di tanah limbah, lokasi terganggu, pinggir jalan, ladang terbengkalai, dan rel kereta api. Ditemukan pada ketinggian mulai dari dekat permukaan laut hingga 3000 m dpl. M. jalapa dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah, asalkan subur, berdrainase baik, baik di bawah kondisi sinar matahari penuh (6 - 8 jam sinar matahari) hingga teduh parsial, dengan derajat keasaman (pH) tanah 6,1 hingga 7,8. Pertumbuhan M. jalapa juga toleran terhadap garam dan kekeringan.
Morfologi
- Akar tunggang, berbonggol (berumbi), berwarna hitam atau hitam kecokelatan.
- Batang tegak, bercabang banyak, silindris, gundul atau sedikit puber, menggembung pada nodus.
- Daun unifoliate, tersusun bersebrangan (opposite), berbentuk bulat telur (ovate) atau ovatetriangular. Pangkal daun terpotong (truncate) atau berbentuk hati (cordate), tepi daun rata, ujung daun meruncing (acuminate), venasi menyirip. Tangkai daun sekitar 1-4 cm.
- Bunga biasanya berkelompok di puncak cabang, tersusun dalam 3-7 kelompok, berbentuk terompet, beraroma lemon. Involucre campanulate, berlobus 5, lobus segitiga-bulat telur, runcing, gundul. Perianth (perhiasan bunga) beragam warna (ungu, merah, kuning, putih, atau variegated), berbentuk tabung, membuka pada sore hari dan menutup keesokan paginya. Benang sari berjumlah 5, tangkai sai (filamen) ramping, kepala sari (anther) bulat (globose).
- Buah kering, berwarna cokelat tua hingga hitam, berbentuk bulat telur sempit, berdiameter 5-8 mm, seperti biji, berusuk, keriput dan berlapis. Endosperma bertepung putih.
Budidaya
- Perbanyakan tanaman dapat dilakukan secara generatif melalui biji dan secara vegetatif melalui umbi dan stek batang.
- Meskipun bunga secara morfologi diadaptasi untuk penyilangan, namun spesies ini dilaporkan sebagian besar merupakan selfer. Spesies ini dapat melakukan penyerbukan sendiri dengan cara benang sari menggelinding ke arah kepala putik ketika bunga menutup.
Kandungan Kimia
Oxymethylanthroquinone, trigonelline, galactose, arabinose, steroids, tanin, saponin, inulin, flavonoid, glycosides, triterpenoid, chrysophanol, physcion, stigmasterol, mirabijalone A, boeravinone C, aurantiamide acetate, glycerin monoeicosate, β-sitosterol, 4-hydroxy-3-methoxybenzoic acid, astragaloside II, astragaloside II, astragaloside IV, astragaloside VI, flazin, 4'-hydroxy-2, 3-dihydroflavone 7-beta-D-glucopyranoside, gingerglycolipid A, 3, 4-dihydroxybenzaldehyd, p-hydroxybenzaldehyde, beta-sitosterol, daucosterol, senyawa fenolik (hydroxycinnamic acids, isoflavonoids, kumarin).
Khasiat
Mengobati sakit gembur-gembur, kudis, bisul, abses, eksim, infeksi kulit dan gatal-gatal, diabetes, pembengkakan otot, infeksi saluran kencing, diare, disentri, gangguan pencernaan, ruam, wasir, konjungtivitis, mengurangi pembengkakan karena patah tulang dan pembengkakan biasa, menurunkan demam, meredakan sakit kepala, mengobati luka sifilis, mengatasi keputihan, mengatasi parasit usus. Bersifat sebagai afrodisiak, diuretik, pencahar, dan antiradang.
Simplisia
- Siapkan akar segar bunga pukul empat secukupnya, cuci bersih dengan air mengalir lalu tiriskan.
- Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
- Simpan pada wadah bersih dan kedap udara.
Nama Lokal
Kembang pagi sore, Kembang pukul empat, Bunga waktu kechil (Melayu), Kederat, Segerat, Tegerat (Jawa), Noja (Bali), Bungga Ledonosko (Roti), Loro Laka (Timor), Bunga-bunga paranggi (Makasar), Pukul ampa (Minahasa), Kupa oras (Ambon), Cako rana (Ternate).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Bisul
- Siapkan daun bunga pukul empat secukupnya cuci hingga bersih.
- Haluskan hingga menjadi pasta.
- Tapal pasta daun pada daerah yang sakit.
2. Obat pencahar
- Ambil daun bunga pukul empat secukupnya cuci hingga bersih.
- Rebus hingga mendidih.
- Biarkan hangat/dingin.
- Saring lalu minum.
Sumber Referensi
- Royal Botanic gardens, Kew. Plants of the World Online: Mirabilis jalapa L.. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:162591-2. 09-12-2022.
- CABI. 2022. Mirabilis jalapa (four o'clock flower). https://www.cabidigitallibrary.org/doi/10.1079/cabicompendium.34254. 09-12-2022.
- Stuartxchange. 2021. Philippine Medicinal Plants: A las cuatro. http://www.stuartxchange.org/AlasCuatro.html. 09-12-2022.
- Flora Fauna Web. 2022. Mirabilis jalapa L.. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/2/2227. 09-12-2022.