Calla Lily
Ringkasan
Zantedeschia aethiopica atau calla lily berasal dari Lesotho, Afrika Selatan, dan Swaziland, dinamai untuk menghormati ahli botani Italia Giovanni Zantedeschi, dan kini dinaturalisasi luas di berbagai benua sebagai tanaman hias maupun bunga potong komersial. Di Afrika Selatan, tumbuhan ini menjadi salah satu tanaman obat berharga yang dipakai mengatasi hingga 33 jenis penyakit, meski daun dan batangnya mengandung kristal kalsium oksalat yang mengiritasi bila dikonsumsi mentah dan harus dimasak terlebih dahulu. Calla lily bahkan tercatat sebagai salah satu penyebab utama kasus keracunan tanaman di Johannesburg dan Selandia Baru.
Agroekologi
Di Afrika Selatan, Z. aethiopica telah tercatat ditemukan tumbuh di daerah berpasir atau tempat berbatu, aliran sungai, sepanjang pantai, gunung padang rumput, pada ketinggian mulai dari 20 m sampai 2.250 m dpl. Pertumbuhannya menyukai tempat yang lembap dan banyak air.
Morfologi
- Akar berbentuk kontraktil (muncul dari atas umbi batang dan sela-sela daun). Akar berwarna putih, berdaging, rimpang tebal.
- Batang tumbuh tegak, berbentuk bulat, lunak tidak berkayu, panjangnya sekitar 30 - 60 cm. Bagian batang di bawah tanah berukuran tebal.
- Daun berwarna hijau gelap, mengkilap, berdaging, berukuran besar, kasar dan tidak berbulu, berbentuk bulat telur atau ovate-cordate atau seperti mata panah, dengan ujung daun lancip. Tulang daun menyirip paralel, ditandai dengan tangkai daun yang tebal dan kenyal.
- Bunga monoecius, berbentuk corong menyempit ke ujung. Kelopak luar yaitu spathe berbentuk seperti daun yang lebar berwarna putih hingga putih krem, berdaging. Di dalam spathe, terdapat spadix (lebih pendek dari spathe) yang berwarna kuning cerah.
- Buah seperti beri kecil dan berjumlah banyak, berbentuk bulat, tumbuh di dasar spadix. Buah berbentuk meruncing ke dasar, berwarna hijau dan berubah menjadi oranye ketika sudah matang.
- Biji berpati subglobose atau bulat telur, berjumlah 1-12.
Budidaya
Perbanyakan tanaman melalui biji dan pemisahan rumpun.
Kandungan Kimia
Antrakuinon, glikosida jantung, flavonoid, saponin, steroid, sukrosa, tanin, terpenoid, sitokinin, triterpen sikloartana, galaktolipid, galaktosildiasilgliserol, phytosterols.
Khasiat
Mengobati bisul, luka bakar, asam urat, radang, gigitan serangga, rematik, koreng dan luka, mengatasi gangguan pernapasan (termasuk asma dan bronkitis), pilek, flu, sakit kepala, mulas, infeksi, kemandulan, sakit tenggorokan, menurunkan demam. Memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antifungi, antitrombotik dan antikoagulan, antioksidan, dan antihistamin.
Nama Lokal
Bunga Calla.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Mengobati bisul
- Ambil selembar daun calla lily cuci hingga bersih.
- Balut daun pada daerah yang sakit.
2. Mengobati asma
- Ambil rimpang calla lily secukupnya cuci hingga bersih.
- Rebus hingga mendidih.
- Biarkan hangat/dingin.
- Saring dan tambahkan secukupnya madu lalu minum.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online: Zantedeschia aethiopica (L.) Spreng.. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:89403-1. 08-12-2022.
- Westford Bridge. Zantedeschia aethiopica. www.westfordbridge.co.za/zantedeschia_aethiopica.htm. 08-12-2022.
- Maroyi A. 2019. ZANTEDESCHIA AETHIOPICA (L.) SPRENG.: A REVIEW OF ITS MEDICINAL USES, PHYTOCHEMISTRY, AND BIOLOGICAL ACTIVITIES. Asian Jounal of Pharmaceutical and Clinical Research. 12(8).