Cemplonan
Ringkasan
Cemplonan (Drymaria cordata) adalah herba menjalar sepanjang hingga 1 meter dari famili Caryophyllaceae, aslinya berasal dari Amerika tropis sebelum menyebar ke Asia Tenggara, India, China, hingga Australia. Bunganya yang mungil dan menarik menyimpan khasiat pengobatan, salah satunya sebagai bahan campuran minyak Karo khas Sumatra Utara. Tanaman ini juga dipakai meredakan bisul, demam, dan gangguan pernapasan seperti bronkitis.
Agroekologi
Tumbuh baik di daerah lembap dan teduh, di sepanjang tepi jalan, sungai, parit, hutan sekunder di ketinggian 10-2.000 m dpl. Suhu berkisar 25 °C, menyukai tanah berpasir, lempung, dan liat dengan pH antara 6,1-7,8.
Morfologi
- Akar berwarna putih.
- Batang menjalar, merambat mencapai 1 m, warna hijau.
- Daun permukaannya berwarna hijau kebiruan dengan lapisan lilin yang halus.
- Bunga bentuk payung dengan kelopak menyerupai corong bercangap. Mahkota bunga berbentuk bintang, warna putih.
- Buah lonjong, diselimuti oleh selaput buah, berwarna hijau.
- Biji warna hitam, bulat, dan kecil.
Budidaya
- Perbanyakan menggunakan stek batang, pemisahan anakan, dan biji.
- Berikan pupuk organik, jika anda ingin menggunakannya sebagai tanaman obat.
Kandungan Kimia
Alkaloid, polifenol, saponin, cordatamine, tanin, glycosides, flavonoid, diterpenes, steroid, stigmasterol, triterpenes.
Khasiat
Obat bisul (furunculus), urus-urus, herpes, menurunkan panas dan antidemam (antipiretik), analgesik, gangguan pernafasan (pilek, bronkitis), hepatitis, lambung, tapal luka, tumor, kusta, gangguan pada mata, edema kaki, tumor, antiinflamasi, antibakteri.
Simplisia
- Kumpulkan seluruh bagian tanaman kemudian cuci bersih.
- Kering anginkan dalam wadah tampah hingga beberapa hari atau menggunakan oven dengan suhu 40 °C hingga kadar air kurang dari 10%.
- Simpan bahan kering pada wadah tertutup.
Nama Lokal
Sirampas bide (Karo), Piti-piti (Makasar), Jukut ibun (Sunda), Angleng, Kantingan, Randa nunut, Selaton, Cebungan (Jawa), Rekere nindu (Madura).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Bisul
- Tumbuk daun cemplonan segar secukupnya sampai halus.
- Tempelkan pada bagian yang terkena bisul.
2. Demam dan urus-urus
- Cuci bersih 25 g daun cemplonan segar, tumbuk sampai halus kemudian peras dan saring.
- Minum sekaligus 1 kali sehari.
Sumber Referensi
- Adeyemi OO, Akindele AJ, Nwaubani N. 2008. Anti-inflammatory activity of Drymaria cordata extract. J. Nat. Remedies 8(1): 93-100.
- Mukherjee PK, Saha K, Bhattacharya S, Giri SN, Pal M, Saha BP. 1997. Studies on antitussive activity of Drymaria cordata Willd. (Caryophyllaceae). J. Ethnopharmacol. 56(1):77-80.
- Bhattacharya S, Saha K, Giri SN, Pal M, Saha BP. 1997. Antibacterial evaluation of Drymaria cordata Willd (Fam. Caryophyllaceae) extract. Phytotherapy Res. 11(3): 249-250.
- Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Drymaria cordata. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Drymaria+cordata 18-01-2021
- Kinho Julianus dkk. 2011. Tumbuhan obat tradisional di sulawesi utara Jilid II. Balai Penelitian Kehutanan Manado Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kementerian Kehutanan
- Philippine Medicinal Plants. Bakalanga. Drymaria cordata (L.) Willd. ex Schult. Tropical Chickweed. http://www.stuartxchange.org/Bakalanga.html 4-03-2021