Cincau Hitam

Platostoma palustre (Blume) A.J.Paton

Lamiaceae

Lokasi di kebun Sayuran

Ringkasan

Cincau hitam (Platostoma palustre) adalah perdu merumpun setinggi 30-60 cm dari famili Lamiaceae yang tersebar di Asia Timur dan Tenggara, dengan nama 'cincau' yang diambil dari bahasa Hokkian 'sienchau'. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di Sumatra Utara, Jawa, hingga Sulawesi dan diolah menjadi agar-agar hitam yang menyegarkan. Cincau hitam juga dipercaya bersifat hepatoprotektor dan membantu mencegah pembentukan sel kanker.

Agroekologi

Tanaman ini tumbuh di tempat pada ketinggian hingga 2.300 m dpl, umumnya banyak ditemukan di hutan-hutan dan tumbuh secara liar, tetapi cincau hitam juga cocok ditanam di tegalan, pekarangan, dan ladang, baik secara monokultur atau tumpang sari.

Morfologi

  • Akar serabut.
  • Batang beruas, berbulu halus, bentuk menyerupai segiempat, banyak cabang pada bagian dasar, warna kemerahan.
  • Daun hijau, lonjong, tipis lemas, ujung runcing, pangkal tepi daun bergerigi, berbulu halus.
  • Bunga majemuk, berwarna putih keunguan.
  • Biji hitam, sangat kecil (1 mm), bulat memanjang atau elips.

Budidaya

  • Perbanyakan generatif (biji), vegetatif (stek ).
  • Waktu panen terbaik adalah 7 bulan setelah tanam.
  • Perlu pemupukan N yang tinggi agar produksi daun banyak.

Kandungan Kimia

β-carotene, α-tocopherol, asam kafeat, protocatechuic acid, ρ-hedroxybenzoic acid, vanillic acid, syringic acid, flavonoid, tanin.

Khasiat

Antimutagenik, hepatoprotektor (pelindung hati), antioksidan, imunomodulator (penambah kekebalan tubuh) dan berpotensi mencegah karsinogenesis (pembentukan kanker), antidiare, antidiabetes, antihipertensi, keputihan dan sakit perut.

Simplisia

  • Cuci daun cincau segar dengan air dingin.
  • Keringkan dengan oven 50 °C (18 jam) atau dijemur dari jam 08.00 sampai 15.00 selama tiga hari (total 21 jam).
  • Iris daun yang telah kering sekitar 3 cm. Siap digunakan giling dan diayak dengan ayakan berdiameter 0,5 mm. Bubuk cincau siap untuk digunakan.

Nama Lokal

Janggelan (Jawa) Camcauh (Sunda), Juju, Kepleng, Krotok, Tarawaluh, Tahulu (Melayu).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Keputihan dan sakit perut dari Cincau Hitam

1. Keputihan dan sakit perut

  • Cuci bersih seluruh bagian tanaman cincau hitam
  • Tumbuk bahan kemudian rebus dengan 5 gelas air selama 15 menit.
  • Setelah dingin diperas dan disaring.
  • Hasil saringan ditambah 5 g gula merah (atau sesuai selera), aduk hingga rata
  • Minum 3 kali sehari sama banyak pagi, siang dan sore hari.