Crotalaria quinquefolia
Ringkasan
Crotalaria quinquefolia adalah herba tegak semusim setinggi hingga 2 meter dari famili Fabaceae, gulma yang tersebar dari India hingga Australia. Daunnya sering dikombinasikan dengan Crotalaria retusa sebagai penurun demam tradisional, sementara bijinya dipakai mengobati gigitan ular dan kaki seribu. Kulit kayunya juga menjadi sumber serat yang baik, dan bunganya yang dikukus bisa disantap sebagai sayuran.
Agroekologi
Crotalaria quinquefolia biasanya tumbuh menjadi gulma di ladang, terutama sawah basah dan tempat lembap, juga ditemukan di hutan terbuka, rawa, sepanjang pinggir jalan, ladang tua, dan tempat sampah, pada ketinggian hingga 900 m dpl. Tanaman ini menyukai posisi cerah di bawah sinar matahari, dengan kondisi tanah kering hingga lembap, dan berdrainase baik.
Morfologi
- Akar tunggang.
- Batang memiliki cabang beralur bersudut, berwarna kehijauan, tidak berduri, berbulu.
- Daun berseling, majemuk palmately beranak daun lima (5-foliolate), stipula berbentuk sabit, helai daun berbentuk linier-lonjong, tepi daun rata, gundul di permukaan atas, berbulu di permukaan bawah, tangkai daun panjang.
- Bunga memiliki mahkota berwarna kuning, berurat merah muda-ungu, ukuran lebih besar dari kelopak, helainya berbentuk hampir bulat, berparuh. Kelopak gundul, panjangnya setengah panjang mahkota. Benang sari berjumlah sepuluh, kepala sari pada dua tingkat yang berbeda (filamen panjang dan pendek bergantian), filamen disatukan dalam selubung terbuka. Perbungaan berupa raceme terminal.
- Buah polong silindris, berukuran besar, panjangnya sekitar 7 cm dan diameternya 2 cm, gundul, berwarna cokelat, setiap buah berisi hingga 30 biji. Buah menggembung, dan saat matang biji yang lepas akan berbunyi di dalam.
- Biji berbentuk seperti ginjal (reniform), sekitar 4 mm × 3,5 mm, berwarna kecokelatan.
Budidaya
- Perbanyakan secara generatif (biji).
- Merendam benih selama 12 jam dalam air hangat dapat membantu mengurangi waktu perkecambahan.
Kandungan Kimia
Alkaloid pyrrolizidine, monocrotaline.
Khasiat
Mengobati gigitan ular dan kaki seribu, demam, kudis, impetigo, dan penyakit paru-paru.
Nama Lokal
Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Gigitan ular
- Ambil biji Crotalaria quinquefolia secukupnya, lalu cuci hingga bersih.
- Giling biji hingga halus.
- Tempelkan hasil gilingan pada luka gigitan ular.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Crotalaria quinquefolia L. http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:488755-1. 08-10-2021.
- Useful Tropical Plants Database. 2021. Crotalaria quinquefolia. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Crotalaria%20quinquefolia. 08-10-2021.
- Stuartxchange. 2018. Philippine Medicinal Plants: Suso-susoyan. http://www.stuartxchange.org/Suso-susoyan. 08-10-2021.
- PROSEA. 2016. Crotalaria quinquefolia (PROSEA). https://uses.plantnet-project.org/en/Crotalaria_quinquefolia_(PROSEA). 08-10-2021.
- Pacific Island Ecosystems at Risk. 2013. Crotalaria quinquefolia. http://www.hear.org/pier/species/crotalaria_quinquefolia.htm. 08-10-2021.
- Florabase. 2020. Crotalaria quinquefolia L. https://florabase.dpaw.wa.gov.au/browse/profile/16330. 08-10-2021.