Daluang

Broussonetia papyrifera (L.) L'Hér. ex Vent.

Moraceae

Lokasi di kebun Buah

Ringkasan

Daluang (Broussonetia papyrifera) adalah perdu atau pohon kecil setinggi 10-20 meter dari famili Moraceae yang diperkirakan berasal dari China dan Jepang, tersebar hingga Sumatra dan Maluku di Indonesia. Serat kulit kayunya telah berabad-abad dipakai membuat kertas di Jepang dan kain tapa tradisional di pulau-pulau Pasifik seperti Fiji dan Tahiti. Ekstrak daluang telah diakui Korea Food and Drug Administration sebagai bahan obat tradisional Korea yang dipercaya bersifat antiinflamasi dan diuretik.

Agroekologi

Tanaman ini dapat ditemukan tumbuh dengan baik di utan campuran, tepi hutan, sepanjang sungai di daerah beriklim subtropis dan hangat serta lembap, pada ketinggian 0-1.600 m dpl. Pertumbuhannya menyukai tanah yang dikeringkan dengan baik, tanah berpasir dan tanah ringan, derajat keasaman (pH) dalam kisaran 5-7,5 tetapi mentolerir 4,5-8, serta posisi di bawah sinar matahari penuh, kisaran suhu 0-40 °C, curah hujan tahunan berkisar antara 700-2.500 mm.

Morfologi

  • Akar memiliki akar geragih atau rimpang dengan perakaran yang tidak begitu dalam.
  • Batang silinder, berdiameter 50-70 cm, bergetah putih seperti susu. Kulit kayu berwarna abu-abu muda, halus, dengan celah atau tonjolan yang dangkal, kulit kayu bagian dalam terdiri dari serat jalinan keras.
  • Daun kasar (ditutupi bulu halus ketika muda), bertangkai, tepi daun bergerigi, pangkal bentuk jantung hingga membulat, ujung meruncing atau agak runcing, berwarna hijau tua di sisi atas dan di sisi bawahnya berwarna hijau lebih pucat serta berbulu, letak daun berselang-seling atau berseberangan. Bentuk daunnya bervariasi. Beberapa daun ada yang memiliki lobus yang dalam, juga ada yang tidak berlobus (walaupun dalam pucuk daun yang sama).
  • Bunga jantan dan betina ditanggung pada tanaman yang terpisah, bunga betina berupa putik yang membentuk kepala membulat, perianthiun tubular, berbulu hingga tomentellous, filiform, panjang 7-10 mm, soliter di ketiak daun atau di bawah daun sedangkan bunga jantan soliter atau biasanya berkelompok pada pucuk pendek, berwarna putih kekuningan, berduri, perianthium bercuping 4, berbulu, benang sari 4.
  • Buah bulat atau berbentuk buah pir, mengkilat kemerahan, berdaging, majemuk dengan achenes menggantung di batang.
  • Biji kecil, kotiledon datar, dan radikel panjang.

Budidaya

  • Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek, anakan akar).
  • Perkecambahan biasanya terjadi dalam waktu 1-3 bulan pada suhu 15 °C.

Kandungan Kimia

Broussonin A, broussonin B, kazinol F, broussochalcone A, 1-(2,4-dihydroxyphenyl)-3-(4-hydroxyphenyl)-propane, 1-(4-hydroxy-2-methoxyphenyl)-3-(4-hydroxy-3-prenylphenyl)-propane, isolicoflavonol, broussochalcone B, broussoflavonol A dan B, broussoflavonol C, D, E, dan F, butyrospermol acetate, erythrinasinate, papyriflavonol A, asam lignocerat, marmesin, octocosan-l-ol, squalene, 7-hydroxycoumarin, protocatechuate acid, ferulic acid, protocatechuic acid, epicatechin.

Khasiat

Pengobatan gonore, asites (penumpukan cairan dalam rongga perut), menoragia (pendarahan haid dalam jumlah yang banyak), anuria (gangguan ginjal tidak dapat memproduksi urine), disentri, mengobati luka dan gigitan serangga, gangguan kulit, gangguan mata dan impotensi, bersifat mengeluarkan keringat dan pencahar, diuretik, hemostatik, antiinflamasi, antiasma, antioksidan, antikanker, antinosiseptif, antimikroba.

Nama Lokal

Saeh (Jawa Barat), Glugu atau Galugu (Jawa Timur), Dhalubang atau Dhulubang (Madura), Kembala (Sumba Timur), Rowa (Sumba Barat), Malak (Kepulauan Seram).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Disentri dari Daluang

1. Disentri

  • Siapkan daun daluang segar secukupnya cuci hingga bersih.
  • Bleder hingga menjadi jus
  • Saring lalu minum.
Ramuan tradisional Mengobati gigitan serangga dari Daluang

2. Mengobati gigitan serangga

  • Ambil daun daluang segar secukupnya cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Tapal pada gigitan serangga.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanical Garden. 2021. Plants of the World Online: Broussonetia papyrifera (L.) L'Hér. ex Vent. [diakses 12 September 2021]. http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:850861-1.
  2. CAB International. 2021. Invasive Species Compendium: Broussonetia papyrifera (paper mulberry). [diakses 12 September 2021]. https://www.cabi.org/isc/datasheet/10017#todescription.
  3. Prosea. 2019. Broussonetia papyrifera (PROSEA). [diakses 12 September 2021]. https://uses.plantnet-project.org/en/Broussonetia_papyrifera_(PROSEA).
  4. Useful Tropical Plants Database. 2021. Broussonetia papyrifera. [diakses 12 September 2021].https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Broussonetia+papyrifera.
  5. Sun J et al. 2012. Chemical Composition and Antioxidant Activities of Broussonetia papyrifera Fruits. PLoS ONE 7(2):e32021. doi:10.1371/journal.pone.0032021.
  6. Shende MV et al. 2021. Looking A head to Reviewing Some Pharmacologically Active Phytoconstituents Present in Broussonetia papyrifera (L.) Hert. ex Vent. International Journal of Current Research and Review 13(12): 88-93. DOI: http://dx.doi.org/10.31782/IJCRR.2021.131222.