Daun Berlangkas
Ringkasan
Daun berlangkas (Polyscias fruticosa) adalah perdu setinggi 2,5-5 meter dari famili Araliaceae yang berasal dari kawasan Pasifik dan menyebar hingga Eropa. Di Jawa, daunnya lazim dijadikan lalapan atau sayuran, sementara di Kamboja para biksu Buddha memakainya sebagai bahan pembuat dupa. Secara tradisional, daun berlangkas juga dipercaya meredakan nyeri, asma, dan membantu menurunkan kadar gula darah.
Agroekologi
Tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis, dengan sinar matahari penuh dan sebagian, penyiraman cukup, tanah pH asam. Tumbuh ideal di dataran rendah/iklim panas/suhu 30-35 °C.
Morfologi
- Akar tunggang berwarna cokelat.
- Batang tegak, berkayu, bulat dan hijau kekuningan.
- Daun bulat telur, rata atau keriting, tepinya bergerigi halus tersusun ganda.
- Bunga berjumlah 5-8 kuntum yang tersusun dalam payung dan perhiasan bunganya berwarna hijau dan berukuran kecil.
- Buah tergolong buah buni, bulat dan berwarna hijau keunguan.
- Biji bulat pipih berwarna hitam.
Budidaya
- Perbanyakan menggunakan stek batang.
- Stek batang diambil dari bagian atas tanaman tua yang sedang mengeluarkan tunas sepanjang 10 cm. Selama proses pengeluaran akar, sebaiknya pada suhu 21-23 °C.
Kandungan Kimia
Saponin, alkaloid, sterol, polifenol, bergamotene, germacrene-D, gM-bisabolene, glucopyranosyl, polysciosides A-H.
Khasiat
Pereda nyeri dan radang, antibakteri, obat asma, insomnia, menurunkan kadar gula darah, memperlancar pembuangan urine, meringankan gejala batuk, mencegah pembentukan sel kanker, membantu penyembuhan luka luar, menurunkan kolesterol darah.
Simplisia
- Kumpulkan daun berlangkas segar. Bersihkan dari kotoran yang menempel. Cuci lalu tiriskan.
- Iris daun dan letakkan di atas wadah lalu jemur selama 2 hari dan tutup dengan kain tipis berwarna gelap.
- Setelah kering, masukan ke dalam plastik bersih yang tertutup rapat atau kedap udara.
Nama Lokal
Daun papéda papua (Ambon), Kadondong laut, Kadondong cina (Sunda), Kedondong laut (Jawa), Kadundung patedhan (Madiun).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Peluruh air seni
- Siapkan 15 g daun atau akar berlangkas segar .
- Cuci dan tumbuk bahan hingga lumat, tambahkan dengan ½ gelas air matang kemudian peras dan saring.
- Minum ramuan sekaligus.