Daun Chickweed

Stellaria media (L.) Vill.

Caryophyllaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Daun chickweed (Stellaria media) adalah herba menjalar sepanjang 0,1-0,5 meter dari famili Caryophyllaceae, tumbuhan asli Eropa yang kini tersebar hampir di seluruh dunia. Di Jepang, tanaman ini menjadi salah satu bahan hidangan simbolis festival musim semi, sementara di tempat lain daunnya disantap mentah sebagai campuran salad. Daun chickweed secara tradisional dipakai sebagai obat pendingin untuk memar, bisul, dan gigitan serangga.

Agroekologi

Chickweed umumnya menyukai tempat yang basah atau lembap seperti parit dan tepi laut tapi dapat juga bertahan di tempat yang cukup kering seperti di halaman rumput, tempat sampah, dan area terbuka, pada ketinggian < 1.500 m dpl. Waktu berbunga pada bulan Februari hingga September.

Morfologi

  • Batang berbulu tipis, kurus, bercabang banyak, berwarna hijau.
  • Daun berwarna hijau muda, letak daun bersebrangan, berbentuk lonjong, berujung lancip, berbulu di dekat pangkal.
  • Bunga berwarna putih, berbentuk bintang dengan lebar 8-10 mm, memiliki 5 kelopak yang melengkung. Benang sari biasanya berjumlah 3-7. Bunga membentuk kapsul dan berbulu.
  • Biji berwarna merah gelap kecokelatan, tubercles membulat, ukuran 0,9-1,3 mm.

Budidaya

Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji dan stek batang. Memiliki siklus reproduksi yang cepat.

Kandungan Kimia

Flavonoid, karotenoid, alkaloid, minyak esensial (borneol, menthol, linalool, 1,8-cineole), terpene (epoxy-dehydro-canophylllene, momoterpene alcohol-ester, caryophyllene).

Khasiat

Obat sembelit, sakit perut, kelainan darah, asma, obesitas, defisiensi vitamin C, memar, mengatasi penyakit kulit, bisul, luka (ulkus), nyeri otot dan sendi, dan gigitan serangga.

Simplisia

  • Sediakan seluruh bagian tanaman dan bersihkan dari kotoran yang menempel dengan air mengalir.
  • Bahan tanaman dikeringanginkan, setelah kering dihaluskan dengan menggunakan blender sampai menjadi serbuk.
  • Disimpan dalam wadah yang steril dan kedap udara.

Nama Lokal

Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Minyak infus dari Daun Chickweed

1. Minyak infus

  • Cincang 100 gr daun chickweed segar dan biarkan selama 24 jam hingga layu.
  • Campurkan dengan 270 ml minyak kelapa dan blender hingga halus.
  • Panaskan hingga hangat. Matikan api dan diamkan campuran selama 3 jam. Ulangi hingga diperoleh minyak berwarna hijau, saring, minyak hanya untuk pemakaian luar.
Ramuan tradisional Mengurangi peradangan dan nyeri dari Daun Chickweed

2. Mengurangi peradangan dan nyeri

  • Siapkan 300 g daun chickweed cuci hingga bersih.
  • Rebus dengan 710 ml air dan didihkan dengan api sedang selama kurang lebih 10 menit. Saring daunnya dan nikmati sebagai teh.