Daun Sang
Ringkasan
Johannesteijsmannia altifrons atau daun sang adalah tumbuhan palem yang tersebar di kawasan hutan Malaysia, Thailand, dan Sumatra, di mana statusnya dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 di Indonesia. Daunnya yang besar dan unik biasa dipakai penduduk sekitar hutan sebagai bahan dinding dan atap pondok, sementara bijinya yang diparut menjadi bedak dipercaya dapat menyembuhkan sakit tenggorokan, batuk, dan asma.
Agroekologi
Johannesteijsmannia altifrons umumnya ditemukan tersebar atau sebagai tegakan murni di terestrial, semak-semak di hutan hujan (primer maupun sekunder) lembap di puncak punggung bukit dan lereng bukit di tanah yang berdrainase baik, sebagian besar di atas 300-500 m dpl. Spesies ini tidak pernah ditemukan di hutan sekunder yang tumbuh kembali dan jarang bertahan dari penebangan pohon, tetapi sering mengalami kerusakan yang cukup besar dari pohon yang tumbang, dan hangus saat terkena sinar matahari langsung. Johannesteijsmannia altifrons paling baik di tempat yang hangat dan terlindungi, menyukai naungan parsial, dapat tumbuh di dalam ruangan. Spesies ini menghendaki tanah yang dikeringkan dengan baik, kelembapan tinggi, dan menghindari penyiraman yang berlebihan. Tidak mentolerir kekeringan dan sinar matahari penuh, terutama di iklim kering. Johannesteijsmannia altifrons dapat tumbuh baik di iklim tropis dan subtropis, namun mentolerir suhu serendah -4° C (Zona USDA 9b hingga 11) dan cukup tahan dingin, terutama ketika tumbuh di bawah naungan, tetapi untuk budidaya yang aman suhu normal tidak boleh lebih di bawah dari 5 °C. Sistem akar sangat sensitif terhadap dingin dan harus dilindungi jika suhu turun di bawah titik beku.
Morfologi
- Batang bawah tanah dan merayap.
- Daun besar (panjang hingga 6 m), lebar, tidak terbagi, relatif kuat, biasanya tumbuh tunggal terdiri dari 20-30 daunan, tegak, berbentuk seperti berlian (diamond) muncul langsung dari tanah, berwarna hijau, tepi daun bergerigi, tekstur kuat, permukaan mengkilat, meruncing di ujung dan pangkal daun serta melebar di bagian tengah daun. Sedikit berlobus di 2 tepi atas dan dengan vena menonjol sejajar dengan 2 tepi bawah. Pelepah daun mempunyai karakteristik berupa duri terbalik di kedua sisinya. Tangkai daun dipersenjatai dengan duri pendek.
- Bunga hermafrodit, memiliki mahkota berdaging, berwarna putih krem, panjang hingga 4 cm. Perbungaan kecil, berbentuk malai, terletak di ketiak daun, bentuknya tegak. Pangkalnya berbentuk seludang. Brakteanya berjumlah 5-6, melanset.
- Buah berkayu, bulat, dengan permukaan kasar, biasanya berisi 1 biji, (jarang 2 atau 3 biji). Buah ditutupi 60 – 80 tonjolan gabus berwarna cokelat, yang tingginya hampir 1 cm.
Budidaya
Perbanyakan tanaman melalui biji (generatif) yang berkecambah dalam waktu sekitar 3 bulan. Sebelum disemai, rendam benih selama 1 hari dalam air hangat, lalu tabur dalam campuran ringan pada suhu 35 °C pada siang hari, 25 °C pada malam hari.
Kandungan Kimia
2-[(1′E)-3′-hydroxyl-1′-methyl-1′-propen-1′-yl]-6-methoxy-7-[(2′′-methylheptyl)oxy]-5-benzofurancarboxylic acid, β-sitosterol, γ-taraxasterol, dan stigmasterol.
Khasiat
Mengatasi gangguan pernapasan, luka, menurunkan demam pada anak. Biji juga diparut menjadi bedak dan dioleskan ke wajah, dada atau lidah untuk menyembuhkan sakit tenggorokan, batuk dan asma.
Nama Lokal
Daun payung, Salo.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Mengatasi gangguan pernapasan
- Ambil tangkai daun sang secukupnya.
- Bakar hingga menjadi abu.
- Oles abu tangkai pada dada untuk mengatasi gangguan pernapasan.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. Plants of the World Online: Johannesteijsmannia altifrons (Rchb.f. & Zoll.) H.E.Moore. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:667632-1. 03-06-2022.
- KSDAE. Penemuan Salo (Johannestijsmania altifron) Di SPTN I TN.Bukit Tigapuluh. http://ksdae.menlhk.go.id/info/7059/penemuan-salo-(johannestijsmania-altifron)-di-sptn-i--tn.bukit-tigapuluh.html. 03-06-2022.
- Flora Fauna Web. 2021. Johannesteijsmannia altifrons. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/5/0/5084. 03-06-2022.
- LLIFLE - Encyclopedia of living forms. 2022. Johannestijsmania altifron. http://www.llifle.com/Encyclopedia/PALMS_AND_CYCADS/Family/Arecaceae/32980/Johannesteijsmannia_altifrons. 03-06-2022.
- NOOR AZIIRAA SABRI, W.A. YAACOB, NUR SHAFIQA ABDULLAH. 2017. New Chemical Constituent from the Rhizomes of Johannesteijsmannia altifrons. Sains Malaysiana 46(8)(2017): 1285–1288. http://dx.doi.org/10.17576/jsm-2017-4608-14