Delima

Punica granatum L.

Punicaceae

Lokasi di kebun Buah

Ringkasan

Delima (Punica granatum) adalah perdu meranggas setinggi 2-5 meter dari famili Punicaceae, tumbuhan asli Asia Tengah dan Persia yang awalnya diteliti sebagai buah liar sebelum dibudidayakan luas. Buahnya yang kaya antioksidan populer diolah menjadi jus kesehatan. Delima secara tradisional dipercaya mengatasi cacingan, disentri, dan berbagai jenis pendarahan.

Agroekologi

Tanaman ini menyukai tanah subur dengan drainase baik, pH tanah 6,5-7,5. Hidup di dataran rendah kurang dari 1.000 m dpl. Curah hujan rata-rata tahunan 9.000-1.200 mm/th. Menyukai iklim kering dengan suhu 23-32 °C.

Morfologi

  • Akar tunggang dengan bentuk silindris.
  • Batang berkayu bulat, cabang berduri, saat masih muda berwarna cokelat dan setelah tua berwarna hijau kotor.
  • Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 2-8 cm, lebar 5-15 mm, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap.
  • Bunga tunggal diujung cabang, tangkai pendek, kelopak berlekatan, berwarna merah atau kuning pucat.
  • Buah diameter 5-12 cm, buah muda berwarna hijau sampai hijau kemerahan, setelah tua warnanya berubah tergantung jenisnya.
  • Biji bulat, kecil, keras, dan berwarna merah.

Budidaya

  • Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji dan metode cangkok.
  • Cangkokan dapat dipisahkan setelah 3-4 bulan, jika sudah berakar cukup baik.

Kandungan Kimia

Asam punisat, asam galat, asam elagat, asam punikanolat, punikalagin, elagitanin, saponin, flavonoid, polifenol, tannin, fitosterol, asam ursolik, β-sitosterol, daucosterol, quercetin, rutin, antosianin

Khasiat

Obat cacingan, disentri, diare kronis, obat kudis, pendarahan (wasir berdarah, muntah darah dan batuk darah), mengobati radang tenggorokan, telinga, gusi, mengobati nyeri lambung, bronkitis, keracunan, rematik, antiinflamasi, antidiabetes, analgesik, dan menghambat aktivitas sel kanker prostat.

Simplisia

  • Siapkan 1,1 kg buah delima. Kupas dan ambil kulit buah kemudian bersihkan. Potong kecil-kecil kulit buah lalu timbang (diperoleh 4,5 ons).
  • Keringkan menggunakan kabinet dryer (suhu 60°C, selama 8 jam.
  • Giling kulit delima kering menggunakan diksmil, diperoleh simplisia kulit delima 86 gr.

Nama Lokal

Dikenal dengan nama lokal, Glima (Aceh), Dalimo (Batak), Glimeu mekah (Gayo), Gangsalan (Jawa), Dalima (Sunda), Dhalima (Madura), Lekokase (Timor).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Infeksi cacing kremi dari Delima

1. Infeksi cacing kremi

  • Cuci bersih ½ buah delima (daging buah) lalu rebus dengan 1 ½ gelas air hingga mendidih dan air berkurang menjadi 1 gelas. Saring.
  • Minum 1 kali sehari dengan madu asli sebelum tidur malam.
Ramuan tradisional Obat kudis dari Delima

2. Obat kudis

  • Siapkan daun delima secukupnya.
  • Cuci hingga bersih lalu tumbuk.
  • Tempelkan pada bagian kudis.

Sumber Referensi

  1. Yahya MA. 2005. Preliminary phytochemical and pharmacological studies on the rind pf Pomegrante (Punica granatum L.). Pakistan J. Biol. Sci. 8(3): 479-481
  2. Kumar M, Dandapat S, Sinha MP. 2015. Phytochemical screening and antibacterial activity of aqueous leaf extract of Punica granatum. Balneo Res. J 6(3):168-171.
  3. Haque N, Sofi G, Ali W, Rashid M, Itrat M. 2015. A comprehensive review of phytochemical and pharmacological profile of Anar (Punica granatum Linn): A heaven’s fruit. J. Ayu. Herb. Med. 1(1): 22-26.
  4. Setiawan D. 2003. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Trubus Agriwidya, Jakarta.
  5. Sri F. 2019. Bioaktivitas dan Konstituen Kimia Tanaman Obat Indonesia. Deepublish, Yogyakarta.
  6. Syamsul H. 2015. Kitab Tumbuhan Obat. Agriflo, Jakarta.
  7. Gagas U. 2014. Sehat Alami dengan Herbal. Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB. Gramedia, Jakarta.