Eceng Padi
Ringkasan
Eceng padi (Pontederia vaginalis) adalah tumbuhan air setinggi 10-50 cm dari famili Pontederiaceae yang diperkirakan berasal dari Asia dan tersebar hingga kepulauan Pasifik dan India. Tanaman gulma ini juga dimanfaatkan sebagai sayuran, pakan ternak, dan bahan kerajinan. Eceng padi secara tradisional dipercaya mengatasi gangguan lambung, sesak napas, dan demam.
Agroekologi
Tanaman ini tumbuh di daerah berair seperti rawa, kolam air tawar, daerah berlumpur, dan persawahan, dengan pH optimum 5,0-6,5, di ketinggian lahan 0-700 m dpl. Menyukai sinar matahari yang mencukupi, suhu siang hari tahunan 22-35 °C, curah hujan tahunan rata-rata 1.200-2.000 mm/th.
Morfologi
- Akar serabut, warna putih, dan mudah dicabut.
- Batang semu (rimpang) berukuran pendek.
- Daun berbentuk bulat lonjong dengan ujung runcing dan dasar daun membentuk hati. Panjang daun 2-12,5 cm dan lebar 0,5-10 cm, berkas pembuluh menyebar. Batang daun berongga, memiliki panjang kurang dari 30 cm dan tumbuh dari pangkal tanaman.
- Bunga berbentuk spikelet, panjang 3-6 cm, setiap spikelet memiliki sekitar 3-25 bunga. Mahkota bunga berwarna ungu, 6 helai, panjang 11-15 mm, tangkai bunga 4-25 mm.
- Biji berbentuk lonjong dengan 8–12 garis biji.
Budidaya
- Perbanyakan menggunakan biji maupun tunas.
- Waktu tanam hingga panen adalah 30 hari. Panen dilakukan dengan cara mencabut seluruh tanaman hingga akar.
Kandungan Kimia
Asam amino, alkaloid, saponin, senyawa fenolik, tanin, flavonoid, glikosida, kardiak glikosida, fitosterol, alnustone, anigorufone, anigorootin, fenilfenalenon.
Khasiat
Mengobati penyakit lambung, hati, sesak nafas, sakit gigi, sakit perut, demam, batuk dan Bisul.
Simplisia
- Pilih daun yang segar. Bersihkan dari kotoran yang menempel. Cuci lalu tiriskan.
- Letakkan diatas wadah lalu jemur selama beberapa hari dan tutup dengan kain tipis berwarna gelap.
- Setelah kering, masukan ke dalam plastik bersih yang tertutup rapat atau kedap udara.
Nama Lokal
Eceng leutik (Jawa Barat), Wewehan (Jawa), Biah-biah (Bali), Tumpeng (Minahasa).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Sakit gigi
- Siapkan akar eceng padi segar secukupnya.
- Cuci hingga bersih dan tidak ada kotoran menempel.
- Kunyah akar dalam mulut hisap sarinya buang ampasnya.
2. Bisul
- Siapkan daun eceng padi segar secukupnya.
- Cuci hingga bersih kemudian tumbuk hingga menjadi pasta.
- Tempelkan pada bagian bisul.