Ekor Naga

Epipremnum pinnatum L. Engl.

Araceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Ekor naga (Epipremnum pinnatum) adalah tumbuhan merambat epifit sepanjang 5-50 meter dari famili Araceae yang berasal dari kawasan Himalaya dan menyebar hingga Australia. Bentuk daunnya yang unik dan berlubang menjadikannya tanaman hias populer di berbagai rumah. Secara tradisional, tanaman ini juga dipercaya menurunkan kolesterol, meredakan rematik, dan mempercepat penyembuhan luka pada kulit.

Agroekologi

Umumnya ditanam di daerah tropis dan subtropis. Mudah ditemukan di hutan yang terganggu, tepi jalan, hutan sekunder dan primer pada ketinggian hingga 350 m dpl. Tumbuh di berbagai jenis tanah termasuk tanah lempung berpasir dan lempung, pH berkisar 4-6, membutuhkan naungan yang cukup seperti di bawah pepohonan.

Morfologi

  • Akar melekat pada tumpuannya, memiliki akar gantung.
  • Batang berwarna hijau dan berbentuk bulat dan beruas.
  • Daun besar, lebar, bertoreh yang dalamnya melebihi setengah panjang tulang daunnya yang berjumlah 7-12, ujung daun meruncing menyerupai ekor naga, berwarna hijau.

Budidaya

Belum banyak dibudidayakan secara komersial. Umumnya perbanyakan secara vegetatif (stek batang, dan merunduk). 

Kandungan Kimia

Alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/ triterpenoid, glikosida, benzenoid.

Khasiat

Menurunkan kolesterol, meringankan rematik dan batuk, mengatasi infeksi dan radang pada kulit, memiliki aktivitas sebagai epitelisasi (penyembuh luka), antikanker, antimutagenik, antioksidan, antibakteri, antihipertensi.

Simplisia

  • Siapkan bahan bahan simplisia (daun) kemudian cuci bersih dengan air mengalir.
  • Daun dipotong-potong kecil lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan pada ruang terbuka tanpa terkena sinar matahari langsung.
  • Setelah kering, daun dihaluskan sehingga berbentuk serbuk.
  • Simpan dalam tempat yang bersih dan tertutup.

Nama Lokal

Samblung (Bali), Jalu mampang (Jawa), Lolo munding (Sunda), Tapanawa tairis.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Mengatasi Infeksi dan peradangan pada kulit (kurap, ruam bisul dan kutu air) dari Ekor Naga

1. Mengatasi Infeksi dan peradangan pada kulit (kurap, ruam bisul dan kutu air)

  • Ambil 1-2 lembar daun ekor naga, cuci bersih lalu iris-iris agar mudah ditumbuk. Tunbuk hingga lumat.
  • Oleskan pada kulit yang bermasalah. Biarkan 15 menit kemudian bilas dengan air bersih.
  • Lakukan perawatan ini setiap hari, untuk hasil optimal.

Sumber Referensi

  1. Docplayer. Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata). https://docplayer.info/68515523-Ii-tinjauan-pustaka-2-1-ekor-naga-rhaphidophora-pinnata-schott.html 12-10-2019
  2. Masfria, Harahap U, Nasution MP, Ilyas S. 2014. Cytotoxic activity, proliferation inhibition and apoptosis induction of Rhaphidophora Pinnata (L.F.) Schott chloroform fraction to MCF-7 cell line. Int. J. Pharm. Tech. Res. 6(4): 1327-1333.
  3. Masfria, Sumaiyah, Dalimunthe A. 2017. Antimutagenic activity of ethanol extract of Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott leaves on Mice. Scientia Pharmaceutica 85(1):7.
  4. Pandey G, Madhuri S. 2010. Some medicinal plants as natural anticancer agents. Pharmacognosy Rev. 3(6): 259-263.
  5. Rahman S, Kamri AM. 2019. Uji efek epitelisasi ekstrak daunEkor Naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott.) pada Tikus. As-Syifaa J. Farmasi 11(01): 75-81.
  6. Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Epipremnum pinnatumhttp://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Epipremnum%20pinnatum 24-01-2021
  7. Rasyidin Salman. 2018. Cegah kanker dan tumor daun ekor naga bisa dimanfaatkan. https://palembang.tribunnews.com/2018/03/20/cegah-kanker-dan-tumor-daun-ekor-naga-bisa-dimanfaatkan 01-08-2020