Gambir
Ringkasan
Gambir (Uncaria gambir) adalah perdu memanjat setinggi 1-3 meter dari famili Rubiaceae yang diduga berasal dari Sumatra dan Kalimantan, tempat jenis liarnya masih dijumpai tumbuh alami. Getah daunnya yang diolah menjadi ekstrak padat telah menjadi bahan menyirih khas Nusantara sejak sekitar 2.500 tahun lalu, sekaligus dipakai sebagai penyamak kulit dan pewarna tekstil. Dalam pengobatan tradisional, gambir dipercaya meredakan sakit tenggorokan, diare, dan luka.
Agroekologi
Tumbuh di kawasan hutan sekunder, keasaman tanah (pH) berkisar antara 4,8-5,5. Kemiringan tanah 15%. Ketinggian tempat 50-1.100 m dpl. Curah hujan 2.500-3.353 mm/th. Suhu udara 20-40 °C dan kelembapan udara 70-85%.
Morfologi
- Batang tegak memiliki tipe percabangan simpodial dan berwarna coklat muda hingga coklat kemerahan.
- Daun tunggal bentuk oval, memanjang, ujung meruncing, permukaan tidak berbulu (licin), dengan tangkai daun pendek.
- Bunga majemuk dengan mahkota berwarna merah muda atau hijau, berukuran 5 cm.
- Buah bentuk polong, semu yang berpenampang sampai 2 cm.
- Biji seperti jarum, kecil, berwarna kuning.
Budidaya
- Perbanyakan secara generatif (biji). Buah gambir dijemur terlebih dahulu agar polongnya pecah dan biji dapat diambil lalu dibersihkan dan disimpan pada ruang kedap udara.
- Perbanyakan vegetatif dilakukan dengan cara stek batang, cangkok, dan okulasi.
Kandungan Kimia
Flavonoid (catechin), asam catechu tannat, pyrocathecol, gambir flouresensi, red catechu, quercetin, alkaloid (gambirdine), ellagic acid.
Khasiat
Bahan kosmetik, antipiretik, antidiare, mengobati sakit kepala, sakit lambung, luka, keputihan, mencegah penyakit jantung, obat kumur untuk mengobati sakit tenggorokan serta infeksi oleh jamur dan bakteri.
Simplisia
- Daun gambir direndam dalam air dingin ± 120 menit dan ditiriskan.
- Daun kemudian dikeringkan dengan dijemur atau menggunakan oven dengan suhu 40°C.
- Daun gambir kering lalu dikemas dalam wadah kedap udara atau dalam plastik bersih.
Nama Lokal
Dikenal dengan nama lokal, Gambee (Aceh), Sontang (Batak), Gambe (Nias), Gambie (Minangkabau), Sepelet (Lampung), Santun (Jawa), Kelare (Kalimantan), Gambele (Sulawesi) Gamer (Maluku).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Keputihan
- Ambil 1 buah gambir, 3 buah pinang muda, 7 iris kunyit, 3 lembar pandan wangi, dan 7 iris temulawak.
- Semua bahan dicuci hingga bersih, direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih dan air berkurang menjadi 2 gelas.
- Diminum pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas.
Sumber Referensi
- Nazir, N. 2000. Gambir: Budidaya, Pengelolaan Dan Prospek Diverivikasinya. Yayasan Hutanku, Padang. https://repository.ipb.ac.id/jspui/ldap-login;jsessionid=D41407F99EE194B674FC621A072F28BF
- Dharma, AP. 1987. Indonesian Medicinal Plants. Balai Pustaka, Jakarta 79 – 80.
- Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Uncaria gambir . http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Uncaria+gambir 20-01- 2021
- BPOM RI. 2011. Formularium Obat Tradisional Indonesia. Ramuan Etnomedisin Vol.I