Ganitri

Elaeocarpus sphaericus (Gaertn.) K.Schum.

Elaeocarpaceae

Lokasi di kebun Buah

Ringkasan

Elaeocarpus sphaericus atau ganitri adalah pohon asli Indonesia yang tersebar di Asia Tenggara, dengan sekitar 70% dari 350-an spesiesnya ditemukan di Nusantara, terutama Jawa Tengah, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Timor. Dalam agama Hindu, ganitri dianggap sebagai pohon suci milik Dewa Siwa dan penghubung antara langit dan bumi, sementara bijinya yang kering populer dijadikan manik-manik rosario dan tasbih. Sejak zaman prasejarah, ganitri telah dipakai mengobati kecemasan, depresi, hipertensi, dan migrain, dengan penelitian modern turut mengonfirmasi berbagai aktivitas farmakologisnya seperti antikejang dan antiinflamasi.

Agroekologi

Ganitri merupakan tanaman tropis dan subtropis yang lembap. Umumnya ditemukan di hutan sekunder, hutan hujan pegunungan, dan lembah berdaun lebar pada ketinggian 400-1.300 m dpl. Di Himalaya, ganitri tumbuh subur di ketinggian 2.000 m dpl. Sedangkan di Jawa, ganitri terdapat pada ketinggaian kurang dari 1.200 m dpl (terutama 500-1.000 m dpl). Tumbuh paling baik di daerah di mana suhu siang hari tahunan berada dalam kisaran 18-28 °C, tetapi dapat mentolerir 8-38 °C, dengan curah hujan tahunan rata-rata dalam kisaran 1.500-3.000 mm, tetapi dapat mentolerir 1.000-3.500 mm. Menyukai posisi di bawah sinar matahari penuh tetapi dapat mentolerir sedikit keteduhan. Juga tumbuh baik pada tanah yang subur, kaya humus, berdrainase baik, dan pH tanah pada kisaran 5.5-6.5, namun dapat mentolerir 4.5-7.5. Tanaman ganitri tahan terhadap kekeringan dan dapat tumbuh dengan baik di lokasi yang terbuka dan terganggu.

Morfologi

  • Akar tunjang. Akar dapat menjulang tinggi di dekat batang dan menjalar keluar di sepanjang permukaan tanah. 
  • Batang berbentuk silindris bertekstur kasar, bercelah dengan kulit kayu berwarna putih keabu-abuan hingga cokelat, memiliki cabang berwarna cokelat keabu-abuan. Anak cabang bervili dan berwarna cokelat kekuningan. 
  • Daun tersusun berseling (alternate), berwarna hijau tua, mengkilap, berbentuk bulat telur-lonjong sampai lonjong-lanset, asimetris, pangkal berbentuk cuneate lebar, ujung daun tajam atau tumpul, tepi daun bergerigi, tangkai daun sekitar 1 - 1,5 cm. Daun yang sudah tua berwarna merah sebelum rontok, kedua permukaan bervili saat muda, licin saat dewasa, urat lateral 10-13 per sisi, agak menonjol secara abaksial. Memiliki rasa agak pahit dan tidak berbau.
  • Bunga berwarna putih, helai mahkota (petal) 5, ditanggung pada perbungaan ketiak dengan panjang sekitar 2-4 cm, petal terbagi di ujungnya menjadi 4 atau 5 lobus, benang sari 25-50 dan berbulu di bagian ujungnya, ovarium berbulu.
  • Buah berbiji, berbentuk bulat, berwarna hijau ketika muda kemudian berubah menjadi biru keunguan dan bertepung ketika matang. Buah terdiri dari lima atau enam karpel, masing-masing karpel memiliki satu biji besar. 
  • Biji berbentuk elips hingga bulat, 1 biji per lokus atau karpel, ditutupi oleh cangkang kayu yang keras, berlobang di bagian tengahnya yang hampir tembus. Seluruh permukaan bijinya berlubang dan beralur berulir seakan termakan cacing sehingga tampak indah seolah terukir.

Budidaya

  • Perbanyakan tanaman melalui biji dan stek cabang, namun metode stek tidak selalu berhasil.
  • Biji ganitri memiliki kulit cangkang yang keras. Mengubur biji dalam tanah dan dipanaskan dengan api di atasnya, atau memecahkannya (dengan sangat hati-hati agar tidak merusak benih) untuk memungkinkan masuknya kelembapan dapat membantu mempercepat perkecambahan. Taburkan benih dalam wadah yang teduh. Umumnya akan berkecambah setelah 3-4 bulan. Bibit yang berkecambah pada tahap 2 atau 3 daun siap ditanam di lapangan setelah sekitar 8 bulan.
  • Pembibitan lebih menyukai media tanah liat atau lempung, sedikit asam (6,0-6,3) hingga netral (6,3-7,8) dan tanah yang berdrainase baik. Kondisi naungan juga diperlukan untuk menyediakan lingkungan yang optimal untuk perkecambahan benih karena masa gestasi dapat bervariasi minimal 45 hari hingga lebih dari satu tahun, tutupan kanopi yang lebat lebih disukai untuk pertumbuhan bibit ganitri.
  • Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam 30 x 30 x 30 cm. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 6 x 6 m karena sudah dianggap cukup untuk perkembangan tajuknya.

Kandungan Kimia

Steroid, glikosida saponin, flavonoid, tanin (misalnya, geranin dan 8, 4, B-trimetoksi geranin), senyawa fenolik, alkaloid (elaeokanin A, C, dan D, (+)-elaeokarpin, elaeokarpenin, isoelaeokarpin, grandisine B, isoelaeokarpiline, grandisine D, elaeokarpidine, isoelaeocarpicine, grandisine F, grandisine A, grandisine C, grandisine E, habbemine B, habbemine A, grandisine G), alkaloid indolizidin (karpusinin A, karpusinin B, karpusinin C, epikarpusinin C, karpusinin D, karpusinin E, karpusidin), alkaloid pirrolidin (karpusinin F dan epikarpusinin F).

Khasiat

Mengobati pembesaran limpa, hipertensi dan penyakit jantung, epilepsi, migrain, sakit perut, asma, batuk, bronkitis, neuralgia (nyeri syaraf), anoreksia (gangguan makan), radang sendi, penyakit hati (liver), nyeri dada dan bahu. Mengatasi stres, depresi dan berbagai penyakit mental. Memiliki aktivitas sebagai antikejang, antihipertensi, antiepilepsi, antikonvulsif, antikanker, antimikroba, antidiabetes, antidepresan, analgesik, imunostimulan, antiinflamasi, dan antioksidan.

Nama Lokal

Katulampa, Mata siwa (Bogor), Sambung susu (Jawa), Klitri (Madura), Biji mala (Bali), Biji sima (Sulawesi Selatan), Genitri, Ambit, Jenitri, Rijaksa, Mata dewa.

Sumber Referensi

  1. USDA Plants Database
  2. Blue marble tree, Elaeocarpus angustifolius, Blue fig/ Alternative Medicine (stuartxchange.com)
  3. Elaeocarpus angustifolius - Useful Tropical Plants (theferns.info)
  4. Rudraksha Cilacap: GANITRI (Elaecocarpus sphaericus Schum) (rudrakshacilacapselatan.blogspot.com)
  5. Kumar, G., Karthik, L. and Rao, K.V.B., 2014. A review on medicinal properties of Elaeocarpus ganitrus Roxb. ex G. Don.(Elaeocarpaceae). Research Journal of Pharmacy and technology7(10), pp.1184-1186.
  6. Lal, P.M.T.A., 2013. Elaeocarpus sphaericus: A tree with curative powers: an overview. Research Journal of Medicinal Plant7(1), pp.23-31.
  7. Aryal, P., 2021. Medicinal value of Elaeocarpus sphaericus: A review. Asian Journal of Pharmacognosy6(3), pp.15-21.