Ganyong

Canna indica L.

Cannaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Ganyong (Canna indica) adalah herba setinggi hingga 2 meter dari famili Cannaceae yang berasal dari Amerika Selatan, dibawa bangsa Portugis hingga tersebar ke Asia dan Afrika. Umbinya yang kaya pati bisa diolah menjadi pengganti beras, sementara tunas mudanya disantap sebagai sayuran. Ganyong secara tradisional juga dipercaya bersifat antipiretik dan membantu menghentikan pendarahan.

Agroekologi

Tumbuh liar di hutan, pegunungan, tegalan hingga dataran tinggi pada ketinggian 2.500 m dpl. Ganyong ideal pada suhu 18-32 °C dan membutuhkan sinar matahari langsung. Menyukai tanah yang subur, gembur, aerasi dan drainasenya baik dengan kelembapan 50-90%.

Morfologi

  • Akar serabut, tebal.
  • Umbi tebal, dikelilingi sisik ungu kecokelatan.
  • Batang basah, bersifat merumpun, lunak, tumbuh tegak, bentuk bulat. Kumpulan pelepah daun yang teratur dan saling tumpang tindih.
  • Daun elips memanjang, pangkal dan ujung meruncing, hijau terkadang bergaris ungu.
  • Bunga merah oranye dan pangkalnya kuning dengan benang sari tidak sempurna.
  • Buah kotak beruang tiga, masing-masing berisi 5 butir biji, warna hijau.

Budidaya

Perbanyakan melalui biji, umbi (dari rumpun induk umur 10–15 bulan), dan anakan (berumur 10–15 bulan).

Kandungan Kimia

2-terpene, 4-coumarin, alkaloid, flavonoid, tanin, sterol, terpenoid, cardiac glycoside, steroid, saponin, phlobatanin, lutein, cyanidin.

Khasiat

Obat antipiretik dan diuretik, diare, hepatitis akut, hipertensi, wasir, obat vertigo dan batuk berdarah, mengatasi keputihan dan kanker kandungan, radang saluran kencing, menyembuhkan panas dalam, menghentikan pendarahan, antioksidan, dan analgesik.

Simplisia

Belum tersedia.

Nama Lokal

Hosbe (Batak), Ganyal (Sunda), Limbong, Nyindra, Mindro (Jawa), Bunga tasbih (Jakarta), Milu-milu (Bali), Tasa'be (Babangeng, Sulawesi Selatan).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Hepatitis akut (sakit kuning pada pasien hepatitis) dari Ganyong

1. Hepatitis akut (sakit kuning pada pasien hepatitis)

  • Cuci rimpang ganyong 60-120 g, potong tipis-tipis. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuhnya, dinginkan dan saring.
  • Minum 2 kali sehari, masing-masing ¾ gelas. Minum teratur selama 20 hari, maksimal 47 hari. Dosis maksimal sehari 250 g. Khasiat nampak setelah 1 minggu. Bagian putih bola mata dan kulit menguning akan cepat memudar.
Ramuan tradisional Wasir dari Ganyong

2. Wasir

  • Cuci rimpang segar 60 g, lalu potong tipis-tipis. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
  • Setelah dingin, saring dan minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Sumber Referensi

  1. Kanase V, Vishakarma S. 2018. Treatment of various disease by Canna indica L. A promising herb. Asian J. Pharm. Clin. Res. 11(12): 51-56.
  2. Kumbhar ST, Patil SP, Une HD. 2018. Phytochemical analysis of Canna indica L. roots and rhizomes extract. Biochemistry and Biophysics Reports 16:50–55.
  3. Kurdi A. 2010. Tanaman Herba Indonesia, cara mengolah dan manfaatnya bagi kesehatan. SMKN 1 Tanjung.
  4. Snafi AEA. 2015. Bioaktive components and pharmacological effect of Canna indica-an overview. International Journal of Pharmacology & Toxicology 5(2): 71-75.
  5. Suhartini T. 2016. Keragaman Karakter Morfologi Tanaman Ganyong. Buletin Plasma Nutfah 16(2): 118-125.
  6. Remaja Kerokhanian Sapta Darma Sragen. 2014. Daftar Tanaman Obat Indonesia. Sragen356
  7. Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Canna indica. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Canna+indica 02-02-2021