Garut

Maranta arundinacea L.

Marantaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Garut (Maranta arundinacea) adalah herba setinggi 50-100 cm dari famili Marantaceae yang diduga berasal dari Amerika Tengah dan Ekuador barat, kini dibudidayakan luas di Indonesia. Umbinya yang mudah dicerna menjadikannya bahan makanan bayi dan orang yang baru sembuh dari sakit. Garut secara tradisional juga dipercaya bersifat antipiretik dan membantu memperbanyak ASI.

Agroekologi

Tanaman garut tumbuh pada tanah yang lembap dengan pH 5,5-6,5, tanah subur dan menyukai daerah yang cerah ataupun di bawah naungan dengan suhu tahunan 23-29°C. Tanaman ini tumbuh baik pada dataran dengan ketinggian sampai 1,000 m dpl dan curah hujan tinggi 1.500-2.000 mm/th.

Morfologi

  • Rimpang berdaging, berbentuk silinder, berwarna putih atau kemerahan.
  • Batang lunak, tegak, tipis, bercabang banyak ke arah ujung.
  • Daun keras, bercabang, berseling, tangkai daun berpelepah pada pangkal, helaian daun berbentuk bulat telur hingga melonjong, berwarna hijau atau kadang bergaris putih atau ungu kemerahan.
  • Bunga berbentuk malai, tumbuh di ujung batang, berwarna putih.
  • Buah lonjong, merah tua, gundul sampai berambut.

Budidaya

  • Umbi, sebaiknya pilih umbi dengan 3 buku, tanam dengan naungan.
  • Setelah cukup tinggi, pindah ke lahan tanpa naungan.
  • Panen ketika umur 12 bulan.
  • Penanaman biasanya dilakukan pada bulan Oktober.

Kandungan Kimia

Flavonoid, alkaloid, tanin, glikosida, steroid, fenol, saponin, cardiac glycosides.

Khasiat

Antipiretik, antidiare, memperbanyak ASI, obat infeksi kandung kemih, penangkal racun (gigitan serangga, ular berbisa), meningkatkan nafsu makan, diare, keputihan, asam lambung.

Simplisia

  • Siapkan rimpang garut dan cuci bersih dengan air mengalir.
  • Keringkan beberapa hari. Setelah kering, haluskan sampai menjadi serbuk.
  • Simpan dalam wadah kedap udara dan steril.

Nama Lokal

Dikenal dengan nama lokal Ararut, Patat sagu (Sunda), Lerut, Klarut, Jlarut, Irut, Waerut (Jawa Tengah), Larut, Pirut, Kirut (Jawa Timur), Marus (Bali).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Menambah nafsu makan dan mengobati asam lambung dari Garut

1. Menambah nafsu makan dan mengobati asam lambung

  • Tumbuk 80 g umbi garut kering hingga menjadi bubuk. Rebus bubuk bersama asam jawa secukupnya dengan 2 gelas air hingga menjadi bubur.
  • Makan bubur tersebut sekaligus, 1 kali sehari.
Ramuan tradisional Keputihan dari Garut

2. Keputihan

  • Ambil 100 g bubuk umbi garut dan 30 g kulit delima kering. Rebus dengan 2 gelas air hingga menjadi bubur. Pisahkan kulit delima lalu makan bubur tersebut. Konsumsi 1 kali sehari.
Ramuan tradisional Diare dari Garut

3. Diare

  • Ambil 25 g rimpang kering garut dan 1 gelas air.
  • Rebus rimpang selama 15 menit lalu peras.
  • Tambahkan ½ g garam, aduk rata lalu minum sekaligus.

Sumber Referensi

  1. Asosiasi herbalisnusantara (pusat pelatihan dan pengobatan herbal indonesia), download 699 ebook tanaman obat indonesia; Diare. https://herbalisnusantara.com/ 09-07-2020
  2. Widyaningrum Herlina. 2019. Kitab Tanaman Obat Nusantara; Menambah nafsu makan dan mengobati asam lambung Keputihan. Media Pressindo, Jakarta.