Gurih Musim Panas
Ringkasan
Satureja hortensis atau gurih musim panas adalah herba aromatik asal Eropa Selatan dan kawasan Mediterania yang kini dibudidayakan di berbagai benua, termasuk dalam skala kecil di pegunungan Jawa. Sejak zaman kuno, tumbuhan ini dipakai sebagai rempah penyedap masakan dan bahan penguat aroma sosis, sekaligus obat tradisional berkat minyak atsirinya yang kaya thymol dan aktivitas antimikroba, antioksidan, serta antiinflamasinya—meski tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena minimnya data keamanan.
Agroekologi
Satureja hortensis biasanya tumbuh dengan baik di sebagian besar daerah beriklim sedang dan subtropis, di bawah sinar matahari penuh, dengan suhu tinggi, di tanah yang ringan, kaya, dan berdrainase baik. Pertumbuhan spesies terutama menyukai tempat yang gersang, kering, di dinding, tanah berpasir atau berkerikil. Substrat yang disukai adalah tanah berkapur tetapi juga mengandung silika dengan pH netral, nilai nutrisi tinggi dari tanah yang harus cukup lembap. Satureja hortensis tidak membutuhkan banyak air, serta lebih memilih kondisi kekeringan daripada penyiraman yang berlebihan. Namun, penyiraman yang tepat meningkatkan pertumbuhan. Distribusi ketinggiannya mencapai 1.300 m dpl.
Morfologi
- Akar tipis, lurus, hampir silindris.
- Batang tegak, bercabang banyak, bersudut tumpul hingga halus, tanpa alur, dengan rambut pendek.
- Daun berseberangan (opposite), subsessile, kecil, berbentuk linier hingga lanset atau obovate, pangkal secara bertahap meruncing menjadi tangkai daun yang sangat pendek, tepi daun rata, ujung daun tumpul hingga agak lancip. Daun berwarna perunggu hingga hijau hampir hitam.
- Bunga hermaprodit, berukuran kecil. Kelopak bunga (calyx) tubular dan berbibir 2, 10 tulang daun, glabrous (gundul) di dalam, tipis pilose (bulu halus dan lembut) di luar, dengan 5 gigi segitiga subequal (lebih panjang dari tube) atau bibir atas 3-dentate dan bibir bawah 2-dentate. Mahkota (corolla) berbentuk tabung dan berbibir 2, panjang 4-10 mm, tabung berbentuk corong lebar, bibir bawah 3-fid, bibir atas emarginate, berwarna ungu muda sampai putih, di tenggorokan kadang-kadang bertitik merah, puber tipis di luar. Benang sari berjumlah 4, melengkung, dimasukkan di bagian atas tabung mahkota di bawah bibir atas, lebih pendek dari mahkota, putik dengan ovarium 4 lobus, tangkai putik (style) dengan 2 cabang yang sama yang berakhir dengan stigma kecil. Perbungaan terdiri dari verticillaster yang longgar hingga padat masing-masing dengan 2-20 bunga biseksual, pedicel sangat pendek, bracteoles biasanya lebih panjang dari kelopak, bersilia tipis panjang.
- Buah berbentuk lonjong hingga bulat telur yang berukuran sekitar 1 hingga 1,4 mm dan berwarna cokelat pucat, terdiri dari 4 nutlets, tertutup di dalam kelopak yang persisten. Nutlet subglobose, panjang sekitar 1 mm, gundul, halus, berwarna cokelat kehitaman.
Budidaya
- Perbanyakan tanaman biasanya melalui biji. Benih harus ditaburkan sedalam 0,5-1,5 cm pada jarak baris 25-30 cm. Ketika dibudidayakan secara mekanis, baris dapat berjarak 45-50 cm. Jarak tanam yang terlalu sempit dapat meningkatkan risiko penyakit jamur seperti jamur abu-abu (Botrytis cinerea) dan karat daun mint (Puccinia menthae).
- Tiga fase perkembangan utama dapat dibedakan dalam siklus tanaman gurih musim panas, yaitu fase vegetatif, fase berbunga, dan penuaan. Fase vegetatif berakhir ketika kuncup bunga muncul. Fase berbunga dapat dibagi lagi menjadi berbunga awal dan berbunga penuh, yang terakhir dimulai ketika bunga pertama terbuka penuh. Laju produksi bahan kering meningkat secara progresif sampai awal fase pembungaan, setelah itu laju tetap konstan sampai biomassa maksimum tercapai dan penuaan dimulai.
Kandungan Kimia
Minyak atsiri (thymol, γ-terpinene, α-terpinene, myrcene, carvacrol, p-cymene, α-phellandrene, α- dan β-pinene, sabinene, terpineol, α-thujene), linalool, limonene, senyawa fenolik, tanin, steroid, asam linolenat, asam linoleat, asam oleat, asam palmitat, asam stearat, asam rosmarinic, asam caffeic, naringenin, asam isoferulat, apigenin, pyrocatechols, flavonoid (luteolin, quercetin), glikosida (apigetrin dan vitexin), flavonol glikosida (isoquercitrin, astragalin, quercitrin), turunan kumarin (aesculin dan aesculetin).
Khasiat
Mengobati gangguan pencernaan (perut kembung, mual, kram, dispepsia, diare), meredakan sakit tenggorokan, meredakan stres, meredakan nyeri, obat kumur alami, mengobati gigitan serangga (seperti lebah), membantu mengatasi diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, Alzheimer, pengobatan penyakit rinosinusitis (peradangan pada daerah sinus dan rongga hidung), bersifat afrodisiak. Memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antimikroba, antibakteri, antirematik, antiinflamasi, analgesik, karminatif (merangsang pelepasan gas usus), hepatoprotektif, dan antikanker.
Simplisia
- Siapkan daun gurih musim panas, cuci bersih dengan air mengalir.
- Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
- Haluskan menggunakan blender hingga menjadi bubuk.
- Simpan pada wadah bersih dan kedap udara.
Nama Lokal
Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Mengobati gigitan serangga
- Ambil daun gurih musim panas segar cuci hingga bersih.
- Haluskan hingga menjadi pasta.
- Oles pasta pada gigitan serangga.
2. Mengobati gigitan serangga
- Ambil daun gurih musim panas segar cuci hingga bersih.
- Haluskan hingga menjadi pasta.
- Oles pasta pada gigitan serangga.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online: Satureja hortensis L. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:457680-1. 21-07-2022.
- Fierascu et al. 2018. Phytochemical Profile and Biological Activities of Satureja hortensis L.: A Review of the Last Decade. Molecules, 23(10): 2458. doi: 10.3390/molecules23102458.
- IDN Medis. 2022. Satureja Hortensis: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan. https://idnmedis.com/satureja-hortensis. 21-07-2022.
- Plant Resources of South-East Asia. 2016. Satureja hortensis (PROSEA). https://uses.plantnet-project.org/en/Satureja_hortensis_(PROSEA). 21-07-2022.
- Antropocene. 2017. Satureja hortensis. https://antropocene.it/en/2017/05/21/satureja-hortensis/. 21-07-2022.