Jayanti

Sesbania sesban (L.).Merr.

Fabaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Jayanti (Sesbania sesban) adalah perdu setinggi 1-7 meter dari famili Fabaceae yang berasal dari Afrika timur laut dan Asia Selatan, kini dibudidayakan luas sebagai sayur, pakan ternak, dan pupuk hijau meski dianggap invasif di sejumlah negara. Jayanti secara tradisional dipercaya mengobati sengatan kalajengking, bisul, dan sakit tenggorokan.

Agroekologi

Tumbuhan subtropis, juga berhasil pada elevasi yang lebih tinggi di daerah tropis, ditemukan pada ketinggian 100 - 2.300 meter. Tumbuh paling baik di daerah di mana suhu siang hari tahunan berada dalam kisaran 18 - 28 °C, menyukai curah hujan tahunan rata-rata dalam kisaran 800 - 2.000 mm pada kondisi cerah. Menoleransi tanah salin, asam dan basa (pH dalam kisaran 5 - 7, menoleransi 4 - 9,9), memiliki kemampuan luar biasa untuk menahan genangan air dan sangat cocok untuk lingkungan banjir musiman.
 

Morfologi

  • Akar tunggang dengan akar serabut halus yang banyak.
  • Batang tegak, bercabang, puber, tidak berbulu, panjang ruas 0,5-2,5 cm, simpul ruas mengembung,
  • Daun berupa daun majemuk menyirip dengan 7-25 pasang anak daun pada setiap cabang tangkainya. Anak daun berbentuk garis memanjang dan memiliki ujung bulat serta tepi rata.
  • Bunga tanaman jayanti berwarna kuning dan termasuk bunga majemuk berbentuk tandan.
  • Buah adalah buah polong yang tumbuh menggantung.
  • Biji 20-40 perpolong, subterete (tidak bulat sempurna), 3-4 × 2 mm, sedikit terkompresi, hilus membulat dan cekung.

Budidaya

Perkembangbiakan dengan biji dimana memerlukan perlakuan awal untuk melunakkan kulit benih yang keras dan memungkinkan masuknya air. Hal ini dapat dilakukan dengan merendam benih dalam sedikit air yang hampir mendidih (yang mendinginkan dengan cepat dan tidak memasak benih) dan kemudian merendam benih selama 12 - 24 jam dalam air hangat.

Kandungan Kimia

Saponin, tanin, polifenol, fenol, flavonoid, antosianin, kampesterol, ß-sitosterol, sianidin, glukosida delphinidin, asam alfa-ketoglutarat, oksaloasetat dan piruvat, asam oleanolik, stigmastane-5.24(28)-diena- 3β-O-β-D-galactopyranosida, galactomanan, alkaloid, phytosterol,

Khasiat

Mengobati sengatan kalajengking, bisul dan abses, mengobati sakit tenggorokan, gonore, sifilis, kejang pada anak-anak dan penyakit kuning selama kehamilan, depresan jantung dan hipoglimik, memiliki khasiat antibiotik, anthelmintik, antibakteri, antitumor dan kontrasepsi, menunjukkan aktivitas spermisida dan hemolitik.

Nama Lokal

Janti, Giyanti, atau Kelor warna (Jawa).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Sengatan kalajengking dari Jayanti

1. Sengatan kalajengking

  • Cuci bersih akar dan daun jayanti segar secukupnya.
  • Giling halus bahan hingga menjadi pasta.
  • Tempelkan ramuan pada kulit yang tersengat kalajengking.
  • Lakukan sampai sembuh.
Ramuan tradisional Sakit tenggorokan dari Jayanti

2. Sakit tenggorokan

  • Ambil daun jayanti secukupnya.
  • Cuci bahan dengan air mengalir hingga bersih.
  • Rebus hingga mendidih.
  • Saring hasil rebusan.
  • Minum selagi hangat.

Sumber Referensi

  1. Useful Tropical Plants Database. 2021. Sesbania sesban. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Sesbania+sesban. 03-09-2021.
  2. CAB International. 2021. Sesbania sesban (sesban). https://www.cabi.org/isc/datasheet/49466. 03-09-2021.
  3. Stuartxchange. 2015. Phillippine Medicinal Plants: Sesban. http://www.stuartxchange.org/Sesban.html. 03-09-2021.