Kaktus Tulang Naga
Ringkasan
Euphorbia lactea atau kaktus tulang naga berasal dari Sri Lanka dan kini dibudidayakan serta dinaturalisasi luas di kawasan tropis dan subtropis dunia. Bentuknya yang unik dan berduri menjadikannya digemari sebagai tanaman hias sekaligus pagar pelindung, sementara getahnya secara tradisional dipakai di India dan Afrika untuk mengobati kutil—meski penggunaannya perlu ekstra hati-hati karena sifatnya yang mengiritasi kulit dan berbahaya bila terkena mata.
Agroekologi
E. lactea sebagian besar tumbuh di hutan gugur kering, situs yang terganggu kering, kebun terlantar, area limbah, pinggir jalan, dan lingkungan kering dan semi kering. E. lactea juga merupakan gulma yang melimpah di daerah pesisir dan bukit pasir di sepanjang tepi laut. Spesies ini lebih menyukai kondisi tempat dengan paparan sinar matahari parsial hingga penuh, pada tanah berpasir dan lempung berpasir dengan pH berkisar antara 6,1 hingga 7,8, berdrainase baik dan mampu tumbuh di tanah yang miskin nutrisi. Suhu rata-rata tahunan berkisar antara 17 - 35 ºC, curah hujan rata-rata tahunan 750 - 2.000 mm. Spesies ini dapat beradaptasi dengan baik di daerah kering dan habitat yang kekurangan air, serta memiliki batang sukulen dan jaringan penyimpan air.
Morfologi
- Akar serabut.
- Batang berdaging atau sukulen, banyak bercabang, tidak berbulu, menghasilkan getah seperti susu yang melimpah ketika terluka, berduri pendek berwarna cokelat sampai hitam. Batang dengan lingkaran cabang hampir ke pangkal tetapi pada tanaman besar menggugurkan jaringan berduri dan mengembangkan batang cokelat bulat dan pecah-pecah. Cabang-cabang bersudut 3 (kadang-kadang bersudut 4). Berwarna hijau tua agak mengkilat, dengan guratan kekuningan atau keputihan pada alur sumbu di antara sudut-sudutnya.
- Daun sedikit, tersebar, berselang-seling, tidak bertangkai, bulat, hijau sedikit mengkilat, sukulen, agak tebal dan rontok lebih awal, atau tidak ada.
- Bunga kecil-kecil, berwarna hijau kekuning-kuningan, muncul secara berselang-seling dalam kelompok kecil di sepanjang tepi batang.
- Buah kapsul 3 lobus, jarang atau tidak ada dalam budidaya.
Budidaya
Perbanyakan tanaman secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan stek dan potongan batang.
Kandungan Kimia
12-Deoxy-4.beta.-hydroxyphorbol-13-dodecanoate-20-acetate-24-methylene cycloartenol, euphorbol hexacosanoate, tinyatoxin, ingenol triacetate, resiniferonol-9,13,14-orthophenyl acetate, dan 12-deoxyphorbol-13/2-methyl/butyrate-20-acetate.
Khasiat
Mengobati penyakit kulit, kutil.
Nama Lokal
Kaktus karang.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Mengobati penyakit kulit
- Ambil satu batang tanaman kaktus tulang naga.
- Sayat dan ambil getahnya.
- Oles pada kulit.
2. Kutil
- Siapkan kaktus tulang naga secukupnya.
- Sayat dan ambil getanya.
- Oles pada kutil.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online: Euphorbia lactea Haw. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:347035-1. 14-08-2022.
- CAB International. 2022. Invasive Species Compendium: Euphorbia lactea (mottled spurge). https://www.cabi.org/isc/datasheet/119812#tosummaryOfInvasiveness. 14-08-2022.
- Flora Fauna Web. 2022. Euphorbia lactea 'Cristata'. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/0/2004. 14-08-2022.
- Baslas, R.K., Gupta, N.C. 1984. Chemical constituents of Euphorbia lactea. Herba Hungarica 23(1-2): 85-88. https://eurekamag.com/research/004/937/004937258.php. 14-08-2022.