Kale
Ringkasan
Kale (Brassica oleracea) adalah herba semusim atau dua tahunan setinggi 20-30 cm dari famili Brassicaceae yang berasal dari Asia Tengah, kini dijuluki 'superfood' atau 'ratu sayuran' berkat kandungan nutrisinya yang sangat tinggi. Satu porsi kale mengandung lebih dari empat kali lipat vitamin C dibanding bayam dengan porsi sama. Kale secara tradisional dipakai di seluruh dunia untuk mencegah dan mengobati berbagai gangguan kesehatan.
Agroekologi
Kale umumnya dapat ditemukan tumbuh di daerah dataran tinggi. Pertumbuhannya menyukai daerah dengan sinar matahari penuh. Derajat kemasaman (pH) tanah yang dikehendaki tanaman ini yaitu sekitar 6 - 7. Tanaman ini juga menghendaki suhu udara yang dingin, dan kondisi lingkungan yang dingin akan membuat rasa kale menjadi lebih manis.
Morfologi
- Akar tunggang dengan serabut yang banyak.
- Batang tidak keras, tegak, dan berwarna hijau muda.
- Daun roset yang tersusun spiral ke arah pucuk cabang tak berbatang, tipis, keriting, berlobus. Lekukan tepi daun sangat banyak hingga menyerupai gerigi. Warna daun dan tulang daun hijau. Permukaan daun mengkilat. Tekstur daun renyah dengan rasa yang kuat.
- Bunga sempurna, umumnya memiliki warna kuning dan ada juga yang berwarna putih.
- Buah berbentuk polong,panjang dan ramping berisi biji.
- Biji bulat atau elips, kecil, berwarna cokelat sampai kehitam-hitaman, permukaan halus.
Budidaya
Perbanyakan secara generatif menggunakan biji.
Kandungan Kimia
Karotenoid (lutein, betakaroten), glukosinolat, senyawa fenolik, asam askorbat, asam folat.
Khasiat
Mengobati tukak lambung, menstabilkan kadar kolesterol tinggi, menjaga kesehatan jantung, mencegah diabetes, menjaga kesehatan rambut dan kulit, mengatasi hiperglikemik, rematik, dan penyakit hati. Memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antikanker, antiinflamasi, dan efek perlindungan pada kardiovaskular dan saluran pencernaan.
Nama Lokal
Kubis keriting.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Menurunkan kolesterol
- Siapkan 15 g daun kale segar, lalu cuci hingga bersih.
- Kukus daun kale sampai setengah matang.
- Makan sebagai lalapan.
- Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa kale yang dikukus memiliki potensi yang sama dengan cholestyramine yaitu obat penurun kolesterol tinggi.
2. Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)
- Ambil daun kale segar secukupnya cuci hingga bersih.
- Blender atau haluskan daun kale beri sedikit air.
- Minum jus kale setiap hari selama 12 minggu mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) hampir 30% dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) sebesar 10%.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Brassica oleracea L. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:279435-1. 16-12-2021.
- Hello Sehat. 2021. Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-daun-kale/. 16-12-2021.
- Kurniawan E. 2016. Budidaya Tanaman Kale (Brassica oleracea subsp. acephala). Universitas Djuanda. Bogor.
- Ortega-Hernández E., Antunes-Ricardo M., Jacobo-Velázquez D. 2021. Improving the Health-Benefits of Kales (Brassica oleracea L. var. acephala DC) through the Application of Controlled Abiotic Stresses: A Review. Plants 10. https://doi.org/10.3390/plants10122629.