Kapasan

Abelmoschus moschatus Medik.

Malvaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Kapasan (Abelmoschus moschatus) adalah perdu setinggi 0,5-2,5 meter dari famili Malvaceae yang tersebar dari India hingga China dan Australia Utara. Bijinya menghasilkan minyak atsiri yang dipakai sebagai bahan tambahan makanan dan pengobatan Ayurveda, khususnya untuk gangguan mata dan asma. Kapasan juga dipercaya bersifat antidiabetes dan membantu melembutkan kulit.

Agroekologi

Tanaman tumbuh liar di tempat-tempat terbuka, semak, tanah kosong atau kebun. Menyukai kondisi dengan suhu 20-30 °C, curah hujan berkisar antara 1.000-1.400 mm/th. Tumbuh subur di tanah lempung dan berpasir dengan pH 5,5-7,8.

Morfologi

  • Akar tunggang bulat, bercabang, putih kekuningan.
  • Batang bulat, pangkal umumnya berkayu, percabangan sedikit, ditumbuhi rambut.
  • Daun tunggal, bertangkai panjang. Helaian daun berlekuk, tepi bergerigi, ujung runcing berwarna hijau, pangkal berbentuk jantung, pertulangan menjari, kedua permukaan berbulu kasar, panjang 6-22 cm, lebar 5-6 cm.
  • Bunga tunggal, bentuk lonceng, berukuran besar, keluar dari ketiak daun, mahkota berjumlah 5, berwarna kuning.
  • Buah kotak, bulat telur, berusuk lima, meruncing, panjang 5-8 cm, berbulu seperti sikat, jika masak akan terbuka dengan 5 katup.
  • Biji ginjal, pipih, keras, berwarna kelabu, bergaris halus dari pangkal sampai ujung, baunya wangi.
     

Budidaya

Perbanyakan generatif (biji), vegetatif (stek batang).
 

Kandungan Kimia

Biji: ambrettolic acid, β-sitosterol-β-D-glycoside, farnesol, furfural. Daun kering: β-sitosterol, β-D-glycoside. Bunga: β-sitosterol, myricetin, glycoside.

Khasiat

Antidiabetik, antioksidan, antibakterial, antiproliferatif (mencegah perbanyakan sel kanker), melembutkan kulit, obat ruam kulit, mengobati batuk, bisul, dan fraktur pada tulang.

Simplisia

  • Siapkan akar kapasan secukupnya.
  • Cuci bahan hingga bersih kemudian potong kecil-kecil.
  • Susun dalam wadah lalu jemur di bawah sinar matahari selama 5 hari atau sampai kering.
  • Simpan dalam wadah kedap udara.

Nama Lokal

Gandapura, Kapas sedaki (Sumatra), Kakapasan, Kaworo, Kapasan, Kasturi, Regulo, Rewulow, Waron, Kastore, Buka (Jawa), Kasturi (Maluku), Kastore bukal (Madura).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Batuk dari Kapasan

1. Batuk

  • Cuci 10 g akar kapasan segar, lalu potong tipis-tipis. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring.
  • Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
Ramuan tradisional Bisul atau pada tulang patah (fraktur) dari Kapasan

2. Bisul atau pada tulang patah (fraktur)

  • Cuci daun segar kapasan.
  • Giling sampai halus.
  • Bubuhkan ramuan tersebut pada bisul atau pada tulang yang patah (fraktur).
  • Balut dengan kain perban.

Sumber Referensi

  1. Widyaningrum Herlina. 2019. Kitab Tanaman Obat Nusantara. Media Pressindo, Jakarta.
  2. Maulana Murad. 2014. Khasiat Tanaman Obat Kapasan atau Gandapura. https://www.muradmaulana.com/2014/09/khasiat-tanaman-obat-kapasan-gandapura.html?m=1 18-07-2020