Kecapung

Bonnaya ciliata (Colsm.) Spreng.

Linderniaceae

Lokasi di kebun Gulma

Ringkasan

Bonnaya ciliata, yang dikenal sebagai kecapung, adalah gulma herba yang tumbuh liar mulai dari India dan Jepang hingga Asia Tenggara serta Australia bagian utara. Meski berstatus gulma, tumbuhan ini telah lama dipakai dalam pengobatan tradisional untuk berbagai keluhan, mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah kulit.

Agroekologi

Bonnaya ciliata dapat ditemukan tumbuh di daerah yang cerah atau teduh, area berumput, gurun, tepi jalan, ladang bera, sawah tadah hujan, tempat terganggu, pada ketinggian dari permukaan laut hingga ketinggian 1.300 m dpl. Spesies ini umumnya tumbuh di tanah ringan, berpasir atau berkerikil, sering berkelompok, serta menyukai tempat yang lembap. Spesies ini juga mampu mentolerir beberapa hari perendaman.

Morfologi

  • Akar tunggang, berwarna putih atau cokelat.
  • Batang banyak bercabang, cabang-cabangnya bungkuk dan kadang-kadang membentuk akar pada buku terakhirnya, berbentuk segi empat, padat, gundul atau berbulu. Stipula tidak ada.
  • Daun berhadapan (opposite), berbentuk elips-lonjong, pangkal daun membulat, ujung daun tumpul hingga runcing (acute), tepi daun aristate-dentate (bertugi-bergigi), sessile.
  • Bunga biseksual, soliter atau berkelompok dalam raceme aksila atau terminal, bertangkai. Memiliki kelopak berlobus 5 dan linier, sedangkan mahkota (corolla) berwarna merah muda atau merah muda kebiruan yang berbentuk tabung melengkung dengan helai mahkota (petal) berjumlah 5, berbibir 2. Ovarium (bakal buah) panjangnya sekitar 2 - 3 mm, berbentuk memanjang (elongate). Bracts berdaun, panjangnya sekitar 2 - 3 mm. Benang sari berjumlah 2, kepala sari tidak sama, staminodes (benang sari semu) dengan kait yang berbeda (divergen).
  • Buah kapsul dengan panjang sekitar 1-1,5 cm, linier, septum bersayap, melebihi kelopak buah.
  • Biji berwarna hitam.

Budidaya

Perbanyakan secara generatif melalui biji.

Kandungan Kimia

β-sitosterol, stigmasterol, lup-20(29)en-3β-ol, flavonoid, senyawa fenolik.

Khasiat

Obat setelah melahirkan, mengobati menorrhagia (haid berlebihan), gonorea, penyakit kuning, gangguan buang air kecil, sakit kepala, keluhan hati, penyakit limpa, sembelit, batuk, cacingan, penyakit kulit, diabetes, anemia, bronkitis, asma, menurunkan demam, mengatasi kehilangan selera makan, hipertensi. Memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektif (pelindung hati).

Nama Lokal

Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Obat setelah melahirkan dari Kecapung

1. Obat setelah melahirkan

  • Ambil daun kecapung secukupnya.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Oles pada perut.
  • Getah dari daun yang dihancurkan diberikan setelah melahirkan

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. Plants of the World Online: Bonnaya ciliata (Colsm.) Spreng.. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:799773-1. 09-04-2022.
  2. Tropical Plants Database, Ken Fern. Lindernia ciliata. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Lindernia+ciliata. 09-04-2022.
  3. Umakrithika S. 2021. A comprehensive overview of plant genus: Lindernia. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 10(5): 42-48.
  4. Pl@ntNet. Riceweeds en - Linderniaceae - Lindernia ciliata (Colsm.) Pennell. http://publish.plantnet-project.org/project/riceweeds_en/collection/collection/information/details/LIDCI. 09-04-2022.