Kecombrang
Ringkasan
Kecombrang (Etlingera elatior) adalah herba setinggi hingga 5 meter dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand Selatan. Bunganya yang berwarna merah muda menjadi bumbu khas penyedap masakan Nusantara sekaligus tanaman hias. Secara tradisional, buahnya dipakai mengobati sakit telinga sementara daunnya dipakai membersihkan luka.
Agroekologi
Umumnya tumbuh di dataran rendah daerah tropika basah dan dapat ditemukan pada ketinggian sampai 2.700 m dpl. Menyukai tanah lembap, berdrainase baik dengan curah hujan 2.355 mm/th, suhu 19,8-26,2 °C.
Morfologi
- Rimpang tebal, warna krem-merah jambu ketika masih muda.
- Batang semu bulat, besar di pangkal, berumpun.
- Daun 15-30 helai tersusun di dua baris, berseling, bentuk lonjong tepi bergelombang, ujung runcing pendek, hijau mengkilap.
- Bunga bentuk gasing, bertangkai panjang, daun pelindung bentuk jorong, merah jambu.
- Buah berjejalan dalam bonggol hampir bulat, berbulu halus dan pendek, berwarna merah.
- Biji berjumlah banyak, warna cokelat kehitaman diselubungi salut biji (arilus).
Budidaya
Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji), maupun vegetatif (rimpang atau pemisahan anakan). Biji diperoleh dari buah masak yang ditandai dengan buah yang mulai layu.
Kandungan Kimia
Saponin, flavonoid (kaempferol dan kuersetin), polifenol, minyak atsiri, anthraquinone, tanin, chloragenic acid, caffeoylquinic acids.
Khasiat
Antioksidan, antibakteri, antikanker, mengatasi bau badan dan beragam masalah kulit, meningkatkan produksi ASI, penambah nafsu makan, mencegah dan mengobati anemia, mengobati sakit telinga, membersihkan luka.
Simplisia
- Pilih bunga atau daun kecombrang segar lalu cuci bersih dengan air mengalir.
- Potong kecil-kecil bahan lalu kering anginkan hingga kering merata.
- Setelah kering, haluskan bahan menjadi bentuk serbuk.
- Kemas dalam kantong plastik kedap udara.
Nama Lokal
Kincung (Medan), Bunga rias (Tapanuli Utara), Asam cekala (Tanah karo), Kumbang sekala (Lampung), Sambuang (Minangkabau), Kecicang (Bali), Honje (Sunda).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Mengurangi bau badan dan meningkatkan produksi ASI
- Siapkan bunga segar secukupnya.
- Cuci hingga bersih.
- Rebus bahan beberapa menit kemudian siap dikonsumsi.
2. Obat luka
- Siapkan 30 g daun kecombrang, 30 g brotowali, 30 g lidah buaya, 30 g biji pinang, 200 ml minyak kayu putih.
- Semua bahan ditumbuk halus dan dicampur dengan minyak kayu putih.
- Oleskan pada bagian yang luka.
Sumber Referensi
- National Parks. Flora & Fauna Web. Etlingera elatior. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/1/9/1990 26-01-2021
- Researchgate.net. Standardised herbal extract of chlorogenic acid from leaves of Etlingera elatior (Zingiberaceae). https://www.researchgate.net/publication/51737502_Standardised_herbal_extract_of_chlorogenic_acid_from_leaves_of_Etlingera_elatior_Zingiberaceae 22-02-2021
- Globinmed. https://www.globinmed.com/index.php?option=com_content&view=article&id=105683:etlingera-elatior-jack-r-m-smith&catid=209&Itemid=143 26-01-2021
- Furnawanthi Irni. 2007. Khasiat dan manfaat lidah buaya. Agromedia pustaka, Jakarta.
- GoogDoctor. 7 manfaat kecombrang. https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/nutrisi/manfaat-kecombrang/ 01-08-2020