Kelabat

Trigonella foenum-graecum L.

Fabaceae

Lokasi di kebun Sayuran

Ringkasan

Kelabat (Trigonella foenum-graecum) adalah herba beraroma tegak setinggi 40-80 cm dari famili Fabaceae yang berasal dari Mediterania dan Asia Barat, dibudidayakan sejak 4.000 SM menurut catatan tertulis pertama. Bijinya menjadi bumbu masak dan bahan pengganti karamel serta kopi, sekaligus sumber pewarna di India. Kelabat secara tradisional dipakai luas dalam pengobatan China, Ayurveda, dan Timur Tengah untuk menurunkan gula darah dan kolesterol.

Agroekologi

Kelabat dapat ditemukan tumbuh di tepi lapangan, lahan yang tidak digarap, padang rumput kering dan lereng bukit. Spesies ini dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah lempung subur atau berpasir yang berdrainase baik, tetapi juga tumbuh cukup baik di tanah berkerikil dan berpasir, serta kisaran derajat kemasaman (pH) tanah yang cocok antara 5,3 -8,2. Tanah dengan salinitas sedang dapat ditoleransi, tetapi tidak untuk tanah masam. Spesies ini menyukai daerah di mana suhu siang hari tahunan berada dalam kisaran 13 - 27 °C, tetapi dapat mentolerir 5 - 32 °C, dengan curah hujan sedang atau rendah (500-700 mm per tahun) dan merupakan tanaman yang menyukai sinar matahari. Kelabat cukup toleran terhadap kekeringan serta mampu menoleransi embun beku hingga -15 °C (hanya tahap vegetatif).

Morfologi

  • Akar tunggang, bercabang banyak, membentuk bintil akar.
  • Batang soliter atau bercabang, terete, sedikit puber, berwarna hijau sampai ungu.
  • Daun berselang-seling (alternate), majemuk menyirip, trifoliate, berwarna hijau muda, dan bertangkai. Anak daun berbentuk bulat telur atau lonjong, tepi daun bergigi. Tangkai daun berlekuk di atas. Stipula berbentuk segitiga, kecil, menempel pada tangkai daun.
  • Bunga kecil, segitiga, aksila dan sessile, berwarna putih dan kuning. Kelopak puber, tabungnya sepanjang 4,5 mm, berlobus 5. Benang sari diadelphous (9 + 1), putik dengan ovarium sessile, tangkai putik (style) gundul. Muncul dari ketiak daun dan tersusun sendiri-sendiri (soliter) atau dalam kelompok kecil berpasangan. Butir polen bisa berbentuk oval atau melingkar. Bunga bersifat hermaprodit dan penyerbukan terjadi melalui serangga.
  • Buah berbentuk polong lurus hingga kadang-kadang berbentuk sabit, sempit, panjang dan lonjong, gundul (glabrous) dengan urat memanjang halus. Ukuran polong 80-150 x 2-4 mm dan diakhiri dengan paruh memanjang. Polong berisi 10-20 biji kecil.
  • Biji berukuran kecil, keras, memanjang, pipih, berbentuk segi empat dan alur di bagian tengah yang membagi setiap biji menjadi 2 bagian yang tidak sama, sudut membulat, agak halus. Biji berwarna kuning kecokelatan, aromatik.

Budidaya

  • Perbanyakan dilakukan secara generatif menggunakan biji. Benih direndam terlebih dahulu selama 12 jam sebelum disemai. Benih berkecambah dalam waktu 6-8 hari setelah tanam. Suhu tanah optimum pada saat tanam > 10 °C.
  • Panen dilakukan dalam 30-40 hari untuk herba dan 105-140 hari untuk benih. Pemetikan (panen tangan) dilakukan untuk herba dan mesin yang digunakan untuk memanen benih.
  • Di India Selatan, kelabat ditumpangsarikan dengan ketumbar, wijen atau buncis.

Kandungan Kimia

Kuinon, flavone, flavonoid (quercetin), senyawa fenolik (kumarin, skopoletin, chlorogenic acid, caffeic acid, dan p-coumaric acid), tanin, terpen dan terpenoid (sabinene, 3-carene, menthol, α-pinene, β-pinene, β-terpineol, cineol, anethol, β-terpinyl acetate, carvone,1-p-menthen-8-yl acetate, 1-pentanol,1-hexanol,2-methyl-2-butene-1-ol, 2-methyl-2-butenal,2-pentylfuran, formic acid, propanoic acid, γ-butyrolacetone, 5-alkylated γ-lactones, 3-amino-4,5-dimethyl-2(3H)-furanone), lakton, saponin (fenugrekin, diosgenin), alkaloid (trigonelin, gentianin, karpain), steroidal (choline), asam amino (4-hidroksiisoleusin, arginin), galactomanin, polipeptida.

Khasiat

Menurunkan tekanan darah dan kolesterol, membantu menurunkan demam, mencegah sembelit, mengurangi penyakit kardiovaskular, mengontrol diabetes, melindungi dari kanker, menjaga kesehatan jantung, menginduksi hormon pertumbuhan dan reproduksi, merawat rambut panjang dan berkilau, meringankan iritasi kulit dan kerusakan kulit, bisul, menghilangkan bengkak dan nyeri, menenangkan abses dan luka, membantu penyembuhan penyakit sinus dan paru-paru, menghilangkan bau mulut, mengobati sariawan dan bibir pecah-pecah, hernia, radang sendi, tukak lambung dan usus, keputihan yang berlebihan, bersifat afrodisiak. Memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, antidiare, antiinflamasi, hipoglikemik, gastroprotektif, dan hepatoprotektif.

Simplisia

  • Siapkan biji kelabat segar secukupnya, cuci bersih dengan air mengalir.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Haluskan menggunakan blender hingga menjadi bubuk.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Klabet (Jawa).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Bisul dari Kelabat

1. Bisul

  • Siapkan biji kelabat segar secukupnya, cuci bersih dengan air mengalir.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Haluskan menggunakan blender hingga menjadi bubuk.
  • Campurkan sedikit air lalu tapal pada bisul.

 

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Trigonella foenum-graecum L. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:523957-1. 22-02-2022.
  2. Ritika. 2016. Trigonella foenum-graecum L. : A REVIEW OF ITS ETHNOBOTANY, PHARMACOLOGY AND PHYTOCHEMISTRY. International Journal of Advance Research in Science and Engineering, 5(9): 192-204.
  3. PROSEA. 2019. Trigonella foenum-graecum (PROSEA). https://uses.plantnet-project.org/en/Trigonella_foenum-graecum_(PROSEA). 22-02-2022.
  4. Useful Tropical Plants Database, Ken Fern. 2021. Trigonella foenum-graecum. https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Trigonella+foenum-graecum. 22-02-2022.