Keladi Tikus
Ringkasan
Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah herba semusim setinggi 25-30 cm dari famili Araceae yang tersebar dari India dan China hingga Australia, dengan persebaran di Indonesia meliputi Jawa, Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Awalnya dipakai mengobati penyakit kulit secara tradisional, sejak tahun 2000 tanaman ini populer sebagai 'tanaman ajaib' yang dipercaya menghambat perkembangan sel kanker. Keladi tikus juga diyakini membantu mengurangi efek samping kemoterapi.
Agroekologi
Keladi tikus tumbuh di tempat dengan ketinggian 1-300 m dpl. Pertumbuhannya menyukai tempat lembap yang tidak terkena sinar matahari langsung.
Morfologi
- Umbi berbentuk bulat rata sebesar buah pala, bagian dalam umbi berwarna putih, bagian luar berwarna coklat muda keputihan.
- Batang berbentuk bulat, berwarna hijau. Pangkal batang berwarna putih.
- Daun oval menyerupai segitiga berlekuk di bagian bawah, ujung daun meruncing berwarna hijau, tepi daun rata.
Budidaya
Perbanyakan secara vegetatif (melalui pertunasan umbi).
Kandungan Kimia
Stigmasterol, saponin, steroid atau triterpenoid, kumarin, senyawa terpenoid, kampesterol, β-sitosterol, pheophorbide-a, pheophorbide-a, pyropheophorbide-a, methyl pyropheophorbide-a, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat.
Khasiat
Menghambat pertumbuhan sel kanker (kanker payudara, usus, kelenjar prostat, hati, leukimia), menghilangkan efek buruk kemoterapi, antivirus, antibakteri.
Simplisia
- Kumpulkan seluruh bagian tanaman keladi tikus. Cuci hingga bersih dengan air mengalir.
- Kering anginkan bahan hingga kadar air 10 %.
- Haluskan menggunakan blender hingga berbentuk serbuk.
- Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.
Nama Lokal
Bira kecil, Daun panta susu, Ki babi, Trenggiling mentik, Ileus, Kalamoyang.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Stamina pejuang kanker
- Siapkan 250 g umbi keladi tikus.
- Potong-potong umbi lalu jemur sampai kering kemudian tumbuk hingga halus dan tambahkan 1 gelas air mendidih/air matang panas.
- Minum 1 kali sehari, masing-masing 1 gelas tambahkan gula merah atau madu sesuai selera.
Sumber Referensi
- Harfia M. 2006. Uji aktivitas ekstrak etanol 50% umbi Keladi Tikus (Thyponium flagelliforme) (Lood) terhadap sel kanker payudara MCF-7 cell Line secara in vitro. Puslitbang Biomedis dan Farmasi.
- Junairiah, Ni’matuzahroh, Zuraidassanaaz NI. Sulistyorini L. 2018. Isolation and identification of secondary metabolites of black betel (Piper betlel. var nigra). Jurnal Kimia Riset 3(2).
- Katrin E, Novagusda NF, Susanto, Winarno H. 2012. Karakteristika dan khasiat daun Keladi Tikus (Thyponium divaricatum L.) iradiasi. Jurnal Ilmiah Aplikasi isotop dan Radiasi 8(1).
- Lai CS, Mas RHMH, Nair NK, Mansor SM, Navaratnam V. 2010. Chemical constituents and in vitro anticancer activity of Typhonium flagelliforme (Araceae). Journal of Ethnopharmacology 127: 486–494.
- Palupi D. 2005. Isolasi identifikasi dan uji hayati salah satu kandungan kimia dalam fraksi n-heksa dari ekstrak metanol herba keladi tikus (Typhonium) anti cancer activity of Thiphonium flagelliforme. Journal of Ethnopharmacology 127 (2).