Kelor
Ringkasan
Kelor (Moringa oleifera) adalah pohon setinggi 7-11 meter dari famili Moringaceae yang berasal dari kaki Pegunungan Himalaya di India barat laut, kini tersebar hingga Afrika Timur dan Amerika Selatan. Daunnya yang kaya nutrisi lazim disantap sebagai sayuran, sementara bijinya berfungsi menjernihkan air dan kulit kayunya menghasilkan serat untuk tali. Kelor secara tradisional dipercaya bersifat antiinflamasi dan membantu mengatasi anemia serta asam urat.
Agroekologi
Tumbuh di ketinggian kurang dari 600-1.000 m dpl, dan tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan antara 250-3.000 mm/th, kisaran suhu 25-48°C. Toleran terhadap kekeringan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
Morfologi
- Akar tunggang, berwarna putih.
- Batang berkayu (lignosus), tegak berwarna putih kotor, permukaan kasar. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang.
- Daun majemuk, bertulang daun menyirip, bertangkai panjang, tersusun berseling.
- Bunga majemuk, bentuk malai, letak di ketiak daun, panjang 10-30 cm, daun kelopak hijau, benang sari dan putik kecil, mahkota putih.
- Buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna cokelat.
- Biji bulat berwarna cokelat kehitaman.
Budidaya
Perbanyakan secara vegetatif, menggunakan batang pohon berumur 1 tahun, diameter batang besar. Sedangkan vegetatif, melalui biji yang sehat, tidak keriput dan rusak.
Kandungan Kimia
Asam askorbat, flavonoid, phenolic, karatenoid, asam amino (asam amino yang berbentuk asam aspartat, asam glutamat, alanin, valin, leusin, isoleusin, histidin, lisin, arginin, venilalanin, triftopan, sistein dan methionin), fenol.
Khasiat
Antihipertensi, antiinflamasi, antikanker, antitumor, antidiare, antialergi (asma), anemia, pembengkakan kelenjar, luka infeksi, penyakit kulit, mengobati asam urat dan gigitan ular.
Simplisia
- Cuci bersih daun kelor dan tiriskan. Sortasi dari bahan lain yang tidak diinginkan.
- Susun dalam rak khusus dan keringkan dalam ruangan pengering tertutup, suhu rendah 30- 35°C.
- Sampai tercapai kadar air di bawah 5% selama 2 hari dan bolak balikkan daun kelor setiap 3 jam.
- Lakukan pemisahan dari tangkai daun dan haluskan hingga menjadi serbuk.
- Simpan simplisia di wadah tertutup rapat.
Nama Lokal
Keloro (Bugis), Murong (Sumatra), Maronggih (Madura).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Kurang darah (anemia)
- Dewasa : 2 genggam daun direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas air, saring, dan minum selagi hangat. Minum 2 kali sehari.
- Anak : 1 genggam daun direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas air, saring dan diminum selagi hangat. Minum 2 kali sehari.
Sumber Referensi
- Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017. 2017 .Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia; Kurang Darah (Anemia).
- Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Moringa oleifera . http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Moringa+oleifera 26-01-2021.