Kembang Merak Merah

Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.

Fabaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Kembang merak merah (Caesalpinia pulcherrima) adalah perdu setinggi 3-4 meter dari famili Fabaceae, tumbuhan asli Asia yang diperkenalkan pertama ke Hindia Barat dan kini populer sebagai tanaman hias taman. Di Meksiko dan Nikaragua, polong bijinya yang hijau direbus untuk dimakan, sementara di Amazon dipakai sebagai emmenagogue tradisional. Kembang merak merah juga terbukti bersifat antioksidan dan antibakteri, efektif melawan infeksi MRSA.

Agroekologi

C. pulcherrima mudah tumbuh di ketinggian 0-2.000 m dpl di tanah dengan kelembapan sedang, subur, berdrainase baik tetapi dapat tumbuh di tanah liat, pasir, lempung, alkali hingga asam, dan jenis tanah asin, dengan toleransi garam aerosol sedang. Persyaratan cahaya adalah sinar matahari penuh, sinar matahari sebagian atau naungan sebagian, tetapi spesies ini berbunga paling baik di bawah sinar matahari penuh.

Morfologi

  • Akar berwarna merah, berbentuk bulat dan tidak terlalu panjang, termasuk pada akar yang radix prima atau akar tunggang.
  • Batang hijau, berubah menjadi cokelat keabu-abuan saat batang menjadi lebih berkayu, ditutupi duri, yang membengkak di pangkal saat batang matang.
  • Daun berseling, majemuk, bipinnate (berdaun ganda dua), pinnae 4-8 pasang, masing-masing dengan 7-11 pasang helai daun elips, tumpul, menyirip, selebaran hijau muda, miring tidak sama panjang sekitar 2-2,5 cm.
  • Bunga berwarna merah muda-merah, tidak berbau dengan benang sari dan putik panjang. Ada satu kelopak yang dimodifikasi yang lebih kecil dari 4 kelopak lainnya.
  • Buah polong lonjong, tipis, cokelat sampai hitam, panjangnya mencapai 10 cm. Polong dibelah untuk membubarkan baris tunggal biji.
  • Biji banyak, pipih, padat, coklat, biasanya 6-8 per polong.

Budidaya

Perbanyakan secara generatif dengan biji. Sebelum ditanam biji direndam terlebih dahulu dalam air bersih selama 8 jam untuk mempermudah perkecambahan.

Kandungan Kimia

Diterpenoid, isovouacaperol, sitosterol, dan flavonoid ( 5,7-dimethoxyflavanone, 5,7-dimethoxy-3,4'-methylenedioxyflavanone, isobonducellin, 2'-hydroxy-2,3,4'-6'-tetramethoxychalcone dan bonducellin, peltogynoid, bhonducellin, 6-methoxypulcherrimin, dan homoisoflavonoid), asam galat, zat pewarna merah, gom, tanin, damar, asam benzoat, ester diterpene tipe cassane, pulcherralpin, lupeol, B-sitosterol, myricetin, saponin, fenol, terpenoid, tanin, dan alkaloid, pulcherrin J, 6-cinnamoyl-7-hydroxyvouacapen-5-ol. fitosterol, saponin, dan lignin.

Khasiat

Mengobati demam intermiten, mengobati pilek, batuk, penyakit kulit, mengobati liver, sebagai obat kumur untuk sariawan di mulut dan tenggorokan, mengobati erisipelas (infeksi kulit oleh bakteri) dan radang mata, sebagai tonik, mengobati diare dan disentri, luka, nyeri, nyeri dada, sesak nafas, batu ginjal, malaria, bronkitis, perut kembung, tumor ganas, dapat menginduksi atau menyebabkan aborsi, bersifat sebagai pencahar dan emmenagogue (pelancar haid atau menstruasi). Memiliki aktivitas sebagai antipiretik dan antimikroba.

Simplisia

  • Siapkan bunga kembang merak merah, cuci bersih dengan air mengalir lalu tiriskan.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air mencapai 10%.
  • Setelah benar-benar kering simpan di tempat bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Merakan (Jawa), Kembang patra kembala (Sunda), Perak kegel (Madura), Bunga kacang (Sulawesi Utara), Jambul merak (Melayu).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Menstruasi (haid) tidak lancar dari Kembang Merak Merah

1. Menstruasi (haid) tidak lancar

  • Rebus 15-30 g bunga segar kembang merak merah.
  • Biarkan hangat/dingin.
  • Saring hasil rebusan lalu minum.
Ramuan tradisional Sariawan dari Kembang Merak Merah

2. Sariawan

  • Cuci bersih daun kembang merak secukupnya.
  • Rebus daun hingga mendidih.
  • Biarkan hangat lalu saring.
  • Gunakan air hasil saringan untuk kumur-kumur.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanical Gardens. 2021. Plants of the World Online : Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw. http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:1164658-2. 01-10-2021.
  2. Flora Fauna Web. 2021. Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw. f. rosea. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/5/1/5115. 01-10-2021.
  3. Stuartxchange. Phillipine Medicinal Plants : Bulaklak ng Paraiso. http://www.stuartxchange.ph/Bulaklak.html. 01-10-2021.
  4. CAB International. 2021. Caesalpinia pulcherrima (peacock flower). https://www.cabi.org/isc/datasheet/10728. 01-10-2021.
  5. PlantStory. 2021. Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima). https://plantstory.com/glossary/caesalpinia-pulcherrima-kembang-merak. 01-10-2021.
  6. Nasution Rita Eviana. 2020. Mengenal Tumbuhan Kembang Merak. cyberextension. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/90488/-Mengenal-Tumbuhan-Kembang-Merak/. 01-10-2021.