Kenikir
Ringkasan
Kenikir (Cosmos caudatus) adalah herba semusim setinggi 30-200 cm dari famili Asteraceae yang berasal dari Amerika Latin dan Tengah, menyebar hingga Filipina, Indonesia, dan Spanyol. Daunnya yang khas menjadi lalapan favorit di banyak daerah Nusantara dan kaya kandungan fenol yang bersifat antioksidan. Secara tradisional, kenikir juga dipercaya membantu mengatasi maag, diabetes, dan bau mulut.
Agroekologi
Tumbuh baik pada dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian 1.600 m dpl. Pertumbuhannya menyukai kondisi iklim panas (tropis) pada suhu 20-22 °C, curah hujan rata-rata 2.443 mm/th. Menyukai tempat terbuka dengan penyinaran matahari penuh, tanah berpasir, berbatu, berlempung, dan liat berpasir dengan kelembapan sedang atau tinggi.
Morfologi
- Akar tunggang, berwarna putih.
- Batang tegak, segi empat, beralur membujur, bercabang banyak, warna hijau keunguan.
- Daun majemuk, bersilang berhadapan, ujung runcing, tepi rata, warna hijau.
- Bunga majemuk tersusun pada bongkol yang banyak terdapat di ujung batang dan ketiak daun-daun teratas, terdiri dari 8 mahkota, benang sari berbentuk tabung, kepala sari berwarna cokelat kehitaman, putik berbulu.
- Biji keras, kecil, berbentuk jarum, panjang ± 1 cm, berwarna hitam.
Budidaya
- Perbanyakan secara generatif (biji).
- Penanaman dapat dilakukan langsung di lapangan atau penyemaian terlebih dahulu.
- Bibit yang sudah berumur 3 minggu setelah semai dapat dipindahkan ke lahan dengan jarak tanam 25 x 25 cm.
- Pemanenan dilakukan pada umur 6 minggu.
Kandungan Kimia
Asam klorogenik, polifenol, hidroksieugenol, flavonoid (kuersetin), saponin, terpenoid, koniferil alkohol, minyak atsiri.
Khasiat
Mengobati penyakit maag dan diabetes, meningkatkan nafsu makan, mengatasi masalah bau mulut dan badan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menguatkan tulang, menjaga kesehatan jantung, mengatasi masalah payudara karena menyusui, menghilangkan racun dari tubuh, antikanker.
Simplisia
- Pilih daun kenikir yang segar dan sehat, cuci bersih menggunakan air mengalir.
- Iris daun hingga berukuran kecil kemudian jemur tanpa terkena sinar matahari langsung selama beberapa hari, sampai benar-benar kering.
- Haluskan hingga menjadi serbuk kasar.
Nama Lokal
Ulam raja (Melayu) dan Raramidang (Sunda).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Mengatasi bau badan
- Siapkan 3 pucuk daun segar cuci hingga bersih.
- Makan mentah sebagai lalapan.
- Konsumsi 3 kali sehari hingga keluhan bau badan hilang.
2. Kanker
- Seduh 1 sdt daun kenikir kering
- Tambahkan 1 gelas air mendidih, diamkan 35 menit.
- Saring kemudian minum tehnya selagi hangat.
- Minum teh herbal ini 2 gelas sehari pada pagi dan sore hari.
Sumber Referensi
- Yayasan Peduli Konservasi Alam Indonesia. 2008. Tanaman Obat Halimun Hal 23. Mengatasi Bau Badan