Kenitu

Chrysophyllum cainito L.

Sapotaceae

Lokasi di kebun Buah

Ringkasan

Kenitu (Chrysophyllum cainito) adalah pohon setinggi hingga 30 meter dari famili Sapotaceae yang berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Hindia Barat, kini banyak ditanam di Filipina dan Thailand sebagai tanaman hias dan peneduh. Buahnya yang berwarna hijau atau ungu mengilap biasa disantap segar, sementara masyarakat Kuba di Miami memakai daunnya sebagai bagian pengobatan tradisional kanker. Kenitu juga dipercaya membantu meredakan rematik dan menurunkan kadar kolesterol.

Agroekologi

Kenitu tumbuh dengan subur hampir di semua jenis tanah dan dalam kisaran iklim yang luas. Di Asia Tenggara tanaman ini tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 400 m dpl.

Morfologi

  • Batang silindris, berkayu, pemukaan kasar warna cokelat, abu-abu gelap sampai putih dan banyak mengeluarkan lateks (getah putih pekat) ketika dilukai.
  • Daun tunggal, berwarna cokelat keemasan karena bulu-bulu halus yang tumbuh terutama di sisi bawah daun dan di rerantingan.
  • Bunga terletak di ketiak daun, berkelompok 5-35 kuntum bunga kecil-kecil bertangkai panjang, kekuningan sampai putih lembayung, harum manis.
  • Buah bulat-bulat telur, diameter 5-10 cm, kulit licin mengkilap, merah keunguan-ungu tua atau hijau pucat, kulit agak tebal. Daging buah putih, lembut, manis, terdiri hingga 10 biji.
  • Biji pipih, keras mengkilap, warna cokelat muda hingga hitam keunguan.

Budidaya

Perbanyakan dilakukan dengan biji, mencangkok, menyambung, dan menempel.

Kandungan Kimia

Flavonoid, tanin, alkaloid, triterpen, sterol, polifenol, β-sitosterol, lupeol, asam galic, steroid, cardiac glycoside, ursolic acid.

Khasiat

Mengobati rematik, nyeri dada, diabetes, batuk, obat kuat, meredakan laringitis dan pneumonia, pencegah alergi, penurun kadar kolesterol, memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antikanker, dan antimikroba.

Simplisia

  • Kumpulkan daun segar dan tidak busuk.
  • Cuci hingga bersih dengan air mengalir.
  • Jemur di bawah naungan matahari selama beberapa hari sampai benar-benar kering. Giling hingga menjadi serbuk yang homogen.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Sawo ijo atau Apel ijo (Jawa), Sawo kadu (Banten), Sawo hejo (Sunda), Kenitu (Jatim), Sawo manila (Lampung).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Setup kenitu untuk energi dari Kenitu

1. Setup kenitu untuk energi

  • Siapkan 700 g kenitu, 70 g gula pasir, 1 jari tangan kayu manis, 7 buah cengkeh, air matang secukupnya, garam secukupnya.
  • Potong-potong kenitu. Rebus gula, kayu manis, cengkeh dan garam dengan api sedang, Setelah mendidih dan mengeluarkan aroma harum, angkat dan saring. Masukkan kenitu, lalu masak kembali diatas api kecil hingga kenitu terlihat layu. Angkat dan sajikan.
Ramuan tradisional Meredakan laringitis dan pneumonia dari Kenitu

2. Meredakan laringitis dan pneumonia

  • Siapkan buah kenitu yang sudah dicuci bersih.
  • Konsumsi buah kenitu.

Sumber Referensi

  1. Puspaningtyas Desty Ervira. 2013. The miracle of fruits. agromedia pustaka, Jakarta.
  2. Pfaf. Chrysophyllum cainitohttps://pfaf.org/User/Plant.aspx?LatinName=Chrysophyllum+cainito 09-07-2020
  3. Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Chrysophyllum cainito. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Chrysophyllum+cainito 27-01-2021