Kepuh
Ringkasan
Kepuh (Sterculia foetida) adalah pohon raksasa setinggi hingga 40 meter dari famili Malvaceae yang berasal dari Afrika tropis, tersebar hingga Asia Tenggara dan Australia. Batangnya yang besar dipakai membuat batang korek, peti mati, dan perahu, sementara bijinya menghasilkan minyak lampu dan bahan membatik. Daun kepuh secara tradisional dipercaya mengobati demam dan meringankan patah tulang.
Agroekologi
Kepuh ditemukan di daerah dataran rendah dan pantai di ketinggian 0-400 m dpl, dengan suhu tahunan 18-32 °C, curah hujan rata-rata 1.100-1.800 mm/th, menyukai tanah dengan solum dalam, subur, lembap dan berdrainase baik dengan pH 6-7,5 dengan sinar matahari penuh.
Morfologi
- Akar tunjang dan berbanir.
- Daun majemuk menjari, bertangkai berkumpul di ujung ranting. Anak daun berjumlah 7-9, jorong lonjong, ujung dan pangkal meruncing.
- Bunga majemuk dalam malai dekat ujung ranting, hijau atau ungu pudar, kelopak berbagi 5 laksana mahkota.
- Buah bumbung besar, lonjong gemuk, berkulit tebal, merah terang, berkumpul dalam karangan berbentuk bintang.
- Biji 10-15 butir per buah, kehitaman, melekat dengan aril berwarna kuning.
Budidaya
Perbanyakan melalui biji yang berjatuhan dengan kondisi tanah relatif basah atau tergenang air sampai berbentuk tunas kecil.
Kandungan Kimia
Daging biji: asam oleat, asam linoleate, asam palmitat, asam miristat, asam lemak siklopropen (CPFA) seperti 8,9 methylene-heptadec-8-enoic acid (malvalic acid) dan asam sterkulat (9,10- methylene-ocadec-9-enoic acid).
Khasiat
- Daun: mengobati demam, mencuci rambut, tapal untuk meringankan sakit pada kaki dan tangan yang terkilir atau patah tulang.
- Kulit kayu: penggugur kandungan.
Simplisia
Belum tesedia.
Nama Lokal
Halumpang (Batak.), Koleangka (Sunda), Kepoh, Jangkang (Jawa), Jhangkang, Kekompang (Madura), Kepuh, Kepah, Kekepahan (Bali) Bungoro, Kalumpang (Makasar), Kailupa furu, Kailupa buru (Maluku Utara).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Demam
- Siapkan 20 g kulit buah kering kepuh. Potong kulit kecil-kecil, kemudian rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Dinginkan dan saring.
- Tambahkan ramuan dengan 1 sdm gula pasir, lalu aduk sampai rata dan minum sekaligus.
2. Menghilangkan gatal
- Cuci hingga bersih 1 buah kepuh.
- Panaskan buah kepuh.
- Haluskan lalu tempelkan pada bagian yang gatal.
- Oleskan 1-2 kali sehari diamkan 15- 30 menit sehari.
Sumber Referensi
- Konservasi Kepuh (Sterculia foetida L.) di Kabupaten Sumbawa Nusa Tengara Barat. Metananda, dkk, 2016. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83110 24-08-2020
- Potensi Ganda Tumbuhan Hutan Pohon Kepuh (Sterculia foetida linn). Ridhawati, 2015. http://rimbawan2013hut4a.blogspot.com/2015/04/potensi-ganda-tumbuhan-hutan-pohon.html 07-07-2020
- FORDA.mof.org. https://www.forda-mof.org/files/buku_2_kepuh.pdf 31-01-2021
- Badan penelitian dan pengembangan kesehatan. 2001. Inventaris tanaman obat indonesia (I) jilid 2. depkes. (Obat demam)
- Hariana Arief, dkk. 2015. Kitab Resep Herbal : menghilangkan gatal. https://books.google.co.id/books?id=OCHgCgAAQBAJ&pg=PA148&lpg=PA148&dq=arief+hariana+kepuh&source=bl&ots=TO3kFEsDMG&sig=ACfU3U3ymPnwMT-9M3bDaYlDfHUTCyBUig&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwi6hOr-zcruAhWM6nMBHYcvCfcQ6AEwCHoECAcQAg#v=onepage&q=arief%20hariana%20kepuh&f=false 15 -08-2020