Ketapang Biola

Ficus lyrata Warb.

Moraceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Ficus lyrata atau ketapang biola berasal dari kawasan tropis Afrika Barat dan Tengah, dan kini dibudidayakan luas di seluruh dunia sebagai tanaman hias, baik di dalam maupun luar ruangan. Selain berfungsi sebagai peneduh dan sumber pewarna alami merah keunguan, di sejumlah budaya pohon ini juga memiliki makna sosial sebagai bagian dari ritual, sementara secara tradisional dipakai mengatasi gangguan pernapasan, pencernaan, dan infeksi jamur.

Agroekologi

Ketapang biola tumbuh di dataran rendah hingga sedang dan di hutan hujan lembap pramontana. Di Kolombia, spesies ini dilaporkan tumbuh pada ketinggian 1.000-1.500 m dpl. Di Indonesia, spesies ini hampir tumbuh di seluruh bagian wilayah, biasanya tumbuh liar di pantai ataupun di pinggir jalan. Ketapang biola memiliki toleransi yang tinggi terhadap kekeringan dan dapat tumbuh di bawah sinar matahari penuh, matahari parsial, atau teduh parsial. Spesies ini juga memiliki toleransi sedang terhadap garam aerosol dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah termasuk pasir, tanah liat, lempung, basa, dan asam selama tanah memiliki drainase yang baik. Ketapang biola tidak menyukai penyiraman yang berlebihan. Terlalu banyak atau terlalu sedikit air dan cahaya yang tidak mencukupi akan mengakibatkan kematian daun tua bagian bawah.

Morfologi

  • Akar tunggang dan berserabut.
  • Batang soliter, berkayu, dengan kulit kayu yang retak-retak dangkal keabu-abuan.
  • Daun tunggal atau unifoliate, susunan daun tersebar (alternate), berwarna hijau, mengkilap, gundul, kasar, besar. Lamina tebal berbentuk bulat telur hingga lyrate (berbentuk kecapi) atau pandurat (berbentuk biola), panjang sekitar 15-30 cm, tepi daun rata-bergelombang, pangkal daun menjantung (cordate), hampir terpotong (truncate) dan sangat pendek meruncing di puncak, gundul, tulang daun menyirip, saraf lateral 4-5 pasang, urat kekuningan menonjol di permukaan atas dan bawah. Stipula sempit berbentuk segitiga-lanset, runcing, gundul, persisten. Bertangkai kokoh, gundul, beralur.
  • Bunga banyak, berwarna krem, tersembunyi di dinding bagian dalam wadah sinkonium. Berumah satu, dengan bunga jantan / empedu (steril) dan betina ditemukan di sinkonium terpisah pada pohon yang sama. Bunga jantan: sepal 2-3, bulat telur-lanset, benang sari soliter dengan kepala sari berbentuk bulat telur. Bunga betina: sepal 3, bulat telur dan tumpul, tangkai putik pendek dengan kepala putik (stigma) papillate.
  • Buah bulat, sinkonium berongga berdaging, berwarna hijau dengan bintik-bintik kuning tertekan, sangat padat dan keras, tidak bertangkai, berpasangan di ketiak daun di ujung cabang.

Budidaya

Perbanyakan tanaman dengan biji, stek batang (menggunakan hormon perakaran), dan layering (menggunakan cabang berumur 1 - 2 tahun).

Kandungan Kimia

Alkaloid, senyawa fenolik, tanin, terpenoid, orientin, asam benzoat, asam caffeoylquinic, asam lemak dan sphingolipids, flavonoid (termasuk catechins/ procyanidins, glikosida flavonoid terkait-O dan C), arabinose, β-amyrin, β-karoten, β-sitosterol, xanthotoxol. Procyanidins utama adalah dimer dan trimer yang terdiri dari unit (epi)catechin dan (epi) afzelechin, sedangkan flavon yang dominan adalah C-glikosida atau luteolin dan apigenin.

Khasiat

Mengobati gangguan pernafasan (asma, batuk, sakit tenggorokan), gangguan gastrointestinal (kolik, gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan, dan diare), gangguan inflamasi dan kardiovaskular, mengontol diabetes, mengobati kondisi seperti infeksi jamur, mengobati kecemasan. Memiliki aktivitas antimikroba, antibakteri, dan antioksidan.

Nama Lokal

Ketapang brazil, Kimunding, Arabiola, Biola cantik.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Mengobati kecemasan dari Ketapang Biola

1. Mengobati kecemasan

  • Siapkan daun ketapang biola secukupnya cuci hingga bersih.
  • Rebus hingga mendidih.
  • Biarkan hangat/dingin.
  • Saring lalu minum untuk mengobati kecemasan.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online: Ficus lyrata Warb.. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:853158-1. 22-07-2022.
  2. CAB International. 2014. Invasive Species Compendium: Ficus lyrata (fiddle-leaf fig). https://www.cabi.org/isc/datasheet/24125#touses. 22-07-2022.
  3. Flora Fauna Web. 2022. Ficus lyrata Warb.. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/9/2911. 22-07-2022.
  4. Stuartxchange. 2021. Philippine Medicinal Plants: Fiddle leaf fig. http://www.stuartxchange.org/FiddleLeaf. 22-07-2022.
  5. Alamgeer et al. 2018. Traditional medicinal plants used for respiratory disorders in Pakistan: a review of the ethno-medicinal and pharmacological evidence. Chinese Medicine, 13: 48. doi: 10.1186/s13020-018-0204-y.
  6. Lostinplantopia. 2018. Ficus lyrata. https://lostinplantopia.com/2018/11/30/011-ficus-lyrata/. 22-07-2022.
  7. Khan A. S. 2017. Medicinally Important Trees. Springer International Publishing AG.