Kola

Cola nitida (Vent.) Schott & Endl.

Malvaceae

Lokasi di kebun Buah

Ringkasan

Cola nitida atau kola adalah tanaman asli Afrika Barat dan Sudan yang masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-10. Di Afrika, biji kola telah lama dipakai dalam ritual keagamaan seperti pernikahan dan penguburan, sekaligus dikonsumsi sebagai stimulan dan bahan asli pembuatan minuman ringan Coca-Cola. Ekstraknya yang telah disetujui aman oleh FDA Amerika Serikat juga dipakai dalam industri makanan, sementara secara tradisional biji kola digunakan mengobati migrain, gangguan pencernaan, dan melawan kelelahan.

Agroekologi

C. nitida merupakan tanaman tropis di hutan dataran rendah tropis yang panas, lembap, dan biasanya ditemukan tumbuh pada ketinggian hingga 300 m dpl, tetapi juga ditemukan hingga ketinggian 800 m dpl, dengan curah hujan tahunan rata-rata dalam kisaran 1.400 - 2.500 mm, tetapi mentolerir 1.200 - 3.500 mm dan mampu bertahan selama 3 bulan atau lebih pada musim kemarau. C. nitida dapat tumbuh subur pada tanah berat atau ringan selama kedalaman tanahnya baik, berdrainase baik, mengandung banyak humus, serta posisi di bawah sinar matahari penuh, sedangkan pohon muda membutuhkan naungan. C. nitida dapat tumbuh di tanah dengan pH tanah dalam kisaran 5 - 6, namun mentolerir 4,3 - 7. Tumbuh paling baik di daerah di mana suhu tahunan siang hari berada dalam kisaran 21 - 30 °C, tetapi dapat mentolerir 10 - 35 °C. C. nitida tahan terhadap kekeringan, dan dapat dibudidayakan di daerah yang lebih kering selama air tanah tersedia.

Morfologi

  • Batang bulat, kadang lurus, diameter bisa mencapai 1,5 m, bisa tanpa cabang selama beberapa meter. Kulitnya retak dan berwarna cokelat keabu-abuan bergaris kasar, tetapi cabang-cabang kecilnya halus.
  • Daun sederhana, tunggal, berwarna hijau, berurat dalam, permukaan halus, berbentuk elips dengan seluruh tepi daun rata dan ujung daun meruncing. Daun memiliki susunan daun alternate (daun muncul sendiri-sendiri di sisi cabang yang bergantian).
  • Bunga berwarna kuning kehijauan atau putih dengan garis-garis dan pinggiran ungu dan merah di dalamnya. Bunganya membentuk kelompok pendek dan tidak beraturan, membentuk cangkir.
  • Buah berwarna hijau muda, buah kering memiliki tekstur keriput, tidak rata dan punggungan melengkung yang membentang di sepanjang polong. Buah terdiri dari 5 sel yang melengkung ke belakang, dan berisi sekitar 10 biji per buah. Mereka terbelah menjadi dua untuk melepaskan biji.
  • Biji tidak beraturan, besar, berwarna krem ​​hingga cokelat kemerahan, aromatik.

Budidaya

  • Perbanyakan tanaman melalui biji. Untuk mendorong perkecambahan rendam biji dalam air selama 24 jam sebelum tanam dan tempatkan di lokasi yang hangat (sekitar 29 °C). Perkecambahan lambat, memakan waktu 2 - 3 bulan. Perkecambahan dalam waktu 10 - 18 hari tercapai bila benih disemai pada suhu 30 °C.
  • Tanaman mulai menghasilkan biji polong pada umur sekitar 7 tahun.

Kandungan Kimia

Alkaloid, saponin, tanin, cardenolida, proantosianidin, metilxantin (kafein dan theobromin), katecin, teofilin, kolatin, phlobaphene, anthocyanin, flavanoid.

Khasiat

Mengobati migrain, mual di pagi hari (morning sickness), gangguan pencernaan, neuralgia, luka dan peradangan, wasir, maag, afrodisiak, penekan nafsu makan, stimulan dan ramuan untuk pengobatan demam, disentri, diare, merangsang sistem saraf dan untuk melawan kelelahan dan depresi, mencegah gangguan metabolisme. Memiliki aktivitas sebagai antimikroba.

Simplisia

  • Siapkan biji kola lalu cuci hingga bersih lalu tiriskan.
  • Jemur di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering.
  • Simpan simplisis dalam plastik atau wadah yang bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Menyembuhkan maag dari Kola

1. Menyembuhkan maag

  • Ambil kulit kayu kola, jahe dan merica secukupnya.
  • Rendam semua bahan.
  • Tunggu hingga beberapa saat sampai berubah warna.
  • Saring lalu minum.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. Plants of the World Online: Cola nitida (Vent.) Schott & Endl.. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:822755-1. 03-01-2023.
  2. Flora Fauna Web. 2022. Cola nitida. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/8/2822. 03-01-2023.
  3. Adeosun O.I., Olaniyi K. S., Amusa O. A., Jimoh G. Z., Oniyide A. A. 2017. Methanolic extract of Cola nitida elicits dose-dependent diuretic, natriuretic and kaliuretic activities without causing electrolyte impairment, hepatotoxicity and nephrotoxicity in rats. International Journal of Physiology, Pathophysiology and Pharmacology.  9(6): 231–239. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5770520/.
  4. Plants For A Future. 2022. Cola nitida - (Vent.) Schott & Endl.. https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Cola+nitida. 03-01-2023.
  5. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2019. Mengenal Tanaman Kola. http://lipi.go.id/berita/mengenal-tanaman-kola/21731. 03-01-2023.