Kopi Excelsa

Coffea liberica var. dewevrei (De Wild. & T.Durand) Lebrun

Rubiaceae

Lokasi di kebun Buah

Ringkasan

Kopi excelsa (Coffea liberica var. dewevrei) adalah perdu setinggi hingga 5 meter dari famili Rubiaceae yang ditemukan botanis Prancis August Chevalier pada 1905 di sekitar Sungai Chari, Afrika Barat. Di Indonesia, kopi excelsa dibudidayakan terbatas di Tanjung Jabung Barat, Jambi, dan sudah bisa dipanen dalam 3,5 tahun. Rasanya lebih ringan dibanding kopi liberika sejati, dan secara tradisional dipakai sebagai penurun panas serta tonik stimulan.

Agroekologi

Kopi excelsa merupakan jenis kopi yang ideal tumbuh pada ketinggian 0 hingga 750 m dpl. Kondisi iklim yang sesuai adalah iklim tropis dengan curah hujan sedang. Jika ditanam pada daerah dengan curah hujan yang tinggi maka produktvitas akan menurun karena pertumbuhan akan berfokus pada kayu. Kopi excelsa memerlukan waktu satu hingga dua bulan dengan curah hujan kurang dari 50 mm untuk berbunga dan tahan kekeringan. Tanaman ini bisa tumbuh di tanah gambut yang memiliki tingkat keasaman tinggi dan tahan terhadap penyakit

Morfologi

  • Batang pohon kopi excelsa bercabang primer dan beragam jumlahnya, yaitu sekitar 3 hingga 12 cabang. Akan tetapi rata-rata cabang tanaman adalah 8 cabang. Cabang primer merupakan faktor penentu produktivitas buah. Cabang primer yang semakin banyak maka berpotensi menghasilkan buah yang banyak.
  • Daun tanaman excelsa memiliki panjang 15,2 hingga 24 cm dan lebarnya 17,3 hingga 24 cm. Daunnya membulat dengan ujung tumpul dan pangkal yang meruncing. Tepi daun nampak rata namun jika dilihat dari permukaan akan bergelombang.
  • Buah berukuran 2,9 hingga 3,5 cm dengan diameter 1,9 hingga 2,1 cm. Tanaman excelsa berbuah bergerombol yang disebut dompol bagi setiap gerombolan. Dalam satu dompol umumnya terdapat 4 sampai 17 buah kopi. Pada satu cabang tanaman umumnya terdapat 10 dompol dengan jarak 2,2 hingga 4,7 cm.
  • Biji yang terdapat dalam buah kopi berukuran 2,1 hingga 2,3 cm dengan diameter 1,6 hingga 1,8 cm.

Budidaya

Perbanyakan kopi excelsa dilakukan secara generatif menggunakan biji.

Kandungan Kimia

Kafein, asam klorogenat, fenolik.

Khasiat

Obat penurun panas, sebagai stimulan dan tonik.

Simplisia

  • Siapkan buah kopi excelsa dan pisahkan buah yang berwarna merah dan berwarna hijau.
  • Jemur di bawah sinar matahari langsung selama beberapa hari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Setelah kering kupas kulit buah lalu ambil bijinya.
  • Simpan biji kopi pada wadah yang bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Kopi Nangka

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Demam dari Kopi Excelsa

1. Demam

  • Ambil biji kopi excelsa secukupnya yang sudah menjadi bubuk.
  • Rebus bubuk biji kopi.
  • Biarkan hangat/dingin.
  • Saring lalu minum.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. 2017. Plants of the Word Online: Coffea liberica var. dewevrei (De Wild. & T.Durand) Lebrun. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:77189827-1. 24-11-2021.
  2. Useful Tropical Plants Database. 2021. Coffea liberica. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Coffea+liberica. 24-11-2021.
  3. Rimba Kita. 2019. Kopi Excelsa – Klasifikasi, Morfologi, Habitat & Budidaya. https://rimbakita.com/kopi-excelsa/. 24-11-2021.
  4. Umberto Quattraocchi, F.L.S. 2012. CRC World Dictionary of Medicinal and Poisonous Plants. Common name, Scientific Name, Eponyms, Synonyms and etymology. CRC Press Taylor & Francis Group, LLC. United States. https://www.google.co.id/books/edition/CRC_World_Dictionary_of_Medicinal_and_Po/-37OBQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=vigna+unguiculata+subsp.+unguiculata&pg=PA3908&printsec=frontcover. 24-11-2021.