Kupu-Kupu Merah

Christia vespertilionis (L.f.) Bakh.f.

Fabaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Kupu-kupu merah (Christia vespertilionis) adalah herba setinggi 60-120 cm dari famili Fabaceae yang berasal dari Hindia Timur, tersebar luas di Asia Tenggara. Bentuk daunnya yang unik menyerupai kupu-kupu menjadikannya tanaman hias populer. Di Malaysia, kupu-kupu merah diakui sebagai salah satu ramuan terbaik pengobatan kanker tradisional dan telah dikomersialkan dalam bentuk teh.

Agroekologi

Tanaman kupu-kupu merah dapat ditemukan di sepanjang pinggir jalan, mendiami daerah kering dan berumput serta tanah berpasir. Species ini memiliki toleransi terhadap kekeringan dan kemampuan mengikat nitrogen. Tumbuh baik di tanah lempung yang dikeringkan dengan baik, dan berada dalam zona naungan parsial (semi shade), dengan kelembaban tinggi, dan media lembap pada suhu dari 21 ºC.

Morfologi

  • Akar tunggang, bercabang, silindris, berwarna kuning tua, juga terdapat akar lateral kecil.
  • Batang tegak, berwarna hijau, silindris, ramping, dan berbulu.
  • Daun majemuk, trifoliate, berbulu, berbentuk menyerupai sayap kupu-kupu, tepi daun rata, ujung daun meruncing, dasar daun menjantung (cordate), daun juvenil memiliki warna merah keunguan sedangkan yang matang berwarna hijau tua dengan garis-garis hijau pucat dengan urat menonjol. Bilah daun besar terdiri dari dua selebaran lateral, selebaran terminal berbentuk seperti bumerang. Daun menjadi melengkung ke bawah saat malam tiba. Tangkai daun panjang, tipis, berlekuk, berbulu, berwarna kehijauan dengan semburat merah.
  • Bunga berwarna putih pudar, kecil, berdiameter sekitar 6 mm. Kelopak adalah retikulat berurat, 2 lobus atas kelopak menyatu atau berlekatan (connate) dan lobus bawah hampir sepanjang tabung.
  • Buah polong, memiliki 4 atau 5 ruang.
  • Biji matang berwarna cokelat kehitaman, gundul dan seluruhnya tertutup oleh kelopak.

Budidaya

Perbanyakan tanaman dilakukan secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang).

Kandungan Kimia

Fenol, sterol, seskuiterpenoid, alkaloid, polifenol, asam lemak, flavonoid glycosides, flavonol (quercetin, kaempferol), triterpen, denbinobin, 5,7-dihidroksi-kromon, rhein, sanleng acid, wedelolacetone, phytol, 10-undecenoic acid, 6-methylheptyl-2-propenoate, 2-(2-benzothiazolylthio)-1-(3,5-dimethylpyrazolyl)-ethanone, tetrahydro-2-methyl-thiophene, kumarin, tanin, quinine.

Khasiat

Mengobati TBC, gigitan ular, bronkitis, pilek, masuk angin, kelemahan otot, amandel yang meradang, meningkatkan sirkulasi darah, pengobatan topikal dalam penyembuhan patah tulang dan kudis. Memiliki aktivitas sebagai antikanker, antitumor, antiplasmodial, antiproliferatif, antidiabetes dan antioksidan.

Nama Lokal

Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Menyembuhkan patah tulang dari Kupu-Kupu Merah

1. Menyembuhkan patah tulang

  • Siapkan daun segar kupu-kupu merah secukupnya cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Oles pada daerah yang sakit.
  • Balut dengan kain kasa.
Ramuan tradisional Mengobati TBC dari Kupu-Kupu Merah

2. Mengobati TBC

  • Siapkan seluruh tanaman segar kupu-kupu merah secukupnya cuci hingga bersih.
  • Rebus hingga mendidih.
  • Biarkan hangat/dingin.
  • Saring lalu minum untuk mengobati TBC.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Christia vespertilionis (L.f.) Bakh.f. http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:486281-1. 11-11-2021. 
  2. Useful Tropical Plants Database. 2021. Christia vespertilionis. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Christia+vespertilionis. 11-11-2021.
  3. Flora Fauna Web. 2021. Christia vespertilionis.https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/1/8/1811. 11-11-2021.
  4. Murugesu S. et.al. 2020. A Review on Christia vespertilionis: A New Emerging Medicinal Plant. FABAD J. Pharm. Sci., 45(3): 269-277.
  5. Lee J. J. et. al. 2020. Cytotoxic Activity of Christia vespertilionis Root and Leaf Extracts and Fractions against Breast Cancer Cell Lines. Molecules 25: 2610. doi:10.3390/molecules25112610.
  6. Smitha S., Jain R. 2019. Anatomical Profiling and Phytochemical Analysis of Christia Vespertilionis (L.F.) Bakh. F. International Journal of Pharmacy and Biological Sciences 9(1): 40-50.