Lada Air

Persicaria hydropiper (L.) Delarbre

Polygonaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Persicaria hydropiper atau lada air adalah gulma umum yang tersebar luas di kawasan beriklim sedang dan tropis Asia, Eropa, Afrika Utara, hingga Australia. Rasa pedasnya yang khas membuatnya dipakai sebagai pengganti lada dan penyedap dalam masakan Jepang, Tiongkok, hingga Asia Tenggara, sekaligus memiliki sejarah panjang sebagai tanaman obat berkat sifat astringennya yang berguna mengatasi pendarahan, diare, dan masalah kulit. Di Tiongkok, tumbuhan ini bahkan masuk dalam 20 besar survei obat antifertilitas potensial, selain dimanfaatkan pula sebagai pewarna kain dan racun ikan tradisional.

Agroekologi

Lada air merupakan tanaman yang luas penyebarannya, ditemukan tumbuh dari zona beriklim dingin hingga daerah tropis. Seringkali ditemukan tumbuh di tempat basah terbuka, lahan pertanian berdrainase buruk, sawah tua, sepanjang sungai, tepi sungai, rawa, cekungan berdrainase buruk, dari permukaan laut hingga ketinggian 1.500 m dpl. Tumbuh di air dangkal, tanah basah atau lembap. Spesies ini menyukai lokasi yang cerah dan tidak menyukai naungan. Tumbuh dengan baik di sebagian besar tanah termasuk tanah lanau, gambut, lempung dan pasir. Meskipun tanaman ini dapat menoleransi berbagai pH, namun lada air umumnya tumbuh lebih baik dalam situasi yang lebih asam.

Morfologi

  • Akar tunggang, berumbai atau merayap pendek.
  • Batang tegak, bercabang banyak, biasanya bercabang ke arah ujungnya. Berakar dari buku-buku bawah, node membengkak, berwarna hijau sampai merah atau cokelat muda, dan di atas setiap buku dikelilingi oleh okrea membran silindris yang panjangnya 0,5-1 cm dengan ujung berbulu. Permukaan batang halus dan tidak berbulu atau gundul.
  • Daun tunggal, tersusun bergantian (alternate), memiliki tangkai pendek yang meruncing menjadi bilah kelenjar berbulu halus yang panjangnya 4-10 cm. Daun yang muncul digulung ke bawah di tepinya. Stipula yang dimodifikasi dikenal sebagai ochreae selubung batang di atas persimpangan batang dan tangkai daun. Bilah daun berbentuk lanset atau lonjong-lanset, gundul, pangkal daun segitiga sungsang (cuneate), ujung daun lancip (acute) hingga meruncing (acuminate), tepi daun berambut kecil (ciliated).
  • Bunga memiliki proksimal kehijauan dan distal perianth berwarna putih atau merah muda, tepal obovate, 6-8 benang sari, dan 2-3 tangkai putik (style). Perbungaan tegak, terjadi di ujung semua cabang dan di ketiak daun bagian atas. Masing-masing adalah paku ramping (sering mengangguk) dari bunga hijau hingga merah muda bagian luarnya ditutupi dengan kelenjar gelap.
  • Buah achene, bersisi 2-3, panjang 2-3 mm, berwarna cokelat kehitaman yang tetap tertutup di dalam bunga kering.

Budidaya

Perbanyakan tanaman terutama melalui biji, juga dapat melalui batang yang patah (dimana batang dapat berakar pada buku-bukunya dan tumbuh menjadi tanaman baru).

Kandungan Kimia

Asam poligonat, tanin, minyak atsiri, asam malat, fitosterin, oxymethyl-anthraquinone, senyawa alkaloid, flavonoid (catechin, epicatechin, hyperin, isoquercitrin, isorhamnetin, kaempferol, quercetin, quercitrin, rhamnazin, rutin), saponin, terpenoid, steroid, satu seskuiterpenoid tipe drimane baru (3 β-angeloyloxy-7-epifutronolide), polygonumate, enam seskuiterpen tipe drimane yang diketahui (dendocarbin L, (+) winterin, (+) fuegin, changweikangic acid A, futronolide, dan 7-ketoisodrimenin), phenylpropanoid esters (termasuk hydropiperosides A dan B, dan vanicosides A, B, E), asam fenolik (caffeic acid, chlorogenic acid dan ρ-coumaric acid).

Khasiat

Menghentikan pendarahan dan mengobati luka, masalah kulit (gatal-gatal, kudis, kurap, bisul), diare, disentri, dispepsia, maag, sakit kepala, nyeri haid, perdarahan menstruasi yang berlebihan, gangguan rahim, mengatur ketidakteraturan menstruasi, masalah paru, perdarahan uterus, mengobati diabetes, insomnia, depresi (obat penenang) dan penyakit neurodegeneratif, rematik, asam urat, mengatasi bengkak dan meradang, gigitan ular dan anjing, kehilangan nafsu makan, masalah ketombe, melawan kanker, mengontrol kesuburan, terminasi kehamilan (jika dikonsumsi terus menerus menyebabkan kemandulan permanen), tapal dan obat sakit gigi. Bersifat sebagai karminatif, diuretik, stimulan, antelmintik, emmenagogue, antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dan antikanker.

Simplisia

  • Siapkan akar lada air segar secukupnya, cuci bersih dengan air mengalir.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Haluskan menggunakan blender hingga menjadi bubuk.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Si tuba sawah (Sumatra), Cacabean (Sunda).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Sakit gigi dari Lada Air

1. Sakit gigi

  • Siapkan daun lada air secukupnya cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Tapalkan pasta daun pada gigi yang sakit.
Ramuan tradisional Mengobati nyeri haid dari Lada Air

2. Mengobati nyeri haid

  • Ambil daun lada air secukupnya cuci hingga bersih.
  • Blender dengan sedikit air.
  • Saring lalu minum untuk mengobati nyeri haid.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online: Persicaria hydropiper (L.) Delarbre. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:77069479-1. 13-08-2022.
  2. Plant Resources of South-East Asia. 2016. Persicaria hydropiper (PROSEA). https://uses.plantnet-project.org/en/Persicaria_hydropiper_(PROSEA). 13-08-2022.
  3. Tropical Plants Database, Ken Fern. 2021. Persicaria hydropiper. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Persicaria+hydropiper&redir=Polygonum+hydropiper. 13-08-2022.
  4. Stuartxchange. 2020. Philippine Medicinal Plants: Persicaria hydropiper (L.) Delarbre. http://www.stuartxchange.org/Buding. 13-08-2022.
  5. CAB International. 2022. Invasive Spesies Compendium: Polygonum hydropiper (marsh pepper). https://www.cabi.org/isc/datasheet/42688#toPictures.
  6. Huq A. K. M. M., Jamal J. A., Stanslas J. 2014. Ethnobotanical, Phytochemical, Pharmacological, and Toxicological Aspects of Persicaria hydropiper (L.) Delarbre. Hindawi Publishing Corporation. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine
    Volume 2014. http://dx.doi.org/10.1155/2014/782830.