Lidah Mertua

Dracaena trifasciata (Prain) Mabb.

Asparagaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Lidah mertua (Dracaena trifasciata) adalah sukulen setinggi hingga 90 cm dari famili Asparagaceae yang berasal dari Afrika tropis, dikenal sebagai salah satu tanaman paling efektif membersihkan udara ruangan dari polutan seperti formaldehid dan benzena. Tanaman berumur panjang ini juga menjadi sumber serat untuk tali dan tikar. Di Sri Lanka, rimpang lidah mertua secara tradisional dipakai mengobati batuk dan pilek.

Agroekologi

Lidah mertua dapat ditemukan tumbuh di daerah beriklim tropis, subtropis dan hangat dalam berbagai kondisi cahaya mulai dari daerah terbuka matahari penuh hingga daerah teduh di bawah hutan kanopi. Spesies ini adalah gulma umum di pinggir jalan, kebun terbengkalai, area limbah, situs terganggu, hutan pantai, hutan basah sekunder, hutan mesic, dan hutan kering. Ditemukan pada ketinggian antara 500-1.200 m dpl. Pertumbuhannya menyukai area dengan curah hujan rata-rata tahunan dalam kisaran 500-1.000 mm, dan struktur tanah yang berpasir, subur, berdrainase baik, serta derajat keasaman tanah (pH) antara 6-7, namun toleran terhadap tanah ber-pH rendah (asam) maupun tanah berpH tinggi (alkalin) juga tanah dengan kandungan nutrisi rendah. Selain itu, spesies ini juga toleran terhadap kekeringan dan panas.

Morfologi

  • Akar serabut, berwarna putih, memiliki rimpang yang menjalar di bawah dan dapat juga berada di atas permukaan tanah.
  • Batang tertutup oleh daun yang kaku, panjang, dan tebal sehingga dianggap sebagai batang semu. Batang berwarna putih pucat dan berserat rapat.
  • Daun membentuk roset basal, jumlah daun pada setiap roset sekitar 4–6 helai daun yang saling bersilang kedudukannya, berbentuk linear-lanset terbalik (oblonceolate), tebal, tegak, kaku, berair, permukaan halus, berbentuk pedang panjang, dan beraneka ragam motif dengan tanda melintang putih keabu-abuan, ujung daun meruncing. Permukaan adaksial umumnya berwarna dasar putih kehijauan, memiliki garis horizontal yang tidak teratur yang berwarna hijau tua.
  • Bunga bertangkai, terdapat dalam malai yang tumbuh tegak dari pangkal batang, soliter atau berkelompok dalam 2-3 kelompok, berwarna putih atau putih kehijauan. Mengeluarkan aroma wangi, terutama pada malam hari. Putik dan serbuk sari tidak berada dalam satu kuntum bunga.
  • Buah berry, berdaging, berbentuk subglobose hingga lonjong-elips, berwarna oranye terang-merah.
  • Biji berkeping tunggal, bagian paling luar dari biji berupa kulit tebal. Namun proses pembentukan biji sangat jarang terjadi secara alami.

Budidaya

  • Perbanyakan secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek ruas daun dan rimpang).
  • Ruas daun dan rimpang mudah tumbuh dan dapat tumbuh dengan cepat membentuk semak belukar yang rapat dan hampir tidak dapat ditembus. Namun perbanyakan dengan biji jarang terjadi, dikarenakan letak kepala putik dan serbuk sari tidak di dalam satu kuntum bunga yang sama, sehingga penyerbukan biasanya dilakukan dengan bantuan tangan manusia.

Kandungan Kimia

Sapogenin, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol, steroid, glikosida, triterpen.

Khasiat

Mengobati luka dan gigitan ular, bisul, batuk, pilek, bronkitis, luka traumatis, penyakit kurap, kudis, jamur, diabetes, obat ambeien. Memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.

Simplisia

  • Siapkan daun lidah mertua secukupnya lalu cuci dengan air bersih.
  • Setelah bersih, tiriskan agar sisa air cucian terbuang.
  • Rajang dengan lebar 1,5 cm agar pengeringan berlangsung labih cepat.
  • Keringkan dengan cara di angin-anginkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari.
  • Blender daun kering sampai menjadi serbuk lalu ayak dengan pengayak ukuran 60 mesh.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Pedang-pedangan, Tanaman ular, Tali busur ular berbisa.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Diabetes dari Lidah Mertua

1. Diabetes

  • Ambil satu lembar daun lidah mertua lalu cuci hingga bersih dan potong-potong.
  • Rebus dengan 3 gelas air sampai tinggal bersisa satu gelas.
  • Diamkan hingga hangat/dingin.
  • Saring lalu minum.
Ramuan tradisional Obat ambeien dari Lidah Mertua

2. Obat ambeien

  • Ambil satu lembar daun yang telah dikeringkan.
  • Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa satu gelas.
  • Saring hasil rebusan lalu minum selagi hangat. 

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. 2021. Plant of the World Online: Dracaena trifasciata (Prain) Mabb. http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:77164235-1. 07-10-2021.
  2. CAB International. 2021. Invasive Species Compendium: Sansevieria trifasciata (mother-in-law’s tongue). https://www.cabi.org/isc/datasheet/48196#tosummaryOfInvasiveness. 07-10-2021.
  3. Stuartxchange. 2019. Philippine Medicinal Plants: Tigre. http://stuartxchange.com/Tigre.html. 07-10-2021.
  4. Flora Fauna Web. 2020. Dracaena trifasciata (Prain) Mabb. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/4/2420. 07-10-2021.
  5. Useful Tropical Plants Database. 2021. Sansevieria trifasciata. https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Sansevieria+trifasciata. 07-10-2021.
  6. Aisyah W., Harijati N., Arumingtyas E.L. 2011. Kajian Morfologi, Anatomi dan Serat Daun Tanaman Sansevieria trifasciata yang Terdapat di Kota Malang. NATURAL B, 1(2).