Mareto
Ringkasan
Mareto (Asystasia nemorum) adalah herba setinggi hingga 150 cm dari famili Acanthaceae yang berasal dari Malesia Tengah, diperkenalkan sebagai tanaman obat ke Semenanjung Malaysia lebih dari satu abad lalu. Masyarakat Maluku secara tradisional memanfaatkan seluruh bagian tanaman ini untuk mengatasi batuk dan sesak, sementara masyarakat Sumbawa menyantap daun mudanya sebagai sayuran.
Agroekologi
Mareto umumnya banyak dijumpai tumbuh di hutan sekunder, semak belukar, sawah, tepi sungai, pinggir jalan, pagar tanaman, dan perkebunan. Biasanya ditemukan tempat yang teduh atau yang sedikit ternaungi di dataran rendah. Spesies ini juga berhasil tumbuh area terbuka dengan sinar matahari penuh. Lebih menyukai tanah dengan drainase yang baik, dan spesies ini tahan terhadap kekeringan. Kebutuhan akan air berada dalam rentang sedang (moderate).
Morfologi
- Batang tegak, bercabang banyak.
- Daun berbentuk bulat telur sampai lanset, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi daun bergelombang-berpicisan, berbulu di bagian bawah daun sepanjang urat, tidak berbulu atau berbulu di sisi atas daun sepanjang urat.
- Bunga memiliki kelopak berukuran 5-6 mm, lobus lanset. Mahkota bunga berwarna merah sampai ungu-merah, lobus berbentuk bulat telur, tabung bunganya panjang. Perbungaan tersusun dalam bentuk tandan (raceme), berkelompok, terletak di ujung batang dan ketiak daun. Bracts berbentuk segitiga, berbulu.
- Buah kapsul, panjangnya sekitar 2-3 cm.
- Biji bulat telur tidak beraturan, permukaan tuberculate hingga berkerut.
Budidaya
Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek batang).
Kandungan Kimia
Asam amino.
Khasiat
Mengobati batuk dengan sesak di dada, infeksi mata (conjunctivitis), penambah stamina wanita. Memiliki aktivitas sebagai antivirus, antibakteri, antitumor, penurun tekanan darah tinggi, antikarsinogen, dan antimutasigen.
Nama Lokal
Patonju (Sulawesi), Cili utan, Luja koi (Maluku), Katepu (Sumbawa), Kembang geni.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Batuk
- Siapkan akar, batang, dan daun mareto secukupnya.
- Cuci hingga bersih.
- Rebus semua bahan hingga mendidih.
- Saring lalu minum selagi hangat.
2. Mengobati mata yang terinfeksi
- Siapkan daun mareto segar secukupnya lalu cuci hingga bersih.
- Haluskan hingga menjadi pasta.
- Peras pasta daun ambil ekstaknya.
- Terapkan sari daunnya pada mata yang teinfeksi.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Asystasia nemorum Nees. http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:45769-1. 18-09-2021.
- Flora Fauna Web. 2019. Asystasia nemorum. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/1/7/1707. 18-09-2021.
- PROSEA. 2016. Asystasia nemorum. https://uses.plantnet-project.org/en/Asystasia_nemorum_(PROSEA). 18-09-2021.
- Flowers of India. Wood Asystasia. https://www.flowersofindia.net/catalog/slides/Wood%20Asystasia.html. 16-01-2022.
- Lemmens R.H.M.J., Bunyapraphatsara N. 2003. Medicinal and poisonous plants 3. Plant Resources of South-East Asia, No12(3). Backhuys Publishers, Leiden.