Meniran

Phyllanthus niruri L.

Phyllanthaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Meniran (Phyllanthus niruri) adalah herba tegak semusim setinggi hingga 80 cm dari famili Phyllanthaceae yang berasal dari Amerika tropis dan pesisir India, meski kini dianggap gulma di banyak tempat. Tanaman ini memiliki sejarah panjang dalam pengobatan Ayurveda India maupun jamu tradisional Indonesia, dengan dua varietas yang dikenal yaitu meniran hijau dan merah. Rebusan daun dan batangnya bahkan dipakai sebagai pewarna alami kapas, selain dipercaya menghancurkan batu ginjal dan menurunkan demam.

Agroekologi

Tumbuh di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1.500 m dpl, curah hujan 2.000-3.000 mm/th. Menyukai tempat ternaungi maupun tempat terbuka, dengan tanah lempung berpasir dengan pH 7,5-8. Ditemukan secara liar di tempat berbatu dan lembab seperti di tepi sungai, semak, lahan bekas sawah atau tumbuh disekitar pekarangan rumah.
 

Morfologi

  • Akar tunggang, bercabang, putih kekuningan.
  • Batang bulat, bercabang, arah tumbuh batang tegak. Meniran hijau (Phyllanthus niruri) percabangan monopodial, berwarna hijau muda, tinggi 24 cm. Meniran merah (Phyllanthus urinaria) percabangan simpodial, warna merah, tinggi 72 cm.
  • Daun letaknya berselang-seling, berbentuk  oval, ujung daun tumpul, pangkal membulat, bagian tepi daun merata. Meniran hijau (Phyllanthus niruri) berwarna hijau, meniran merah (Phyllanthus urinaria) hijau cokelat.
  • Bunga tunggal terletak di ketiak daun  menghadap ke arah bawah, berwarna putih.
  • Buah bulat pipih, diameter buah sekitar 2 mm, tekstur buah licin (Phyllanthus niruri) dan kasar (Phyllanthus urinaria). 

Budidaya

  • Diperbanyak dengan biji yang berasal dari tanaman induk yang sudah tua.
  • Jarak tanam adalah 20 x 20 cm.

Kandungan Kimia

Alkaloid (4-Methoxy-nor-securinine, ent-norsecurin), kumarin (ellagic acid, ethyl brevifolin carboxylate), flavonoid (quercetin, rutin, astragalin, quercitrin, isoquercitrin, kaempferol-4-rhamnopyranoside, eridictyol-7-rhamnopyranoside, fisetin-4-O-glucoside, nirurin), lignin (phyllanthin, hypophyllanthin, niranthin, nirtetralin, phyltetralin, hinokinin, isolintetralin), lipid (ricinoleic acid), phytallate, sterol (estradiol, ß-sitosterol, isopropyl-24-cholesterol), tanin (geranin), triterpene (lupeol acetate, lupeol, 3,7,11,15,19,23-hexamethyl-2Z,6Z,10Z,14E,18E, 22E-tetracoshenen-1- ol, phyllanthenol, phyllanthenone, phyllantheol), benzenoid.

Khasiat

Mengobati sakit kuning, haid berlebihan, luka bakar dan luka koreng, kudis, mengurangi pembengkakan dan bisul, malaria, disentri, batuk, menurunkan demam, menghilangkan jerawat, menghancurkan batu ginjal, menghilangkan cegukan, mengatasi asma, bronkitis, asam urat berlebih, anemia, gigitan ular.

Simplisia

  • Akar meniran segar dicuci dengan air hingga bersih. Tiriskan.
  • Tata di wadah lalu jemur di sinar matahari ±3 hari sampai benar benar kering.
  • Sampel kering tersebut disimpan dalam kantung kedap udara.

Nama Lokal

Ba'me tano, Sidukung anak, Dudukung anak, Baket sikolop (Sumatra), Memeniran (Sunda), Bolobungo (Sulawesi), Gosau ma dungi, Roriha, Belalang babiji (Maluku). 

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Haid berlebihan dari Meniran

1. Haid berlebihan

  • Diambil 3–7 potong akar meniran kering, 1 gelas air tajin, 2 gelas air.  
  • Akar ditumbuk halus lalu rebus dengan air hingga mendidih kemudian tambahkan air tajin dan aduk hingga rata, saring.
  • Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.
Ramuan tradisional Menghancurkan batu ginjal dari Meniran

2. Menghancurkan batu ginjal

  • Siapkan daun meniran yang telah diiris dan dikeringkan menjadi serbuk teh.
  • Ambil 1 sdt teh serbuk kemudian tambahkan 1 cangkir air panas diamkan 3 - 5 menit.
  • Saring teh dan minum selagi hangat. Minum 3 kali sehari.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online: Phyllanthus niruri L. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:194900-2. 12-11-2021.
  2. Stuartxchange. 2018. Philippine Medicinal Plants: Sampa-sampalukan. http://www.stuartxchange.org/SampaSampalukan. 12-11-2021.
  3. Tropical Plants Database, Ken Fern. 2014. Phyllanthus niruri. https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Phyllanthus%20niruri. 12-11-2021.
  4. Narendra K., Swathi J., Sowjanya K. M., Satya A. K. 2012. Phyllanthus niruri: A Review on its Ethno Botanical, Phytochemical and Pharmacological Profile. Journal of Pharmacy Research 2012, 5(9): 4681-4691.